
Alfonso mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu, satu tebasan dia luncurkan dengan sasaran kepala Alex, dengan cepat Alex mengelak dan mengangkat Swordstaffnya. Dua senjata kayu tersebut berbenturan, menimbulkan suara yang cukup keras, semua orang yang menontonnya menahan nafas.
Sekali lagi Alfonso melancarkan serangan tebasan rendah, menyasar bagian perut, Alex segera melompat mundur untuk membuat jarak, lalu dengan cepat dia menusukkan Swordstaff nya ke arah Alfonso.
Tapi serangan itu mampu dihindari oleh Alfonso, alih-alih menghindar sambil mundur, Alfonso menerjang maju untuk memperkecil jarak, senjata Alex bisa sangat merepotkan kalau sampai diberi jarak yang cukup untuk menyerang.
Alex tak kalah cekatan, dia memutar Swordstaffnya ke belakang, lalu dia menghantamkan bagian tumpul dari Swordstaff itu tepat ke perut Alfonso yang sedang maju ke arahnya. Alfonso memekik tertahan, dia segera melompat mundur sambil memegangi perutnya dengan ekspresi kesakitan.
Penonton langsung bersorak keras melihat jagoan lencana perak itu terduduk, beberapa murid sampai histeris karena saking hebohnya. Duel antara dua pemula dalam hal bertarung menggunakan senjata ini sangat menegangkan.
__ADS_1
Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Alex maju dan menyabetkan Swordstaffnya menyasar kepala Alfonso yang sedang terduduk, dengan susah payah, Alfonso mengangkat Bastard Sword nya untuk menangkis serangan Alex.
Suara keras dari benturan senjata kayu mereka kembali terdengar begitu keras, Alfonso sampai berguling ke samping untuk mengurangi impact dari serangan Alex, diluar dugaannya, fisik Alex ternyata begitu kuat.
"Kau tidak lupa kalau aku sudah bisa menggunakan sedikit aura kan?" Alfonso kembali berdiri dan memasang kuda-kuda baru, seketika itu, Alex merasakan hawa intimidasi dari Alfonso, bilah pedang Alfonso pun seperti diselimuti oleh fatamorgana. 'Itu aura!' Seru Alex dalam hati.
Alfonso sekali lagi menerjang ke arah Alex, dengan sekuat tenaga, dia mengirimkan tebasan dari atas, menyasar batok kepala Alex. Menyadari kalau serangan ini sangat berbahaya, Alex segera melompat mundur, tapi belum sempat dia memberi serangan balik, Alfonso tiba-tiba sudah berada di depannya, dengan tebasan menyasar leher.
Ternyata Alex menjatuhkan tubuhnya ke belakang sepersekian detik sebelum bilah pedang Alfonso mengenai lehernya, lalu dengan cepat, dia menyasar dagu Alfonso menggunakan kakinya dalam posisi berbaring, dia memanfaatkan momentum jatuhnya untuk menghantam dagu Alfonso.
__ADS_1
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Alex menerjang maju dengan Swordstaff di tangannya, dia menyabetkan Swordstaff itu dengan kekuatan penuh ke rusuk Alfonso yang masih oleng.
Suara hantaman keras pun terdengar, disusul suara tubuh yang ambruk, para penonton berseru heboh saat melihat sang pemenang berdiri sambil mengangkat senjatanya tinggi-tinggi.
Petugas medis yang sudah bersiaga segera membopong Alex yang tak sadarkan diri ke klinik, lalu memeriksa kondisi Alfonso yang terlihat lebih babak belur daripada Alex, dia dinyatakan mengalami pendarahan ringan di ulu hatinya, bibirnya sobek dan dia mengalami retak di giginya.
Alex terlalu bersemangat karena dia merasa sudah menang, itu membuatnya mengeluarkan serangan berkekuatan penuh yang membuat semua celahnya terbuka. Dengan satu langkah mundur, Alfonso berhasil menghindari serangan Alex, Alex yang kehilangan keseimbangan karena kekuatan tebasannya yang terlalu besar tidak bisa bereaksi saat Alfonso melancarkan serangan balasan ke pelipisnya menggunakan gagang pedang, seketika membuat Alex kehilangan kesadaran.
Meskipun mereka sama-sama bukan orang yang jago bertarung, tapi Alfonso memiliki sedikit lebih banyak pengalaman bertarung, terutama saat melawan Ferdinand yang merupakan jenius di dua bidang, hal ini membuat dia lebih baik dalam mengambil keputusan saat bertarung dan mencari celah dalam pertahanan lawan.
__ADS_1
Wasit mengangkat tangannya, tanda duel sudah berakhir.
"PEMENANGNYA! ALFONSOOO!"