
Aku terbangun saat udara pagi yang dingin menerpa wajahku, saat aku bangun dan terduduk, seorang prajurit yang berjaga memberi isyarat kepada seseorang. Tidak lama kemudian, seorang paramedis memasuki tenda yang lebih cocok disebut gubuk ini dengan bungkusan kertas dan sebotol air di tangannya.
Aku menerima bungkusan ransum itu tapi tidak langsung memakannya, siapa juga yang memakan roti kering super keras dan daging asap begitu bangun tidur?
Tapi karena merasa sangat haus, aku meminum air di botol itu. Sensasi dingin yang memasuki perutku justru membuat perutku merasa lapar.
Akhirnya karena tidak ada pilihan lain, aku memakan roti itu, ketika tenggorokanku terasa kering karena roti, aku kembali meneguk air, setelah itu aku menggigit daging asap yang alot untuk mendapatkan rasa, kemudian makan roti lagi, minum lagi, gigit lagi. Begitu terus sampai habis.
Kondisi tubuhku sudah jauh membaik, karena kekuatanku secara pasif terus menerus memperbaiki tubuhku ketika terjadi kerusakan.
Rasa nyeri di sekujur tubuh saat semalam aku terbangun juga sudah hilang, aku sempat bertanya kondisi teman-temanku kepada salah satu paramedis saat itu. Dia bilang mereka semua baik-baik saja meski terluka, aku pun kembali tidur karena merasa lega.
Kira-kira bagaimana kondisi Alicia? Tapi seharusnya mereka baik-baik saja, terutama karena ada orang-orang dengan kekuatan yang cocok untuk melawan boneka-boneka besi itu. Apalagi Alicia, pasti dia dengan mudah menghancurkan mereka tanpa ampun, aku justru kasihan kepada mereka.
Orang-orang kuat seperti Brian, Brenda, Desmond, Alex dan Anford juga bersamanya. Aku tidak perlu mengkhawatirkan mereka, justru sepertinya aku harus segera mengurus Alvaro, dia pasti sangat memaksakan dirinya saat aku tak sadarkan diri. Tapi mari beristirahat sedikit lebih lama.
Saat aku duduk diam terlarut dalam pikiranku, tiba-tiba terjadi keributan di luar, orang-orang meneriakkan kata-kata "Adrian selamat!" "William berhasil menyelamatkan Adrian!"
Saat mendengar hal itu, firasat buruk merasuki pikiranku, aku pun bergegas keluar tenda. Di sana, tubuh Adrian tergeletak dengan luka tebasan yang sangat besar, ditambah luka bakar di sekujur tubuhnya. Bahkan separuh wajahnya terbakar sampai tidak ada rambut yang tersisa di bagian wajah itu.
Jantungku seperti berhenti berdetak. Apa yang terjadi? Bukankah paramedis bilang mereka semua selamat?
Aku segera mendekati Adrian, sepertinya Haznav mengatakan sesuatu kepadaku, tapi aku tidak begitu memperhatikannya. Segera aku menggunakan kekuatanku untuk menutup kembali luka Adrian dan menghilangkan luka bakarnya.
Tapi setelah aku selesai menyembuhkan dia, aku masih merasa ada sesuatu yang tidak beres. Karena aku berkali-kali menyembuhkan luka sejak masih di Akademi, aku kenal betul dengan perasaan saat kekuatanku berhasil menyembuhkan seseorang. Tapi kali ini, aku tidak merasakannya pada Adrian.
-Raymond? Kau kah itu?-
__ADS_1
Aku terperanjat karena sebuah suara tiba-tiba muncul di kepalaku, aku mengenali suara itu dengan baik, tidak salah lagi itu suara Adrian. Tapi saat ini dia sedang tidak sadarkan diri, bahkan darah mulai keluar dari mulut dan hidungnya.
-Aku rasa tidak ada banyak waktu untukku, jadi ku ucapkan terimakasih padamu dan orang yang membawaku kepadamu, tapi jangan katakan kepadanya kalau aku yang bilang, pokoknya aku serahkan kepadamu lah. Lalu Alex dan Anford mungkin akan mengamuk kalau mereka tahu akan hal ini, jadi aku minta padamu dan Alvaro yang memahami situasi ini untuk menjelaskan kepada mereka. Kalau itu Alvaro, mungkin ada peluang mereka mendengarkan perkataannya.-
Apa-apaan ini? Adrian bisa melakukan sesuatu yang seperti ini? Terlebih, itu artinya dia memiliki kesadaran penuh saat ini, kalau begitu dia pasti sedang merasakan sakit yang luar biasa karena organ dalamnya tidak ada di tempat.
Aku segera mendudukkan tubuh Adrian, membiarkan darahnya keluar, lalu aku gunakan kekuatanku untuk mengurangi rasa sakitnya.
-Ah ... Rasanya jauh lebih baik, terimakasih banyak. Maaf karena tidak bisa bertarung bersisian dengan kalian lagi ... Bilang kepada ayahku untuk segera membuat ahli waris baru ... Dia juga harus lebih perhatian kepada anaknya ... Maafkan ... aku ... Dan ... Terimakasih ... Banyak ... Untuk ... Kalian ... Se ... Mua ....-
Suara itu hilang, berarti kesadaran Adrian juga hilang, dengan kekuatanku seharusnya dia masih bisa tetap menjaga kesadarannya. Hanya ada satu penjelasan untuk hal itu.
Aku kembali membaringkan tubuh Adrian, lagi-lagi aku mendengar Haznav mengatakan sesuatu, tapi aku tidak terlalu memperhatikannya. Aku mengeluarkan sapu tangan yang sedikit kotor karena pertarungan, lalu ku bersihkan darah di wajahnya, aku melepas jaketku dan menutup wajah Adrian.
Haznav membawa masuk tubuh Adrian ke sebuah tenda darurat, dia mengeluarkan satu pasien dari sana secara paksa. Dasar orang kejam.
"Terimakasih karena sudah membawa Adrian kembali. Berkatmu, kita bisa memberi penghormatan yang layak untuknya. Aku yakin dia juga berterimakasih kepadamu."
Kepalaku terasa kosong sekali saat ini, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan atau apa yang harus ku katakan selain itu.
Tiba-tiba aku teringat Alvaro, jadi aku beranjak ke salah satu tenda dan ku dapati dia terbaring di sana, wajahnya sangat pucat, tapi nafasnya stabil. Aku segera menyembuhkannya, perlu usaha ekstra untuk menyembuhkan organ-organ yang mengalami kerusakan akibat kekuatan gelombang kejutnya.
Sekarang dia terlihat lebih baik, warna kulitnya kembali seperti semula, ekspresi tegangnya pun perlahan mengendur.
Perasaan lega merayap di tubuhku, itu berarti kekuatanku berhasil memulihkannya.
Mendadak air mata menggenang di kelopak mataku, detak jantungku tiba-tiba meningkat dan nafasku mulai tersengal. Air mata yang menggenang itu mulai mengalir deras disertai nafasku yang terisak.
__ADS_1
Seolah-olah aku baru saja menyadari apa yang terjadi pada Adrian meski tadi aku menyaksikannya sendiri dengan mata kepalaku.
...****************...
"Astaga ... Tidak ku sangka Sentinel masih terlalu dini untuk mereka," Tesla yang membaca laporan dari Niya menghela nafas, "Maafkan saya karena salah perhitungan, Yang Mulia." Dia menunduk di hadapan Ratu yang sedang berjalan-jalan di taman, tentunya bersama Great Chamberlain. Ada Niya juga sih.
Tadi dia sedang berada di laboratoriumnya saat Niya tiba-tiba muncul dan mengatakan kalau Ratu menunggunya di taman. Dia menghilang kembali setelah mengatakan itu, membuat lantai lab kotor dengan dedaunan, salah satu Sentinel segera membersihkan daun-daun itu.
Karena tidak biasanya Ratu memanggilnya, dia pun bergegas menuju taman menggunakan papan terbang melalui pintu yang berada di bagian atas laboratorium. Pintu itu mengarah ke bagian luar Kastil, jadi dia bisa memacu papan terbangnya hingga kecepatan maksimal.
Singkat cerita, dia pun bertemu dengan Ratu yang didampingi oleh Great Chamberlain dan Niya, lalu dia sampai di titik ini.
"Angkat kepalamu Tesla, aku tidak mempermasalahkan hal itu, meski agak disayangkan memang. Aku hanya ingin bertanya, apakah mungkin membuat Sentinel menjadi lebih lemah?" Ratu berkata dengan nada tenang.
"Tentu saja Ratu, saya pastikan akan melakukannya." Sahut Tesla mantap.
Ratu mengangguk puas mendengar jawabannya. "Kembalilah ke laboratorium mu dan laksanakan perintahku." Ratu memberi titahnya.
Tesla menunduk sekali lagi, lalu dia berjalan mundur beberapa meter sebelum akhirnya menaiki papan terbangnya dan melesat dengan kecepatan penuh ke arah laboratoriumnya.
"Bunga-bunga yang kau rawat sangat mengesankan, Gabriel." Ratu menghirup salah satu bunga yang masih berembun, Gabriel memetik bunga itu lalu memasangkannya di telinga Ratu, membuatnya sedikit tersipu.
Niya yang melihat adegan itu memerah wajahnya, lalu tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi dedaunan dan menghilang begitu saja.
...****************...
__ADS_1
Ilustrasi karakter Reyna Bellecroix