
"Hei, lihat! Bukankah dia Alex Collin?"
"Alex Collin? Orang yang dikatakan setara dengan Ferdinand?"
"Iya benar, itu memang dia."
"Tapi kenapa dia ikut materi pelatihan senjata? Bukannya dia tidak bertarung menggunakan senjata?"
"Kalau sampai dia betulan menguasai seni bersenjata, terlebih lagi aura, entah bakal jadi monster macam apa dia."
"Apa menurutmu dia bisa menang melawan Adrian?"
Alex berusaha tetap fokus ditengah bisik-bisik para murid lencana perak dan perunggu yang terkejut karena kehadirannya dalam materi seni bersenjata, bahkan instruktur pun sempat ragu untuk mengizinkan Alex masuk ke ruang latihan.
Semenjak murid-murid membuat peringkat murid paling kuat di Akademi, nama Alex dan Ferdinand adalah yang paling sering disebut, karena Ferdinand sejak dulu adalah seorang jenius sihir yang juga menguasai teknik berpedang, ditambah lagi, sekarang dia memiliki kekuatan cahaya yang entah seperti apa dan bagaimana cara kerja kekuatannya.
Meskipun Alex memiliki kekuatan cahaya berupa peri elemental, tapi untuk menghadapi Ferdinand yang menguasai sihir dan aura, ditambah kekuatan cahayanya yang masih misterius, Alex merasa dia tidak akan sanggup mengalahkannya.
__ADS_1
Kalau dipikir lagi, Polearm Brenda seperti menembus tubuh Ferdinand saat dia meluncurkan serangan terakhir sebelum di dor oleh Ferdinand. 'Apa kekuatan Ferdinand bisa membuat tubuhnya kebal terhadap segala serangan? Kalau bener, nggak adil banget dong' Begitulah yang Alex pikirkan.
Menurut penjelasan Instruktur, aura bisa didapat setelah melalui latihan keras, namun merasakan aura di dalam tubuh lebih sulit daripada mengendalikannya. "Ayunkan senjatamu sampai kau merasakan aura di dalam dirimu, soal pengendaliannya, kurasa kau tidak akan begitu kesulitan karena kau sudah familiar dengan pengendalian kekuatan cahaya." Itu yang tadi dikatakan oleh Instruktur kepada Alex.
Tapi, sampai saat ini Alex masih tak kunjung merasakan tanda-tanda kemunculan aura di dalam tubuhnya, jelas saja, orang dia baru berlatih hari ini. Saat di kampung, dia sempat diajari Pak Tony cara menggunakan pedang, tapi dia tidak diberi latihan aura.
Alex terus menerus mengayunkan Swordstaff kayu nya, setelah melihat pertarungan antara Brenda dan Ferdinand, dia merasa kalau senjata seperti Polearm sangat efektif untuk menghadapi lawan yang menggunakan pedang. Tapi karena dia merasa tidak bisa menggunakan Polearm seperti yang digunakan Brenda, maka dia memilih Swordstaff sebagai senjata latihannya.
Saat ini dia sudah mengayunkan Swordstaffnya untuk yang ke seribu kali, dia langsung terduduk kelelahan, seragamnya basah oleh keringat.
"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Alex keheranan, kenapa pula bangsawan kelas tinggi yang juga merupakan murid terbaik sampai mau menyapanya terlebih dulu?
"Tidak, hanya saja kau terlihat sedang melatih aura, apa aku benar?" Wajah Alfonso terkesan datar, tidak seperti Ferdinand yang selalu memasang ekspresi cerah. "Tuan, orang ini sama berbahayanya dengan Ferdninand." Sebenarnya Alex masih bingung, peri-peri ini selalu memperingatkannya saat berada dekat dengan Ferdinand, entah apa alasannya. Sekarang mereka memberi peringatan karena Alex berada di dekat Alfonso, hal ini membuat Alex semakin kebingungan.
"Ah, iya. Aku sedang berusaha melatih aura." Jawab Alex.
Alfonso mengangguk, "Aku juga sedang berlatih aura, karena aku adalah seorang penyihir, jadi aku tidak semahir Ferdinand dalam menggunakan aura."
__ADS_1
Perkataan Alfonso membuat Alex bingung apa tujuan orang ini menghapirinya. "Ah, begitu ... Jadi? Ada perlu apa denganku?"
Alfonso menghunus pedang kayunya dan memasang postur siap bertarung, "Anggap saja kita saling membantu, ayahku pernah bilang kalau dengan bertarung bisa mempercepat penguasaan aura."
Alex mengernyitkan dahi, dia saja masih belum begitu bernyali melawan Ferdinand, sekarang malah kakaknya yang dianggap penyihir muda nomor satu di Vasilius datang menantangnya. Meskipun mereka sama-sama tidak begitu menguasai seni bertarung, tetapi Alfonso pasti tetap sama monsternya dengan dengan Ferdinand.
"Apa kau menolaknya?"
Murid-murid lain segera bergerombol melingkari Alex dan Alfonso, mereka mulai bersorak-sorak memprovokasi Alex yang masih belum menerima tantangan Alfonso.
Instruktur pun kelihatannya menyetujui duel ini, bahkan dia sudah bersiap memberi aba-aba. Alex menghela nafasnya, sepertinya tidak ada pilihan lain. Dia memasang kuda-kuda bertarung, Swordstaffnya teracung lurus ke depan.
Alfonso kembali memperbaiki postur tubuhnya, pedang dengan model Bastard Sword tergenggam erat di tangannya, bersiap adu hantam dengan Alex.
Melihat dua orang itu sudah siap bertarung, seketika semua murid di tempat itu bersorak ramai, dua monster yang bukan merupakan pengguna senjata bertarung dengan senjata.
"Sihir dan Kekuatan Cahaya tidak diperbolehkan di pertarungan ini, hanya senjata kayu dan aura kalau memang menguasainya. Bersiap ... Mulai!"
__ADS_1