Dendam Putra Bangsawan

Dendam Putra Bangsawan
Chapter 43: Pesta


__ADS_3

Empat hari setelah kedatangan Hector.


Konvoi bantuan logistik tiba bersama dengan beberapa personil tambahan, Darius beserta tiga rekannya yang lain dipulangkan bersama dengan rombongan kereta logistik yang kembali ke markas.


Sophia siuman sehari setelah kedatangan Hector, saat itu pertempuran sedang berlangsung di luar reruntuhan benteng. Sophia yang sedang terbaring tak sadarkan diri tiba-tiba terperanjat dan melompat dari tempat tidur, mengagetkan semua paramedis yang ada di sana, dia menyangka dirinya sedang berada di tengah pertempuran.


Perlu beberapa saat sampai Sophia bisa tenang, dia kembali tertidur dengan tubuh dipenuhi perban setelah itu.


Seharusnya dalam beberapa hari sekali, tim logistik akan datang ke pos pertahanan untuk membawa pasokan ransum dan personil tambahan jika memungkinkan.


Tetapi dalam kasus tim Darius, yang menyebabkan mereka terlantar di pos pertahanan selama berhari-hari adalah karena putusnya komunikasi, lepasnya merpati pembawa pesan menjadi awal petaka yang menimpa satuan Darius sebelumnya.


Markas militer menganggap satuan Darius telah gugur, mereka akhirnya mengutus Hector, yang merupakan salah satu komandan militer Chyrosian bersama dengan beberapa personil termasuk paramedis dan satuan penyihir.


Mereka mengira gugurnya satuan Darius adalah karena mereka menghadapi musuh yang kuat, satuan Darius memang tidak dibekali dengan paramedis yang cukup, mereka juga tidak memiliki penyihir dalam satuan itu. Mereka berpikir itulah yang menyebabkan satuan Darius tersapu habis, padahal penyebabnya sesepele lepasnya merpati pembawa pesan.


Terlepas dari itu semua, Darius dan tiga rekannya berhasil bertahan, meski mereka kehilangan beberapa prajurit kuat termasuk pemimpin satuan mereka yang merupakan seorang perwira menengah. Tapi dengan selamatnya Darius dan Victor, kerugian yang mereka alami jadi terasa tidak begitu besar.


Setibanya mereka berempat di Markas Pusat Aliansi Utara, mereka secara langsung bertemu dengan pemimpin Aliansi yang juga adalah pemimpin Chyrosian, Kaisar Leonidas Panagioto.


Seperti yang sudah dikatakan oleh Hector, Kaisar bersedia memenuhi permintaan mereka berempat sebagai hadiah atas aksi heroik mereka di pos pertahanan.


Darius meminta kompensasi berupa uang dan bahan makanan pokok untuk dia dan keluarga beberapa rekannya yang gugur, Kaisar menyanggupi permintaan Darius serta memberi kenaikan pangkat kepadanya.


Sementara ketiga rekannya meminta untuk pensiun dini, tapi dengan kondisi benua utara yang di ujung tanduk, tentu Kaisar keberatan dengan hal itu.


Pada akhirnya, hanya Jacob yang mendapatkan pensiun dini, sementara Sophia akan menjadi staff di Markas Pusat Aliansi Benua Utara dan Victor ditunjuk menjadi instruktur di salah satu markas militer untuk melatih prajurit-prajurit baru. Tentu saja mereka juga mendapatkan kompensasi berupa uang dan bahan makanan pokok.


"Bukankah seharusnya kita mengadakan pesta?" Ujar Darius setelah mereka menemui Kaisar.


Jacob langsung menyetujui saran Darius, "Aku sudah lama tidak minum anggur yang enak, kalau dapat uang harusnya dipakai buat minum-minum kan?"


"Yah, aku juga sudah lama tidak tidur dengan cewek-cewek di rumah bordil, aku harus melepas semua stress di medan perang dengan itu." Tentu saja itu perkataan Victor, dia memang yang paling brengsek diantara empat orang itu.


Mereka bertiga kemudian menatap Sophia yang tubuhnya masih dipenuhi perban, sejak dia sadarkan diri, dia tidak banyak bicara. Kehilangan keluarga, kehilangan rekan-rekan wanitanya, kehilangan satu mata, kehilangan pria yang dia cintai tanpa sempat menyatakan cinta. Semua itu lebih dari cukup untuk merenggut cahaya di sorot mata gadis itu.


"Bagaimana, Sophia?" Darius bertanya.


"... Yah, kurasa aku akan ikut." Dia menjawab singkat.

__ADS_1


Mereka langsung mencari bar terdekat dan memesan satu ruangan untuk semalam penuh, Victor memesan wanita-wanita terbaik di rumah bordil yang juga bagian dari bar itu, dua gentong anggur kualitas tinggi didatangkan, mereka semua minum dengan puas sambil ditemani wanita-wanita penghibur.


"Arrggh! Iblis sialan itu~! Hic! Dia membunuh Garreth sebelum kami sempat menyatakan perasaan~! Hic! Bajingaan~!"


Diluar dugaan, Sophia yang begitu tangguh di medan perang ternyata lemah terhadap alkohol dan langsung meracau tidak karuan ketika mabuk, dia bahkan mulai menempel ke salah satu wanita penghibur, membuatnya serba salah.


"Nona, mungkin sebaiknya Anda istirahat." Wanita itu masih berusaha melepas dekapan Sophia yang terlalu kuat.


"Eh~ apaan sih Garre-Hic! Aku masih kuat minum tauu! Lihat nih!" Dia menyambar satu gelas dan menenggak isi gelas itu sampai ludes.


Setelah itu dia langsung terkapar tak sadarkan diri, tapi mulutnya masih saja menggumamkan racauan tidak jelas.


Wanita tadi akhirnya membopong Sophia keluar ruangan, hendak mengantarnya ke kamar penginapan di lantai atas.


"Yeaay~ aku digendong Garreth~"


Padahal dia hanya di bopong. Sophia terlihat mengendus-endus tubuh wanita itu saat dia di bopong. "Eh~ kok kamu bau parfum cewek sih Garreth~? Hic! Kamu selingkuh ya?! Hic! Huaaaa~ Garreth selingkuh~"


Tadi dia bilang Garreth dibunuh, sekarang dia bilang Garreth selingkuh, malang sekali Garreth ini.


Victor tertawa terbahak-bahak melihat kelakuam Sophia sejak tadi. "Cewek itu imut juga kalau mabuk."


"Sebaiknya jangan ungkit masalah ini ketika Sophia sadar nanti." Ujar Darius.


Jacob mengangguk, "Orang seperti itu biasanya lupa apa yang mereka lakukan saat mabuk, jadi biarkan saja, mau di ungkit pun dia tidak ingat."


Seperti itulah malam menyenangkan mereka setelah berhari-hari bertahan di neraka.


Keesokan harinya, Darius keluar dari kamar penginapan pagi-pagi, suasana bar itu masih sepi, beberapa orang terlihat tergeletak di lantai karena mabuk semalaman. Karyawan bar mulai bersih-bersih dan membangunkan orang-orang yang berserakan di bar.


Darius menguap lebar sambil meregangkan tubuhnya. Dia merasa kepalanya masih sedikit pusing, selain karena alkohol, dia juga kesulitan tidur semalam karena Victor sangat berisik di kamar sebelah, ditambah Jacob yang menyusul beberapa saat kemudian meski tidak seberisik Victor.


Pintu salah satu kamar terbuka, itu adalah kamar Sophia, Darius hendak menyapa Sophia yang keluar dari kamar itu, tapi ....


"Um ... Jangan-jangan kau dan Sophia ...."


"Ah! Bukan kok, jangan salah paham. Nona Sophia bukan wanita yang seperti itu, saya semalam ketiduran saat menunggu Nona Sophia tertidur." Rupanya dia adalah wanita yang membopong Sophia keluar dari ruangan yang mereka sewa.


"Ah, begitu ya."

__ADS_1


Mereka saling diam selama beberapa saat, tapi wanita itu kemudian mendekati Darius.


"Sepertinya Anda sendirian saja, apa Anda butuh layanan pagi, tuan?" Dia berbisik ke Darius sambil sedikit menarik pakaiannya untuk memperlihatkan belahan dadanya.


Darius menarik tangan wanita itu dan membawanya ke kamar, mereka mulai merayu satu sama lain sampai berakhir di ranjang.


Pemuda memang harus produktif di pagi hari.


...****************...


Beberapa hari kemudian, Darius dipanggil untuk menghadiri pertemuan di Markas Pusat Aliansi Benua Utara. Di sana, beberapa prajurit terpilih dan perwira militer menengah sampai tinggi telah berkumpul untuk merencanakan sesuatu.


Seorang Komandan yang bernama Elias menyambut Darius dan mempersilakannya duduk di salah satu kursi yang tersedia.


"Mungkin kau masih belum sepenuhnya memahami tujuan pertemuan ini, karena itu, aku akan menjelaskannya secara singkat."


Apa yang mereka rencanakan adalah misi penaklukan wilayah, karena itu, Kaisar yang juga merupakan pimpinan Aliansi Benua Utara menunjuk Darius yang bersedia untuk diterjunkan kembali ke garis depan untuk menjadi bagian dari misi itu.


Krisis yang mereka alami saat ini memaksa mereka untuk melakukan sesuatu selain hanya bertahan, mereka berencana untuk membuka jalan menuju benua timur dan memulihkan jalur komunikasi dengan benua lain. Jika mereka memang masih ada tentunya.


Apakah tidak mungkin mengirim merpati atau hewan lain untuk membawa pesan ke benua lain yang dekat dengan benua utara? Hal itu sudah dilakukan sejak lama, tapi entah kenapa sampai sekarang tidak ada tanda-tanda datangnya bantuan.


Ada dua kemungkinan. Yang pertama, semua benua telah binasa atau minimal sedang mengalami situasi yang sama dengan benua utara. Kemungkinan kedua adalah komunikasi mereka entah bagaimana terputus, atau lebih tepatnya diputus oleh sesuatu.


Benua timur yang merupakan benua terdekat hanya bisa dicapai dari benua utara menggunakan kapal karena keduanya terpisah oleh lautan.


Kekaisaran Kastratos yang merupakan Kekaisaran terdekat dengan benua timur secara geografis memiliki banyak kapal-kapal laut, mereka bisa menggunakannya untuk menyebrang ke benua timur.


Tentu rencana itu hanya bisa berhasil jika mereka bisa menerobos ke pelabuhan Kastratos dan iblis-iblis itu tidak menghancurkan pelabuhan serta kapal-kapal mereka.


Chyrosian juga memiliki wilayah laut, tapi memutari separuh benua untuk menuju ke timur terlalu beresiko mengingat mereka tidak tahu ancaman apa yang mengintai mereka di lautan.


Selain itu, membuka wilayah daratan juga memberi mereka keuntungan lain seperti pulihnya lahan pertanian dan akses ke sumber daya alam khususnya pertambangan bijih besi dan sumber bahan baku mesiu.


Dengan begitu, permasalahan krisis pangan dan sumber daya bisa teratasi sedikit demi sedikit, mereka juga bisa mengatasi overpopulasi di dua Kekaisaran akibat banyaknya pengungsi dengan kembali membangun wilayah yang hancur.


"Kapan misi ini dijalankan?" Darius bertanya kepada Komandan Elias


"Secepatnya."

__ADS_1


__ADS_2