
Sosok pria dengan setelan mewah berbahan sutra sedang terbaring di atas ranjang besar yang berada di dalam sebuah ruangan dengan interior megah.
Pria itu terdengar seperti sedang bergumam, dari raut wajahnya, dia kelihatan sedang sangat kesal dengan sesuatu.
"AAAHHHH! BOSAN BANGET!"
Tiba-tiba saja dia bangkit dari kasur dan teriak-teriak tidak jelas. Setelah dia membuka matanya, bisa terlihat kalau dia memiliki mata berwarna merah darah, gigi taringnya pun terlihat lebih runcing dari manusia normal.
Tidak lama kemudian terdengar suara dari luar pintu ruangan. "Tuan Elric? Anda baik-baik saja?"
"Ah, aku baik-baik saja, tapi saat ini aku merasa sangat bosan." Salah satu hal yang sering dialami oleh makhluk berumur panjang adalah rasa bosan, saking bosannya sampai-sampai saat memasuki umur tertentu, mereka akan mulai kehilangan minat atas segala sesuatu. Bahkan hidup mereka sendiri.
"Bagaimana kalau Anda berjalan-jalan ke kastil utama? Saya yakin pasti ada hal menarik disana." Suara itu kembali terdengar dari luar ruangan, pria bernama Elric itu menimbang-nimbang sejenak, "Kedengarannya itu ide yang bagus."
Sesaat kemudian, aura merah gelap menyelimuti tubuhnya, sedetik kemudian aura itu menghilang bersama dengan Elric.
...****************...
Di depan sebuah pintu raksasa di ujung koridor yang juga raksasa, aura berwarna merah gelap muncul membentuk pusaran. Kemudian dalam sekejap, sosok Elric muncul begitu saja di tengah-tengah pusaran itu.
Pintu raksasa di hadapannya ini adalah pintu yang menghubungkan kastilnya dan kastil utama, dia harus memasuki kastil utama tanpa teleportasi, kecuali kalau ingin dibuat mampus oleh sistem pertahanan otomatis yang dirancang oleh Tesla dan Rangda.
Dia pun berjalan mendekati pintu raksasa tersebut, dalam jarak tertentu, pintu itu akan mengenali wajah seseorang yang memiliki akses masuk dan terbuka secara otomatis.
Sampai sekarang dia masih saja terkagum dengan penemuan-penemuan Tesla, banyak hal tidak masuk akal yang dia ciptakan Termasuk pakaian yang dia kenakan saat ini pun dibuat dengan alat buatan Tesla.
"Selamat datang, Tuan Elric. Dengan keperluan apa Anda datang kemari tanpa pemberitahuan?"
Pelayan Kastil Utama menyambutnya, mereka adalah bawahan Great Chamberlain, sosok yang baru-baru ini bergabung dengan mereka. Dilihat sepintas mereka hanya pelayan biasa, tapi sekali kau bertindak tidak sopan, kau akan mati dengan cara paling menyakitkan.
"Yah, kau tahu. Aku sangat bosa saat ini, jadi aku berfikir untuk berkeliling di Kastil Utama."
Pelayan wanita itu tersenyum dan mengangguk, "Apakah Anda membutuhkan pemandu?" Elric menggeleng, "Kalau begitu silakan nikmati waktu Anda, jika sewaktu-waktu membutuhkan sesuatu, silakan minta kepada pelayan di dalam Kastil."
Pelayan itu pun mohon undur diri, kemudian tubuhnya menghilang disertai kabut hitam menyelimuti tubuhnya.
Elric mulai berjalan menyusuri koridor kastil, setelah sampai di sini, dia masih saja bingung hendak kemana dan melakukan apa. Di persimpangan koridor, dia menjadi semakin kebingungan, dia berdiri agak lama di persimpangan koridor sambil menimbang-nimbang.
"Ke ruangan Great Chamberlain aja kali ya." Dia pun memilih koridor kiri yang menuju ke ruang pertemuan, di sana juga ada ruangan kerja Great Chamberlain.
Elric belum pernah mengobrol secara khusus dengan Great Chamberlain, hanya ketika dalam pertemuan atau saat berpapasan, itupun mereka mengobrol karena ada Ratu di sana.
Great Chamberlain dikatakan sangat kuat, bahkan dia bisa bertarung seimbang dengan Rangda dan Memphis yang merupakan bawahan Ratu yang paling kuat.
Pada akhirnya, dia diberi jabatan Great Chamberlain yang sebelumnya selalu kosong karena dulu manajemen kastil masih dilakukan oleh Grand Butler dan Head Maid.
Elric akhirnya sampai di pintu ruangan Great Chamberlain, dia menekan tombol bel di daun pintu, kemudian sebuah suara terdengar dari speaker.
"Siapa ini?" Itu suara Grand Butler.
"Elric, kurasa Anda mengenaliku kan?"
Pintu ruangan pun dibuka, sosok pria dengan penampilan usia 40an muncul dari balik pintu. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan Elric?"
"Ah, apa Great Chamberlain sedang sibuk?"
"Beliau sedang luang, Anda ingin menemuinya?"
"Ya, begitulah."
Grand Butler pun mempersilakan Elric untuk masuk ke dalam ruangan, ruang kerja Great Chamberlain terlihat begitu mewah dengan interior indah, lampu-lampu kristal menyala terang, membuat warna ruangan menjadi keemasan karena pantulan dari dinding yang berlapis emas.
"Great Chamberlain, Tuan Elric ingin bertemu dengan Anda."
Great Chamberlain yang sedang duduk di kursi kerjanya berdiri dan mempersilakan Elric duduk di sofa yang tersusun di tengah ruangan. Sementara Grand Butler pergi untuk menyiapkan teh dan makanan ringan.
"Tidak biasanya kau menemuiku, Elric. Kalau dipikir-pikir, kita memang belum pernah mengobrol dengan santai ya."
"Ya, itu benar." Jawab Elric.
__ADS_1
"Sebenarnya kalau dilihat dari usia ras kita, kita ini seumuran bukan?" Elric berfikir sejenak mendengar ucapan Great Chamberlain.
"Usiaku dua puluh tahun, dan kau seratus enam puluh tahun, bukankah dari sudut pandang ras masing-masing, kita ini seumuran?"
"Ah! Itu benar." Elric baru saja ngeh dengan perkataan Great Chamberlain, "Niya juga seumuran dengan kita kan?" Raut wajah Elric seketika berubah mendengar nama Niya disebut.
"Tolong jangan samakan aku dengan kuping panjang itu." Great Chamberlain tertawa mendengar ucapan Elric, "Jangan-jangan kau ini sebenarnya suka sama dia ya."
Perkataan Great Chamberlain membuat Elric gelagapan, "Hah? E-Eh?! Ya nggak lah! Mana mungkin aku suka sama kuping panjang itu!"
Great Chamberlain tertawa kecil melihat reaksi Elric, mata hitam dengan pupil ungu itu terlihat berkilau saat sedang tertawa. Hal ini membuat Elric terheran, kenapa manusia di dunia Great Chamberlain membuangnya. Padahal menurutnya, mata Great Chamberlain begitu keren, bahkan cewek-cewek Vampir dan Elf banyak yang menjadi penggemar Great Chamberlain karena pesona matanya.
"Kok tumben Anda tidak bersama Ratu?"
"Ratu sedang ada urusan dengan Rangda, dan beliau menyuruhku untuk beristirahat, jadi aku memutuskan untuk bersantai sejenak. Kau sendiri kenapa sampai menemuiku?"
"Tidak, aku hanya merasa sangat bosan, jadi aku jalan-jalan untuk cari teman mengobrol."
Grand Butler kembali dengan troli berisi teapot dan beberapa macam kukis. Dia menuangkan teh ke dalam cangkir dan meletakkan Cake Tier berisi kukis, kemudian dia kembali undur diri.
"Kalau bosan, kenapa tidak ke laboratorium Tesla saja? Banyak barang-barang menarik di tempat itu." Ujar Great Chamberlain setelah menghirup teh nya.
"Entah kenapa selama ini aku tidak tertarik mendatangi lab Tesla, tadinya aku berfikir untuk membantai manusia di luar sana karena sangat bosan.
"Sebaiknya jangan terlalu gegabah, Elric. Kalau kau berani menentang larangan Ratu, mungkin akan aku lenyapkan kau saat ini juga."
Mata hitam dengan pupil ungu itu menatap lurus ke arah Elric, meskipun senyuman menghiasi wajah Great Chamberlain saat ini, tapi Elric merasa terintimidasi oleh senyumannya.
Elric tertawa hambar, "Ti-Tidak kok, kan cuma kepikiran saja."
"Jadi, bagaimana? Kau mau mengunjungi lab Tesla setelah ini?" Great Chamberlain bertanya kepada Elric yang mulai keringat dingin.
"A-Ah, ya, kurasa itu bukan ide buruk."
Mereka kembali menikmati hidangan yang disajikan Grand Butler sambil berbincang, meskipun Elric masih merasa ngeri karena ucapan Great Chamberlain beberapa saat lalu, tapi Great Chamberlain tidak mengungkit soal itu lagi.
Tapi itulah sisi mengerikan dari Great Chamberlain, dia benar-benar akan menghabisi siapapun yang mengutarakan kalimat berbau penentangan terhadap Ratu. Dia diberi peringatan hanya karena dia adalah wakil dari Elder Vampire.
Elric berjalan mengikuti Great Chamberlain, karena dia belum tahu lokasi lab Tesla, soalnya dia benar-benar tidak tertarik mengunjungi lab sebelumnya.
Laboratorium Tesla ternyata tidak begitu jauh dari ruang kerja Great Chamberlain, mereka berdua melakukan identifikasi wajah di depan pintu besi yang menghubungkan dengan Lab.
Setelah identifikasi selesai, pintu lab itu pun terbuka, Elric langsung terperangah begitu melihat interior lab, rasanya seperti berada di dunia yang berbeda.
"Great Chamberlain, kau datang lagi." Seorang pria yang penampilannya terlihat seperti pria berusia 30an dengan rambut tersisir rapih dan kumis stylish menyambut mereka, dia mengenakan kemeja berwarna putih yang digulung sampai siku, ditambah dengan vest berwarna hitam, warna yang sama dengan celananya.
"Ya, aku tidak pernah bosan dengan lab mu." Great Chamberlain dan Tesla seperti sudah kenal cukup dekat, yang lebih membuatnya terkejut adalah ternyata sosok Tesla sangat berbeda dari yang dia bayangkan. Dia kira Tesla itu bapak-bapak paruh baya dengan kepala botak dan tubuh ringkih.
Tapi begitu berdiri di hadapannya, dia langsung bisa merasakan kalau orang ini sama mengerikannya dengan Elder Vampire.
Tesla mempersilakan mereka berdua duduk di sofa dengan bentuk yang unik, kemudian sosok menyerupai bentuk manusia tapi dengan tubuh besi mendekati mereka sambil membawakan suguhan.
"Kau tidak datang sendirian rupanya, kalau aku tidak salah menebak, Anda pasti Tuan Elric bukan? Aku kenal baik dengan Elder."
"Ah, tidak perlu terlalu formal denganku." Setelah merasakan tekanan mengerikan dari sosok Tesla, Elric langsung menaruh rasa hormat padanya, rasanya kurang pantas orang sekaliber Tesla memanggilnya dengan sebutan 'Tuan'.
Tesla tersenyum dan mengangguk, "Jadi, ada perlu apa kalian berdua kemari?"
"Elric sedang merasa bosan, jadi aku mengajaknya kemari, apa kau punya sesuatu yang baru?" Tesla tersenyum mendengar pertanyaan Great Chamberlain.
"Kebetulan sekali, ku baru saja menyelesaikan proyek terbaru ku. Silakan ikuti aku."
Elric hendak berdiri mengikuti Tesla, tapi tiba-tiba sofa yang dia duduki mengambang dan berjalan dengan sendirinya mengikuti Tesla, dia terlihat sangat kebingungan dengan hal ini.
Great Chamberlain yang melihatnya tertawa kecil, dia sepertinya sudah terbiasa dengan ini. Bahkan meja tempat hidangan disuguhkan juga melayang mengikuti mereka.
Tesla berhenti berjalan, lalu dia menarik kain yang menutupi sebuah objek berbentuk persegi yang cukup besar.
"Ini dia, sebenarnya aku sudah memikirkan soal ini sejak lama, tapi baru bisa ku realisasikan sekarang."
__ADS_1
Benda di hadapan mereka saat ini adalah sebuah benda berbentuk persegi panjang yang terlihat seperti kaca berwarna gelap, Tesla memberi perintah kepada manusia-manusia besi itu untuk melakukan sesuatu pada benda tersebut.
Kemudian dia dikejutkan oleh cahaya yang tiba-tiba muncul dari benda itu. Seolah belum puas membuatnya terkejut, cahaya itu segera digantikan oleh sebuah lukisan yang bergerak-gerak, lukisan berupa padang rumput dengan burung-burung beterbangan.
"Aku menyebutnya Video Game, saat ini masih dalam tahap uji coba, tapi aku yakin kalau proyek ini bisa menjadi sarana hiburan paling menyenangkan di Dunia Bayangan." Tesla menjelaskan dengan bangga.
"Jadi, bagaimana cara kerjanya?" Tanya Great Chamberlain.
Tesla kemudian memberi mereka semacam tongkat dengan bentuk melengkung di salah satu ujungnya.
"Seperti yang kalian lihat, benda ini adalah senapan api, senjata yang digunakan oleh unit Sentinel. Arahkan senapan ini ke burung yang beterbangan, lalu kalian tekan pelatuk yang ada disini."
Great Chamberlain mengikuti instruksi Tesla, lalu setelah membidik selama beberapa detik, dia menekan pelatuknya. Suara letusan terdengar, lalu satu burung di lukisan bergerak itu jatuh terkapar.
"Woahhh!" Elric benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekagumannya kali ini, dia tidak terlalu paham dengan benda di hadapannya, tapi dia tahu benda ini sangat menyenangkan.
"Kenapa tidak kau coba Elric?" Kata Great Chamberlain, Elric segera meniru yang dilakukan Great Chamberlain, Tesla mengajarinya cara membidik. Agak rumit pada awalnya, tapi akhirnya Elric mengerti cara kerja benda ini.
Elric membidik salah satu burung yang sedang hinggap di atas pohon, setelah memastikan bidikannya tepat sasaran, dia menarik pelatuk di senapan itu.
Suara letusan terdengar, lalu burung yang dibidik oleh Elric jatuh ke tanah. Saat itu, Elric merasakan sensasi yang baru, perasaan senang dan puas yang sulit digambarkan.
"Hei, Elric. Mau berlomba? Yang menjatuhkan burung paling banyak dia pemenangnya."
Jiwa kompetitif Elric langsung membara, dia menerima tantangan Great Chamberlain dengan seringai di wajahnya.
"Baiklah, Great Chamberlain."
Tesla tertawa kecil melihat mereka, laboratorium itu pun menjadi berisik sampai beberapa waktu kedepan.
...****************...
"Itu tadi benar-benar menyenangkan Great Chamberlain!" Elric berseru kegirangan, Great Chamberlain tertawa kecil, dia setuju dengan Elric.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama bermain di lab Tesla, Great Chamberlain akhirnya pamit untuk melanjutkan pekerjaan. Elric pun merasa sudah cukup puas, jadi dia juga pamit kepada Tesla.
"Sepertinya aku akan lebih sering berkunjung ke lab Tesla." Mata merah darah Elric berbinar-binar.
"Boleh saja, ajak aku juga kalau aku sedang luang."
"Tentu!"
...****************...
Seperti biasa, hari ini Tesla sedang mengerjakan proyek di lab nya, hanya suara mesin-mesin aneh dan suara mekanisme gerakan manusia besi yang terdengar.
Tidak lama kemudian, dia menerima pemberitahuan kedatangan tamu di lab nya. Karena hanya orang-orang penting yang memiliki akses ke lab nya, dia pun segera menuju ruang tamu lab untuk menyambut tamu hari ini.
"Eh?" Tesla mematung melihat pemandangan di depannya.
"Oh! Itu Tesla! Hari ini kami datang berkunjung!" Itu adalah Elric, tapi bukan itu yang membuat Tesla mematung.
"Kudengar kau membuat sesuatu yang menarik ya Tesla?" Inilah yang membuat Tesla terpaku, sosok wanita dengan rambut hitam legam yang indah, mata biru yang cantik itu menatapnya penuh dengan antusiasme.
"Selamat datang di laboratorium saya, Yang Mulia Ratu." Tesla berlutut di hadapan sosok yang begitu dihormatinya itu.
Bukan hanya Elric dan Ratu, tapi bahkan ada Memphis, Rangda dan Great Chamberlain. Tentu saja kedatangan sosok-sosok penting ini membuat Tesla ketar-ketir.
"Jadi, mana Fidio Gim yang dibilang Elric itu?" Memphis bertanya tidak sabaran.
"Namanya Video Game, bukan Fidio Gim." Great Chamberlain meralat.
"Eh? Bukannya sama saja?" Rangda ikut-ikutan.
"Tulisannya berbeda, Rangda." Sahut Great Chamberlain."
"Jadi dimana benda itu Tesla?" Sang Ratu terlihat sangat antusias.
"Ah ... Silakan ikuti saya masuk ke dalam."
__ADS_1
Tesla segera memerintahkan manusia besi untuk menyiapkan benda bernama Video Game itu, semua tamu berseru takjub ketika melihat lukisan yang bisa bergerak keluar dari kaca gelap berbentuk persegi panjang itu.
Hari itu lab menjadi sangat berisik.