Dendam Putra Bangsawan

Dendam Putra Bangsawan
Chapter 7: Teror


__ADS_3

Sudah beberapa bulan terlewati sejak aliansi terbentuk, semakin banyak negara dari seluruh dunia yang bergabung dengan aliansi. Kini, aliansi yang resmi dinamai 'Aliansi Negara Enam Benua' memiliki satu misi, yaitu untuk melacak keberadaan 'mereka'.


"Kita tidak tahu siapa mereka, apa motif mereka, seberapa besar kekuatan mereka, dan yang paling membuat frustrasi adalah, kita tidak tahu dimana keberadaan mereka saat ini." Seorang perwakilan suatu negara sedang menuturkan sesuatu yang menjadi keresahan bersama aliansi.


"Satu-satunya yang pasti dari mereka adalah, mereka merupakan suatu kelompok yang terorganisir dan memiliki komando tertinggi. Dalam banyak kasus kerasukan, makhluk pembawa pesan yang merasuki orang-orang selalu menyebut pemimpin mereka sebagai 'Ratu'." Perwakilan negara yang lain menambahkan.


Semua perwakilan negara saling berbagi informasi dan spekulasi, sekecil apapun detail informasi dari 'mereka', akan dianggap sangat berharga, karena para pemimpin negara benar-benar tidak tahu apapun tentang kelompok yang sedang mengancam dunia ini.


"Ada yang meyakini bahwa mereka menjadikan dataran tandus di wilayah utara yang mana dikatakan sebagai medan pertempuran antara Kaisar Agung Maximillian August melawan Iblis, namun kami sudah membentuk tim investigasi gabungan negara-negara di utara yang terdiri dari kesatria dan penyihir, mereka telah melakukan investigasi dan penyelidikan selama sepuluh hari, namun sejauh ini hasilnya nihil." Perwakilan negara-negara aliansi wilayah utara menyampaikan upaya pelacakan mereka.


"Sementara itu, kami berspekulasi bahwa markas mereka berada di kota kuno yang telah tenggelam di dasar laut selama ribuan tahun. Namun tim investigasi kami juga mengalami kebuntuan, tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam kota kuno tersebut. Investigasi ini kami hentikan setelah tujuh hari, karena medan bawah air juga bukan medan yang mudah diatasi." Salah seorang dari aliansi negara-negara di selatan turut menuturkan.


Segalanya tentang keberadaan mereka merupakan teka-teki, namun kekuatan mereka benar-benar terasa nyata, kemampuan untuk menyusupkan makhluk pembawa pesan ke orang-orang penting dari berbagai negara merupakan salah satu buktinya.


Ahli sihir dan ilmuwan dari berbagai negara meyakini satu hal, bahwa makhluk pembawa pesan itu tidak dapat bergerak sendiri merasuki korbannya, tapi ada seseorang atau sesuatu yang menanamkan makhluk itu kedalam orang-orang yang mengalami kerasukan.


"Semua orang yang mengalami kerasukan memiliki satu kesamaan, mereka tidak mengingat kejadian dimana diduga kuat mereka mulai dirasuki oleh makhluk pembawa pesan," tutur seorang ilmuwan dari sebuah negara.


"Count Bellezza dari Kerajaan Vasilius contohnya, menurut kesaksian putranya yang saat itu menyertainya dalam perjalanan ke pesta di istana, Count mulai bersikap aneh sesaat setelah mereka singgah di sebuah restoran di ibukota, namun Count sama sekali tidak mengingat kejadian mulai dia turun dari keretanya." Lanjut si ilmuwan.


Perwakilan Kerajaan Vasilius, Duke Aveirrose menanggapi, "Salah satu pertanyaan yang muncul di benak kami adalah, selain 'Ratu', makhluk pembawa pesan juga menyebut 'Dia', yang mana kita tidak mengetahui siapa 'Dia' yang mereka maksud."


Semua orang menatap Duke Aveirrose dengan tatapan penuh tanya, lalu David Matausyalah, perwakilan Kerajaan Petra angkat suara, "Tanpa mengurangi rasa hormat sedikitpun. Duke Aveirrose, Anda mengatakan bahwa makhluk pembawa pesan menyebutkan dua individu, yakni 'Ratu' dan 'Dia'. Namun menurut laporan, nampaknya, sosok yang Anda sebut sebagai 'Dia' tidak disebut oleh makhluk pembawa pesan yang muncul di Kerajaan kami." Tuturnya.


"Begitu pula dengan kami." Sahut perwakilan Kerajaan Gathvan. Perwakilan negara lain pun turut memberi tanggapan serupa dengan Kerajaan Petra dan Kerajaan Gathvan.

__ADS_1


Hal ini membuat Duke Aveirrose kebingungan, apakah ada kesalahan dalam laporan? Tapi bahkan saat itu dia sendiri mendengar makhluk pembawa pesan itu menyebut 'Dia'.


Apa yang membuat Kerajaan Vasilius menjadi satu-satunya kerajaan yang mendapat pesan dari 'Dia'? Mengapa? Apakah Kerajaan Vasilius ada kaitannya dengan ancaman yang sedang melanda seluruh dunia saat ini? Pikiran-pikiran itu berkecamuk di benak Duke Aveirrose saat ini.


"Apakah Kerajaan lain mendapat pesan lain selain dari sosok yang disebut 'Ratu'?" David Matausyalah melontarkan pertanyaan pada seluruh perwakilan di dalam ruang pertemuan, mereka semua menggeleng, hanya pesan dari sosok 'Ratu' yang mereka dapat.


"Yah, jangan terlalu dipikirkan, itu tidak merubah fakta kalau mereka sedang berusaha menghancurkan kita semua yang ada disini, bukan begitu?" Ujar seorang wanita yang merupakan salah satu perwakilan dari negara-negara utara, usianya terlihat berkisar antara 30-40 tahun.


Perwakilan negara lain membenarkan ucapannya, sepertinya dia merupakan sosok terpandang bukan hanya di wilayah utara, namun bahkan di seluruh dunia.


Salah seorang perwakilan negara-negara utara turut angkat suara, "Nona Aleorin benar, sebaiknya kita tidak terlalu meributkan hal kecil seperti itu dan melupakan inti permasalahannya." Dia membenarkan ucapan wanita tadi.


Semua hadirin menyetujui mereka berdua, meski begitu, Duke Aveirrose masih saja merasa ada yang mengganjal, intuisinya mengatakan bahwa Kerajaan Vasilius kemungkinan menjadi alasan dibalik semua ini.


Para hadirin kembali membahas topik pembahasan lain berkenaan dengan pertahanan dan rencana pembentukan unit gabungan yang terdiri dari kesatria dan unit khusus terbaik dari seluruh negara di setiap benua.


"Kemudian proyek jangka panjang, dimana kita akan mengumpulkan orang-orang dengan potensi besar dan mendidik mereka untuk menjadi unit siap tempur." Dia melanjutkan penuturannya.


Semua orang nampak setuju dengan proyek yang diajukan oleh para penasehat militer, panglima militer dan ahli strategi dari berbagai negara.


"Ehhh~ Kalian sedang merencanakan sesuatu yang menarik ya, manusia."


Mendadak seluruh orang yang ada di ruangan itu membeku oleh tekanan haus darah yang luar biasa, beberapa dari mereka bahkan langsung kehilangan akal sehat dan berteriak-teriak seperti orang gila, hanya beberapa orang dengan energi sihir atau aura yang kuat yang bisa mempertahankan kesadarannya.


Duke Aveirrose dan David Matausyalah adalah salah dua dari beberapa orang yang masih sanggup berdiri di ruang pertemuan yang kini seolah berubah menjadi ruang teror itu.

__ADS_1


"Siapa kau?" Duke Aveirrose berusaha melawan aura mengerikan yang dipancarkan oleh sosok yang muncul tiba-tiba entah dari mana itu dengan auranya.


"Aku? Setahuku setiap dunia menamaiku dengan sebutan yang berbeda-beda, tapi yang paling aku suka adalah Dracula." Sosok itu menjawab.


Sosok dengan pakaian bangsawan yang dibalut jubah sutera berwarna hitam, mata merahnya menyala, dia menyeringai ganas ke arah Duke Aveirrose, memperlihatkan gigi taringnya yang mengintimidasi.


"Gara-gara kalian aku jadi dihukum oleh Rangda, kalau saja bukan karena dia, semua orang di ruangan ini sudah mati sebelum mereka menyadarinya." Perkataannya sama sekali bukan main-main, semua orang yang tersisa di ruangan itu pun menyadari kalau sosok itu mau, dia bisa melenyapkan mereka semua saat ini juga.


Dengan suara bergetar, David Matausyalah melontarkan pertanyaan, "Apa yang kau inginkan? Apa kau juga bagian dari sosok iblis yang disebut 'Ratu' itu?" Sosok itu terlihat murka, dengan kekuatan yang tidak terlihat, dia menarik tubuh David Matausyalah kearahnya dan mencekiknya.


"SEBAIKNYA JAGA MULUTMU BAIK-BAIK, MANUSIA!"


Dengan suara yang menggelegar dan wajah yang berubah menjadi semakin mengerikan setelah mendengarkan perkataan David, makhluk itu mencekik David yang meronta-ronta.


Duke Aveirrose terguncang menyaksikan kejadian yang ada di depan matanya, dia bisa melihat tubuh David Matausyalah perlahan semakin mengering dalam cekikan sosok yang menamai dirinya Dracula itu, dan tubuhnya pun terkulai dalam cekikannya.


Tapi mendadak, Dracula menjatuhkan David Matausyalah dan mendecak kesal, lalu dia menghilang begitu saja bersamaan dengan aura mengerikan di ruangan itu.


Orang-orang yang berteriak-teriak karena kehilangan kewarasan mulai pingsan satu persatu, sementara yang mampu bertahan dari aura makhluk tadi berjatuhan, sebagian dari mereka pun kehilangan kesadaran, sebagian lagi terduduk dengan wajah pucat dan tubuh gemetar hebat.


Duke Aveirrose segera menghampiri David Matausyalah yang tergeletak di lantai, kondisinya terlihat mengenaskan dengan tubuh yang sangat kurus, kulitnya kering, keriput dan pucat. Seolah kehidupan tersedot dari tubuhnya.


"Matausyalah! Hei! Apa kau masih sadar!? Hei! Jawab aku! Matausyalah!" Duke menempelkan jarinya ke urat nadi David, kemudian raut duka tergambar di wajahnya, dia menutup mata David yang terbuka dan menutupi wajahnya dengan sapu tangan miliknya.


Para kesatria mendobrak masuk ke pintu ruangan, hanya untuk menyaksikan teror, para perwakilan bergelimpangan di lantai dengan mulut berbusa, beberapa dari mereka terlihat kejang dan menggumamkan sesuatu seperti orang gila.

__ADS_1


Para kesatria, penyihir dan tenaga medis segera mengevakuasi seluruh hadirin yang tidak sadarkan diri, mereka juga memeriksa kondisi orang-orang yang masih sadar. Mereka juga membungkus tubuh David Matausyalah yang mati mengenaskan dan mengamankan jasadnya.


Hari ini, dunia akhirnya mengetahui, teror macam apa yang sedang mengancam mereka saat ini.


__ADS_2