Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 10


__ADS_3

Selly masih berada di Apartemen Genta, dia sedang merapikan kamar Genta di bantu Tuan rumah. Tapi yang namanya cowok kalau suruh bantu banyak sekali tingkahnya.


"Sayang, biar nanti aku suruh Dendi carikan pembantu,"


"Sebentar lagi selesai, kamu tunggu aja di depan kamar,"


"Stop sayang, kamu bukan pembantu. Gak usah bersih-bersih kamar ku," ucap Genta sambil memeluk Selly.


"Kamu ganggu terus, mending kamu di luar dulu. Sudah aku bilang, sebentar lagi selesai," Kesal Selly sambil melepas pelukan Genta, dan mendorong Genta untuk keluar kamar.


Lalu Selly mengunci pintu kamar, biar tak ada lagi yang mengganggu nya.


"Sayang.. Selly.. buka pintu," Selly tak menghiraukan ucapannya.


Setelah hampir satu jam Selly selesai membereskan kasur dan lemari pakaian Genta, dia pun membuka pintunya.


Dia melihat Genta sedang tiduran di sofabed. Selly pun mendekat ke arah Genta, dia duduk di sebelah Genta.


"Pak Bos, kamarnya sudah rapih. Tidur lagi sana di kamar, aku mau pulang,"


Selly bangun dan memasukan handphone ke dalam tas kecilnya.


"Aku udah nunggu kamu lama, sekarang kamu mau pulang. Enak aja," ucap Genta sambil memegangi tangan Selly.


Selly ikut duduk di sofa bed, di samping Genta. Genta terus memegangi tangan Selly, dia memainkan jari-jari Selly.


"Berapa wanita yang pernah kamu bawa ke sini, Pak?"


"Pak??? kamu masih panggil aku Pak?" tanya Genta yang tak terima di panggil sebutan itu.


"Pak Bos, kamu kan Bos aku," Selly pun memperjelas panggilannya, sambil senyum-senyum.


" Aku gak mau jawab kalau kamu panggil itu,"


"Ya sudah, pergi sana!! aku mau tidur di sini," usir Selly.


"Ini apartemen ku, kalau kamu mau tinggal di sini kamu harus jadi istriku dulu,"


"Ini apartemen calon suamiku, jadi bebas aku mau ngapain aja. Termasuk mengusir mu," Selly langsung memeluk Genta dari samping.


"Jadi mengusir aku atau gak? Kok malah di peluk," tanya Genta sambil membalas pelukan Sang kekasih, Selly pun menggelengkan kepala.


"Jawab pertanyaan ku yang tadi," Selly menagih jawaban dari pertanyaan yang tadi dia berikan.


"Hanya ada 1 wanita yang aku ajak ke sini, dia adalah cinta pertamaku dan terakhir ku,"


"So sweet...."


CUP


Selly menjauhkan wajah tampan kekasihnya, karena sering kali cium-cium.


"Kenapa sih, gak mau di cium?"


"Mau, tapi jangan sekarang. Kamu gak jadi cari pacar di Mall?"


"Jadi, yuuukk!! aku telpon Dendi dulu,"


'Ting..Tong..' bunyi bell Apartemen Genta.


Ceklek.

__ADS_1


"Den, kita ke Mall sekarang. Bawa teman 3 lagi,"


"Siap, Pak," Dendi keluar lagi dari Apartemen Genta, untuk memberitahu teman yang lainya


"Haduh... perasaan di drama Korea gak begini deh. Masa pacaran ramai-ramai, gak sekalian pak ajak sekampung," Selly berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar Genta.


"Sayang, aku kan udah cerita sama kamu kalau aku..." Genta mengikuti Selly dari belakang.


"Kamu mau ngapain? aku mau ke kamar mandi,"


"Aku kira kamu marah,"


"Iya, aku emang marah," seru Selly dari dalam kamar mandi.


Genta keluar kamar untuk menemui Dendi dan yang lainnya. Dia meminta Dendi dan yang lain untuk pisah mobil.


"Nanti di Mall kalian awasi saya dari jauh aja, Dia gak mau kalau ramai-ramai,"


Siap, Pak,"


Ceklek.


"Kamu belum siap-siap?" tanya Selly ketika keluar dari kamar.


"Bantu aku pilihkan baju," jawab Genta berjalan mendekati Selly yang berada di depan kamar.


Mereka berdua masuk ke dalam kamar. Genta menunjukkan lemarinya kepada Selly. Selly memilih kaos putih untuk dalamnya, dan luar kemeja berwarna biru dongker.


"Kamu pakai ini, aku tunggu keluar,"


"Tunggu di sini, kamu bisa menghadap jendela kalau gak mau lihat aku yang tampan ini,"


Selly setia menunggu sang kekasih berganti pakaian. Dia merebahkan tubuhku di atas kasur, dan menatap langit-langit kamar Genta.


Selesai berpakaian, Genta menghampiri Selly yang sedang memejamkan mata.


"Mau tidur?"


"Gak, udah selesai? yuuukk kita berangkat!!" ucap Selly sambil menggandeng tangan Genta.


"pulang dari Mall, aku langsung pulang ya,"


"Gak boleh," Selly tak menghiraukan ucapan Genta.


Kemudian Selly, Genta dan Bodyguard-nya berjalan keluar Apartemen. Genta mengajak Selly untuk satu mobil dengannya. Dan Bodyguard yang lain ada di mobil lainnya, termasuk Dendi asisten pribadinya.


"Kok kita berdua? Dendi gak di sini?" tanya Selly ke Genta dengan wajah heran.


"Sesuai request kamu, seperti di drama-drama Korea itu,"


"Hehehe... Terima kasih sudah menuruti mau ku,"


"Tapi jangan sering-sering begini ya, Aku gak mau kamu kenapa-napa,"


"Oke,"


Genta sangat bahagia berada satu mobil dengan Selly. Dia diam-diam melirik Selly, yang sedari tadi memandang keluar jendela mobil.


Sekarang Selly pindah posisi, dia memandangi kekasih baru nya yang tua dan tampan itu. Walaupun umur mereka terpaut 13 tahun, tapi dengan wajah tampan dan imut yang dimiliki Genta, mereka seperti pasangan pada umumnya.


"Sayang, tadi gimana ketemu sama Ayah? curhat tentang aku gak?"

__ADS_1


"Gak, pengawal mu berdiri di dekat aku. Sebenernya banyak yang ingin aku ceritakan ke Ayah, jadi lupa," jawab Selly sendu.


"Nanti pulang dari Mall, kita ke Ayah lagi ya!" ajak Genta.


"Mau ngapain?" tanya Selly.


"Aku mau kenalan sama Ayah mertua, kamu gak ada niat untuk mengenalkan aku?"


"Ada Mas, tapi nanti,"


"Mas? kamu panggil aku apa? Mas?" tanya Genta


"Kenapa? gak mau aku panggil itu?"


"Mau, apa lagi pakai Sayang. Pokoknya nanti pulang dari Mall ke Ayah kamu ya,"


"Hmmm.."


Bukan Selly gak mau memperkenalkan Ayahnya, tapi dia belum cerita kalau Ayahnya sudah meninggal.


Akhirnya Selly, Genta dan para bodyguard sampai di Mall. Seperti yang tadi di bicarakan sebelum berangkat. Dendi dan yang lain berada jauh dari pasangan yang sedang di mabok cinta.


"Mau cari pacar yang kayak gimana, Mas?" tanya Selly, sambil menggandeng tangan Genta.


"Yang bisa masak, bisa nyapu, bisa ngepel,"


"Kamu cari pacar atau cari pembantu? komplit nya,"


"Cari pembantu, buat temani kamu nanti di apartemen,"


"Terima kasih, tapi sepertinya masih lama,"


"Jangan lama-lama, sayang. Umur aku udah segini, kamu gak kasian sama aku,"


"Aku takut kamu main-main sama aku, apa lagi kamu banyak uang. Bisa segala macam cara di pakai untuk dapetin wanita yang lebih cantik dari aku," ketakutan Selly, karena drajat mereka berbeda.


"Jangan mikir macam-macam, aku gak seperti itu orangnya,"


"Kita makan siang dulu yuk!! mereka yang di belakang boleh ikut kan?"


"Boleh,"


Rombongan Genta dan Selly sudah memasuki Resto siap saji. Seperti biasa Dendi sudah memesan makanan untuk mereka semua. Kali ini mereka berdua makan satu meja dengan para bodyguard.


"Genta duduk bersandar di pundaknya Selly, dan Selly sibuk memainkan handphone nya. Dia ingin menunjukan video drama Korea dan drama China yang sering dia tonton.


"Jadi aku harus ikuti yang mana?" tanya Genta.


"Ikuti kata hatimu aja, sepertinya susah kalau kamu jadi Oppa-Oppa Korea," ucap Selly sambil menaruh handphone nya di atas meja.


Para bodyguard mentertawakan Bos mereka. Bos mereka terkenal dingin dan galak tapi malah mendapatkan seorang kekasih yang ingin di manja.


"Bos, nanti saya carikan lagi drama Korea yang pria nya bucin,"


"Boleh lah Den, ribet banget pacaran sama abegeh,"


"Hahaha... ya udah gak usah sama aku, Mas. Cari aja yang seumuran sama kamu," Selly terkekeh sendiri dengan ucapannya. Dan yang lain ikut mentertawakan.


"Bercanda sayang, jangan marah ya, CUP,"


Selly mengusap pipi yang habis di cium oleh Genta.

__ADS_1


__ADS_2