
Wilayah utara benua barat adalah wilayah dengan presentase kerugian paling rendah dalam perang ini bila dibandingkan dengan wilayah lain.
Hal itu terjadi karena negara-negara di wilayah utara kebanyakan menerapkan sistem wajib militer, mereka memiliki sejarah peperangan paling panjang bila dibandingkan dengan wilayah lain.
Salah satu perang paling terkenal adalah Perang Enam Tahun yang diinisiasi oleh Kerajaan Aquilonia yang beraliansi dengan Kerajaan Bertimos melawan Kerajaan Vasilius.
Perang tersebut berakhir dimenangkan oleh Vasilius, meski begitu, dua kerajaan yang kalah perang terus meningkatkan kekuatan militer mereka sampai pada tingkatan yang mengkhawatirkan.
Karena hal itulah, negara-negara di utara turut menerapkan sistem wajib militer dan memprioritaskan pengembang kelompok pasukan yang kuat sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu mereka menghadapi invasi.
Sementara itu, negara-negara di wilayah selatan cenderung memiliki situasi politik yang tenang, konflik antar negara sangat jarang terjadi, dan konflik yang terjadi pun hampir tidak pernah berakhir dengan perang.
Jika dirasa konflik yang terjadi tidak bisa diselesaikan dengan damai, mereka akan menggelar duel antara dua petarung terhebat dari masing-masing negara yang berkonflik.
Karena itulah negara-negara di selatan lebih mengedepankan pengembangan individu berbakat daripada membentuk pasukan yang kuat. Contohnya adalah Kerajaan Vasilius, mayoritas bangsawan dari kerajaan itu adalah petarung hebat, berkat mereka pula Vasilius mampu memenangkan perang melawan dua kerajaan sekaligus.
Kembali ke wilayah utara.
Berkat kekuatan militer di wilayah utara, mereka tidak terlalu bergantung pada pengemban kekuatan cahaya, hanya ada tiga orang yang dikirim ke pos pertahanan utara, dimana biasanya Aliansi mengirim sampai lima orang ke setiap pos pertahanan.
__ADS_1
Kekuatan militer wilayah utara terbukti dalam perang melawan iblis kali ini, setiap kota di setiap negara mampu secara independen mempertahankan diri mereka, warga kota dewasa turut membantu mempertahankan kota dengan menjadi tentara sukarela. Karena pada dasarnya, setiap individu dewasa di utara memiliki latar belakang militer.
Ketika wilayah lain sedang mengalami tekanan karena perubahan pola serangan para iblis, mereka tidak ambil pusing akan hal itu. Begitulah betapa kuatnya wilayah utara.
Di sisi lain, Dewan Aliansi Benua Barat sedang mempertimbangkan strategi baru untuk mulai menerjunkan kekuatan utama dari masing-masing negara. Dalam artian lain, kekuatan militer kelas nasional akan turut diterjunkan untuk membantu kekuatan militer kelas regional yang selama ini turut terjun ke medan perang.
"Sudah kuduga, strategi membangun pos pertahanan hanya bisa berjalan dengan sinergi antara Theodore dan Adrian, dengan kematian Adrian, bisa dibilang strategi itu sudah gagal." Tutur salah satu anggota dewan.
"Ucapanmu barusan seolah mengatakan kalau semua ini adalah salah putra penguasa kami, padahal kalian lah yang menyeretnya dalam perang yang mengantarkannya pada kematian." Orang yang berkata dengan nada dingin itu adalah anggota dewan yang berasal dari Zirae-Levanto.
"Jangan terlalu memikirkan sesuatu seperti itu di saat krisis, kami tidak pernah menganggap Putra Mahkota kami sebagai merpati pembawa pesan." Orang itu adalah Marquis de Brisevent, anggota dewan dari Vasilius.
Anggota dewan Zirae-Levanto menatap Marquis de Brisevent dingin, tapi dia segera membuang pandangannya dan kembali mengarahkan pandangan ke kursi Ketua Dewan.
Rencana yang diajukan oleh beberapa anggota dewan adalah untuk menyebarkan pengemban kekuatan cahaya ke beberapa lokasi, dengan kata lain, mereka tidak lagi akan berada di satu tempat sebagai kelompok.
"Lalu bagaimana dengan orang-orang seperti Desmond-Alicia-Anford? Mereka memiliki potensi besar ketika berada di satu tempat." Salah satu anggota dewan mengutarakan pendapatnya.
"Berdasarkan informasi terbaru yang dibawa oleh Komunikator, Alex dan Julie yang berada di barat juga memiliki sinergi yang sangat bagus. Saya rasa sangat disayangkan jika mereka tidak lagi berada dalam satu kelompok." Anggota dewan lain turut mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
Ketua Dewan mengetuk meja. "Karena itulah, aku berpikir untuk menyimpan mereka dan kembali melatih mereka sebagai kartu as yang akan kita keluarkan di saat genting."
Bisik-bisik terdengar di ruangan itu, beberapa orang setuju dengan usulan yang diberikan oleh Ketua Dewan, sebagian yang lain masih merasa sangat sia-sia kalau tidak memanfaatkan kekuatan cahaya sebaik-baiknya. Meski begitu, tampaknya kebanyakan orang sependapat dengan Ketua Dewan.
"Kalau begitu, kita akan membiarkan anak-anak muda itu beristirahat sejenak, para generasi tua yang akan mengambil alih untuk saat ini." Ketua Dewan memberikan keputusan terakhirnya.
Wajah penolakan terlihat dari beberapa anggota dewan, tapi karena mereka kalah suara, tidak ada satupun dari mereka yang berani angkat bicara.
"Lagipula, bukankah sebaiknya orang-orang tua didahulukan untuk menguji hasil pekerjaan orang-orang benua kepulauan?"
...****************...
Dunia bayangan, Kastil Ratu.
Niya terlihat sedang berbicara dengan Ratu di ballroom kastil, Ratu sedang beristirahat sejenak setelah berdansa dengan Great Chamberlain.
"Persiapan untuk fase kedua telah selesai, Yang Mulia."
Ratu meletakkan gelas yang baru dia gunakan untuk minum ke nampan yang dibawa oleh pelayan, dia menoleh ke arah Memphis dan Elric yang juga berada di aula.
__ADS_1
"Ini adalah panggung untuk kalian, berikan pertunjukan terbaik."
Memphis, Elric dan Niya berlutut di hadapan Ratu. "Titahmu, Ratu kami."