Dendam Putra Bangsawan

Dendam Putra Bangsawan
Chapter 50: Penguntit


__ADS_3

Dalam beberapa hari belakangan ini semuanya berjalan biasa saja, intensitas gelombang iblis yang terjadi memang sedikit meningkat, tapi bukan pada tingkatan yang tak bisa diatasi oleh pasukan pos pertahanan.


Jumlah korban jiwa memang sedikit meningkat mengingat intensitas gelombang iblis yang juga meningkat, tapi prajurit yang gugur bisa dengan cepat digantikan dengan prajurit baru, setiap pos pertahanan juga mendapatkan personil tambahan untuk mengatasi gelombang yang meningkat.


Pasukan penjaga di setiap kota, terutama yang jarak tempuhnya jauh dari pos pertahanan, mendapat bantuan penyihir dari Departemen Sihir.


Sebelumnya, penyihir yang membantu mereka hanya prajurit yang kebetulan bisa menggunakan sihir, tapi dengan kehadiran penyihir resmi yang memiliki kemampuan dan peralatan yang mumpuni, tentu kehadiran mereka sangat membantu.


Theodore juga datang ke pos pertahanan beberapa hari lalu, membawa kabar terbaru dari pusat dan pos-pos pertahanan lain, dia sempat membantu mengatasi gelombang iblis yang menyerbu pos pertahanan.


Alex sangat terkejut dengan perkembangan kemampuan Theodore yang sekarang, dia berpikir mungkin saja Theodore adalah pengemban kekuatan cahaya terkuat di benua barat saat ini.


Tapi terlepas dari semua lika-liku itu, bagi Alex tidak ada sesuatu yang spesial terjadi semenjak peristiwa penyergapan saat itu.


Kecuali satu hal.


Alex belakangan ini sempat memergoki Julie sedang terlihat seperti sedang mengamatinya, saat jam makan di kafetaria barak, saat jadwal latihan bersama, bahkan saat dia hanya sekedar berjalan-jalan di kota.


Seperti hari ini, Alex sedang minum-minum bersama dengan Wilman, Dustin dan Gilbert di atas benteng kota sambil menunggu matahari terbenam. Tentu kalau tidak ada serangan mendadak dari iblis.


Dia bisa merasakan tatapan seseorang dari suatu tempat di bawah benteng, tentu saja dia sudah tahu siapa orang itu.


Dia memanggil salah satu peri kecil untuk melacak posisi Julie yang sedang mengamatinya, setelah peri itu menemukannya, dia pergi duluan meninggalkan teman mabuknya dengan alasan tidak enak badan.


Selama Alex berjalan, dia bisa mengetahui kalau Julie benar-benar sedang membuntutinya, hal ini benar-benar membuatnya kesal. 'Kau mau main-main? Boleh saja'.


Alex memancing Julie ke tempat yang sedikit sepi, tapi Julie tampak sama sekali tidak curiga dan tetap membuntutinya begitu saja.


Saat Alex memasuki sebuah gang yang benar-benar sepi, dia berbalik dan berkata dengan nada kesal. "Kau boleh menampakkan diri sekarang."


Beberapa saat kemudian, Julie yang mengenakan pakaian sehari-hari layaknya gadis random di kota menampakkan diri.


"Jadi kau tahu." Julie berkata lirih.


"Tentu saja, terlebih sudah beberapa hari ini aku merasa geli di bagian tengkuk berkat tatapan seseorang."


Julie membuang mukanya ke arah lain, berusaha pura-pura tidak tahu. Tingkahnya membuat Alex benar-benar kesal, kalau saja dia bukan anak bangsawan, entah apa yang akan dia lakukan pada gadis ini.


"Apa maumu?"


"Beri aku makhluk lain." Julie menjawab begitu saja tanpa bertele-tele.


Alex memasang ekspresi bingung. "Hanya itu?"

__ADS_1


Julie mengangguk.


"Kau mengintai ku selama berhari-hari karena tidak ingin mengatakannya secara langsung?"


Julie membuanh muka lagi. "Apa maksudmu?"


Alex mengusap mukanya dengan frustasi, entah apa yang dipikirkan oleh wanita, dia benar-benar tidak bisa memahami mereka.


"Kau tinggal bilang saja, tidak perlu mengintaiku begitu."


Entah kenapa Julie sekarang terasa sedikit berbeda dari Julie yang dia kenal di Akademi, memang mereka jarang berinteraksi, tapi Alex setidaknya tahu seperti apa watak gadis ini.


Yah, kehilangan rekan dan memang sangat mempengaruhi kepribadian seseorang, Alex sendiri merasa kalau dia sudah berubah jadi seorang bajingan karena perang ini. Mungkin ibunya akan merasa asing melihat sosoknya yang sekarang.


"Kalau begitu aku minta lagi. Juga, bolehkah aku meminta jatah setiap beberapa hari? Tentu kalau tidak memberatkanmu."


Kalau ada orang yang mendengar percakapan mereka, sudah pasti itu akan menyebabkan kesalahpahaman.


"Baiklah, aku mengerti."


"Sebagai gantinya?"


Alex seperti baru tersadar oleh sesuatu. 'Kenapa aku bodoh sekali melewatkan kesempatan memeras cewek bangsawan?' Cewek bangsawan yang dia kenal selama ini adalah Alicia, jadi dia tidak pernah sekalipun berpikir sesuatu yang aneh padanya, cari masalah dengan cewek itu sangat berisiko.


"Jangan terlalu dipikirkan, cukup bayar sewa saja per makhluknya." Alex menjawab dengan sorot mata aneh.


'Diamlah Fenrir, ini demi kebaikan kita bersama.'


'Dimengerti.'


"Baiklah, bagaimana dengan sepuluh koin emas untuk setiap makhluk? Akan kubayar per pekan."


Mata Alex melebar mendengar itu, gaji pokok nya sekarang saja hanya sekitar tiga puluh koin emas per bulan, jumlah yang ditawarkan Julie lebih banyak dari gajinya jika ditotal, itupun baru dari satu peri, ini jelas kesempatan bagus yang tidak bisa dilewatkan.


"Sepakat." Alex mendekat ke Julie dan menjabat tangannya.


"Kalau begitu, aku mau mengikat kontrak sek-"


Kalimat Julie terpotong oleh suara sirine yang menggema ke penjuru kota, keributan mulai terjadi, para prajurit segera mengarahkan penduduk untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah yang disiapkan pihak militer dan Aliansi.


Alex dan Julie bergegas menuju benteng untuk mendukung garis pertahanan, mereka berdua adalah unit pendukung di garis belakang, jadi tidak terlalu membutuhkan perlengkapan seperti zirah dan pedang.


"Kita bicarakan lebih lanjut nanti!" Seru Julie kepada Alex, dia mengeluarkan sebuah peluit dan meniupnya dengan keras.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, puluhan hewan buas berlarian menuju lokasi Julie melalui jalur khusus yang dibuat untuk mereka. Julie menaiki punggung macan kumbang kesayangannya dan melaju ke arah benteng.


'Sial! Andai saja aku bisa dengan leluasa memanggil peri untuk aku tunggangi.'


"GRUUU."


Alex yang sedang berlari dikejutkan dengan sebuah suara asing di sebelahnya, dia menoleh dan melihat peri yang dia pinjamkan ke Julie.


'Benar juga, aku kan masih pemilik aslinya.'


Alex melompat ke punggung peri itu. "Saatnya bersenang-senang Arno!"


"GRUU!"


.......


Gelombang kali ini berhasil diatasi saat matahari telah tenggelam sepenuhnya, Alex menembakkan beberapa bola api ke langit untuk memastikan tidak ada iblis yang tersisa di luar benteng.


"Kerja bagus hari ini, Alex." Dustin mendekati Alex dan menyodorkan sebatang cerutu, Alex menerimanya dengan senang hati.


"Mau mampir ke rumah bordil setelah ini?" Tanya Dustin setelah Wilman dan Gilbert bergabung, mereka berdua terlihat mengalami beberapa luka, tapi tidak ada luka yang cukup parah.


Alex teringat dengan Julie, mungkin dia akan mencarinya setelah ini. "Maaf, sepertinya aku masih ada urusan setelah ini, kalian duluan saja."


"Oh? Urusan dengan siapa?" Gilbert bertanya penasaran.


"Dengan Julie."


Tiga orang itu terdiam dan saling tatap, setelah itu mereka menyeringai jahat ke arah Alex.


"Wah wah wah ... Kau benar-benar bajingan berkelas ya? Aku iri padamu." Dustin menyodok perut Alex menggunakan alat sihirnya.


"Dia sudah bosan dengan barang di rumah bordil, sekarang dia cari barang yang masih segar. Dia memang bajingan berkelas seperti yang kau katakan." Gilbert menambahi.


Alex menghela nafas kesal. "Bukan seperti itu, aku tidak mau cari gara-gara dengan anak bangsawan."


Dustin menepuk-nepuk punggung Alex, dia hanya bercanda, mereka bertiga pun lalu beranjak pergi ke rumah bordil.


Julie muncul tak lama setelah itu sesuai dugaannya, dia meminta satu peri baru ke Alex sekaligus memberikan pembayaran sesuai kesepakatan. Dia langsung pergi ke hutan setelahnya, Alex memberinya peri berwujud kupu-kupu berukuran besar dengan kekuatan angin, Julie terlihat cukup puas dengan itu dan langsung memberi nama untuknya.


Dengan begini, Alex seperti melempar dua burung dengan satu batu, dia bisa memperkuat pertahanan di barat, dan juga mendapatkan penghasilan tambahan tentunya.


Mungkin dia dan Julie adalah kombinasi formasi sempurna seperti Desmond-Alicia-Anford, meski mungkin formasi Alex-Julie tetap tidak sebanding dengan formasi mereka. Meski formasi itu sepertinya menahan potensi Desmond, tapi yang terpenting saat ini adalah efisiensi.

__ADS_1


Kalau dipikir-pikir, ada satu lagi pengemban kekuatan cahaya di barat, namanya Egmont kalau Alex tak salah ingat. Tapi dari kabar yang dia dengar dari prajurit lain, orang itu mengalami depresi berat setelah melihat situasi di kota tempat terjadinya pembantaian itu.


Mungkin saja orang itu memiliki kemampuan yang memiliki sinkronasi bagus dengan kekuatan Alex dan Julie.


__ADS_2