Dendam Putra Bangsawan

Dendam Putra Bangsawan
Chapter 33: Komunikator


__ADS_3

Theodore Edgard Khalinos, si Putra Mahkota Kerajaan Vasilius, dia adalah seseorang dengan bakat bertarung yang hebat dan kemampuan sihir yang mumpuni. Karena sedikitnya orang yang bisa menggunakan sihir, bisa menguasai sihir menengah saja sudah di anggap hebat. Itulah yang dialami oleh Putra Mahkota ini.


Namun semenjak masuk ke Akademi, dirinya yang biasa dipuji sebagai jenius berbakat, harus merasakan pahitnya perasaan inferior.


Sebenarnya dia itu termasuk ke dalam top lima murid terkuat dan menduduki posisi ke lima. Tapi tetap saja, berada dibawah orang lain terasa begitu menyakitkan baginya.


Belum lagi dia harus menerima kenyataan kalau salah satu dari orang yang berada di atasnya adalah orang yang seharusnya menjadi bawahannya ketika kelak dia diangkat menjadi Raja.


Adrian Cornivus Duterte, Alex Collin, Ferdinand Notaras Chevallaire, Alicia Arnaveu Brigantine. Mereka adalah nama-nama yang selalu membayanginya ketika masa-masa pendidikan di Akademi.


Semasa semua murid dilantik menjadi prajurit aliansi, dia termasuk salah satu dari beberapa murid Kelas Emas yang tidak diberangkatkan, hal itu membuatnya sangat frustasi. Dia merasa sangat tidak berguna sebagai seorang Putra Mahkota yang diharapkan banyak orang.


Setelah itu, dia tiba-tiba mendapat pelatihan khusus, instruktur Derrantes menyuruhnya untuk berlari menggunakan kekuatan cahayanya yang berupa kecepatan. "Berlarilah dengan kecepatan penuh mu mengelilingi Leidenburg." Begitulah yang instruktur katakan saat itu.


Ketika itu, Theodore merasa instruktur Derrantes sudah sinting, maksimal jarak yang bisa dia tempuh dengan kecepatan penuh hanya sekitar lima puluh meter. Tapi dia menyuruhnya berlari mengelilingi kota Leidenburg dengan lintasan sekitar delapan puluh kilometer dengan kecepatan penuh.


Hari-hari terasa seperti neraka itu terus dijalani oleh Putra Mahkota kita. Dia awalnya hanya menggunakan beberapa persen kekuatannya untuk menjaga stamina, tapi tetap saja, dia merasa sangat tersiksa dengan pelatihan itu.


Tapi hanya dalam waktu satu minggu, dia mulai terbiasa berlari mengelilingi kota Leidenburg , bahkan dia sendiri tidak menyangka dia melakukannya.


Karena tahu kalau Theodore tidak menggunakan kecepatan penuh saat berlatih, atau mungkin lebih tepatnya dia sudah menduga hal itu. Instruktur kembali memintanya meningkatkan kecepatan.


Hanya dalam waktu setengah bulan setelahnya, dia sudah berhasil mengelilingi kota Leidenburg dengan kecepatan nyaris menyamai kecepatan tertingginya sebelum memulai latihan.


Bagaimana dengan kecepatan tercepatnya saat ini? Tentu saja lebih cepat dari sebelum memulai latihan, bahkan instruktur sampai termangu dan tidak bisa berkata-kata ketika Theodore mendemonstrasikan kecepatan penuhnya.


Dalam jarak lima puluh meter, dia bisa berpindah dengan kecepatan yang tidak mampu diikuti oleh mata, gerakannya itu menciptakan gelombang kejut di sepanjang jalur yang dilaluinya.


Setelah merasa staminanya semakin kuat, dia mencoba berlari menggunakan kecepatan penuh mengelilingi kota Leidenburg. Dengan lintasan berjarak delapan puluh kilometer, dia mampu melakukan satu putaran hanya dalam waktu enam menit.


Tapi karena kecepatan itu terlalu ekstrim, pihak Akademi harus menanggung biaya perbaikan karena langkah kaki super cepat Theodore membuat paving dari lintasan yang dilaluinya rusak.


Tidak lama kemudian, pihak Aliansi memanggilnya untuk bertugas, namun tugas yang diberikan kepadanya jauh berbeda dari yang dia bayangkan.

__ADS_1


"Anda akan menjadi perantara komunikasi kami dengan pos-pos pertahanan, markas militer, markas cabang aliansi, dan juga departemen sihir." Begitulah yang dikatakan salah satu petinggi aliansi yang bernama Hazkiel Mustafa.


Awalnya dia merasa tidak terima, harga dirinya sebagai Putra Mahkota merasa terluka dengan tugas yang terdengar merendahkan itu.


Tapi pihak aliansi telah mengantisipasi hal ini, jadi mereka menghubungi Raja Vasilius sebelum memanggil Theodore dan menjelaskan peran yang akan mereka berikan kepada Theodore.


Sialnya, Raja Vasilius rupanya setuju dengan gagasan mereka, jadi Theodore sama sekali tak berkutik. Dengan terpaksa, dia menerima seragam militer yang khusus dirancang untuknya dan misi pertamanya adalah melakukan 'patroli' dari Akademi Aliansi Benua Barat yang berada di Leidengard ke Markas Pusat Aliansi Benua Barat yang berada di Petra.


Menggunakan jalur kereta uap untuk menghindari kecelakaan, Theodore berhasil mencapai Markas Pusat Aliansi Benua Barat yang terletak di Petra yang berjarak sekitar delapan ratus kilometer dari Leidenburg dalam waktu kurang dari dua jam, itupun sudah dipotong waktu istirahat.


Meski merasa tidak enak karena menggunakan Putra Mahkota seperti burung pembawa pesan, tapi saat ini bukanlah waktunya mempermasalahkan hal-hal seperti itu.


Dengan begitu, Putra Mahkota kita resmi diangkat sebagai Komunikator, jabatan yang baru saja dibuat khusus untuknya, beserta dengan lencana khusus dan seragam khusus, bahkan Departemen Komunikasi pun seperti berada dibawah kendalinya. Atau mungkin juga sebaliknya.


Dia juga orang yang memastikan kondisi pos pertahanan tenggara setelah datang laporan mengenai serangan di sana, dia juga ditugaskan untuk memeriksa pos pertahanan barat dan utara setelahnya. Karena Anderas relatif dekat dari Leidengard, Aliansi memutuskan menjadikan pos selatan sebagai rotasi patroli terakhir Theodore.


Dalam misi kali ini, dia ditugaskan membawa sebuah surat dari Markas Pusat Aliansi Benua Barat ke Departemen Sihir yang berada di sebuah wilayah di utara benua yang tidak termasuk teritori negara manapun. Di sana, dia bertemu dengan Alfonso dan adiknya, Ferdinand.


Rupanya, Marcus Goverzenon, sang Magus Vasilius meminta kepada Aliansi untuk 'memberikan' dua orang itu serta beberapa orang lain dari Akademi sebagai bantuan untuk Departemen Sihir.


Tapi Marcus dan Alfonso serta beberapa petinggi Departemen Sihir tidak menyetujui duel itu. Mereka menyadari seberapa kuat Theodore saat ini, duel itu beresiko mencelakakan Ferdinand yang merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki Departemen Sihir.


Salah satu tujuan dari misi Theodore kali ini adalah melakukan percobaan, untuk mengetahui apakah memungkinkan bagi seseorang berada dalam kecepatan yang sama dengan Theodore.


Karena rencananya, ketika sewaktu-waktu bantuan Departemen Sihir diperlukan di sebuah lokasi, mereka akan mengirim Theodore dan beberapa penyihir ke lokasi itu.


Rencana ini membutuhkan bantuan dari Adrian, yang mana dia akan menghubungkan dirinya dengan Theodore dan para penyihir menggunakan kekuatan Telekinesisnya, lalu Theodore akan berlari dengan kekuatannya sementara para penyihir akan membuat perisai yang melindungi mereka dari gesekan udara yang bisa berakibat fatal.


Karena itulah dia dikirim ke kota Sananta di negara Anderas yang merupakan pos pertahanan selatan, untuk membawa Adrian ke Departemen Sihir atas persetujuan Aliansi.


Tapi setibanya di kota Sananta, bukannya manusia, tapi justru dia bertemu dengan segerombolan boneka perak berwujud manusia yang sudah menguasai kota.


Mayat-mayat prajurit bergelimpangan di kota, bersama dengan rongsokan potongan tubuh berwarna perak dari boneka besi yang berserakan, Theodore bahkan mengenali beberapa dari prajurit yang tewas karena mereka adalah rekannya di Akademi.

__ADS_1


"Jadi seperti ini wujud iblis itu? Kenapa tidak sesuai perkiraanku?" Dia menatap beringas gerombolan boneka besi yang mengepungnya.


Dalam sepersekian detik, tubuhnya menghilang dari tempatnya berdiri. Lalu dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata, satu persatu boneka-boneka itu terlempar ke berbagai arah, menabrak satu sama lain dan tumbang, bahkan meledak.


Dalam waktu kurang dari satu menit, dia sudah membereskan semua boneka yang berkeliaran di kota itu. Menyisakan suara gemuruh yang bergema akibat gelombang udara yang tercipta akibat kecepatannya.


Tidak lama kemudian, saat dia sedang berusaha melacak jejak para prajurit yang bertahan hidup, tiba-tiba sosok William muncul.


"Putra Mahkota?! Kau Putra Mahkota!"


William yang melayang di udara segera mendarat dan memberi hormat dengan berlutut. "Ugh, hentikan saja, aku ini sekarang cuma pesuruh Aliansi."


William tampak tidak mengerti maksud perkataan Theodore, "Tidak usah memberi hormat begitu, formalitas sama sekali tidak diperlukan saat ini," jelas Theodore lagi.


Akhirnya William berdiri, "Apakah Anda bersama bala bantuan?" Dia bertanya antusias.


"Apa maksudmu bala bantuan? Kami bahkan belum menerima kabar tentang kekacauan ini."


"Benar juga. Lalu, bagaimana Anda bisa tiba disini?" William bertanya lagi.


"Apa lagi? Tentu saja berlari." Theodore tersenyum sambil mengangkat bahunya.


Mulut William menganga, "Darimana Anda berlari? Lalu berapa lama Anda berlari untuk tiba di tempat ini?"


"Dari Petra ke Anderas, mungkin sekitar lima atau enam jam termasuk istirahat."


William berseru heboh, tapi dia segera mengendalikan dirinya dan kembali bersikap normal.


"Berarti suara ledakan yang sedari tadi saya dengar itu asalnya dari Anda, Anda memang hebat sekali ... Bisa mengalahkan semua boneka ini." Nada bicara William sedikit berubah ketika dia mengatakan kalimat terakhirnya.


Theodore menyilangkan tangannya, "Itu bukan apa-apa, lagipula apa yang dilakukan si nomor satu? Ah, ngomong-ngomong aku disini untuk membawanya ke Departemen Sihir atas perintah Aliansi." Yang dia maksud si nomor satu adalah Adrian.


William hanya diam saja, hal itu membuat Theodore kebingungan.

__ADS_1


"Mungkin lebih baik jika Anda melihatnya sendiri. Mari, saya antar ke basecamp kami."


Theodore merasa kalau ada sesuatu yang buruk terjadi pada Adrian, tapi dia cuek saja. Memang apa sih hal terburuk yang bisa dialami oleh orang itu? Palingan cuma kritis karena berlebihan menggunakan kekuatannya, tidak mungkin dia mati kan?


__ADS_2