
Sesampai membeli cincin, Selly melihat Apartemen sudah berubah menjadi bagus.
"Siang Non, Tuan,"
"Siang, Den. Ada acara Den? Bagus banget," tanya Selly ke Dendi.
"Acara tunangan Tuan dan Non Selly," jawab Dendi bingung.
"Bukan sama saya, sama wanita yang waktu itu ke Kantor,"
Selly langsung masuk ke dalam kamar Genta dengan membawa barang belanjaan yang dia beli di Mall.
Dia segera masuk kamar mandi untuk bersih-bersih, karena dia ingin tiduran sebentar aja.
"Kok tidur?" tanya Genta yang duduk di pinggir kasur.
"Acaranya kan masih nanti malam, aku capek habis jalan-jalan di Mall,"
"Ya sudah, tidurlah. Nanti aku nyusul, aku mau lihat depan dulu,"
"Siap Mas Ganteng,"
Selly memejamkan mata, karena dia sudah tak tahan lagi matanya untuk melek. Lalu Genta keluar kamar dan mengontrol untuk acara malam nanti.
Padahal hanya keluarga inti aja, tapi Genta menyiapkan dengan indah. Hatinya Genta lagi galau, karena besok dia meninggalkan Selly selama beberapa minggu ke depan.
"Dendi, besok siapa yang ikut saya? kamu jaga Selly aja, saya lebih percaya kamu yang jaga dari pada yang lain,"
"Baik, Tuan. Besok yang ikut anda pergi ada 7 orang Tuan. 3 orang satu mobil bersama Tuan, dan uang 4 orang di mobil terpisah,"
"Baiklah, semoga gak sampai berminggu-minggu urusan di sana sudah selesai,"
"Aamiin, apa ini ada yang kurang Tuan?" tanya Dendi.
__ADS_1
"Kalau kata saya sudah cukup, Gak tau kata Selly. Yang penting rapih, dia gak suka berantakan,"
"Baik, Tuan,"
Selesai memantau depan, Genta masuk ke dalam kamar. Dia melihat Selly sedang mendengkur halus.
CUP
"Pulesnya kesayangan aku," ucap Genta setelah mencium pipinya.
Genta pun melakukan bersih-bersih dulu sebelum ikut tidur bersama sang Kekasih.
*Drrttt
Drrttt
Drrttt*
"*Mau apa lagi kamu ganggu saya? Saya sudah ingin menikah, jangan pernah ganggu saya,"
"Oiya, kok aku gak yakin kamu akan nikah,"
"Hmmm..."
"Kita lihat aja nanti*,"
Tek.
Sambungan telepon terputus dari sebrang.
"Cuma dia di tolak masih tetep gila," gerutu Genta.
Kemudian Genta ikut naik ke tempat tidur, dia merapatkan tubuhnya ke tubuh Selly. Dia ciumi pipi dan tengkuk leher Selly, sampai tubuh Selly bergerak.
__ADS_1
"Selalu sayang aku ya, dear. Aku juga akan selalu sayang kamu, muach," Genta ikut memejamkan mata.
...****************...
"Genta.. Selly.. bangun.. ini anak berdua gimana sih, ada acara tapi malah tidur gak bangun-bangun,"
TOK
TOK
TOK
"Genta.. bangun.." Teriak Mamahnya dari luar kamar.
Genta langsung membuka mata, dan melihat jam di dinding. Alangkah terkejutnya ketika Genta melihat jam di dinding, sudah menunjukan pukul 7 malam.
Dia langsung membuka pintu kamar, dan melihat sudah ada keluarganya dan Ibu nya Selly.
"Kamu ngapain aja Genta, di bangunin dari tadi bukannya bangun,"
"Gak kedengaran Mah, maaf," ucap Genta sambil mengalungkan handuk.
"Ibu, saya minta tolong bangunkan Selly. Saya gak tega melihat dia tidur pulas sekali,"
"Baik, Nak Genta,"
Ibu Selly segera masuk kamar untuk membangunnya Selly. Lalu Genta masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Selesai Genta mandi, Selly sudah duduk dipinggir kasur.
"Sayang, mandi Yank. Sebentar lagi acara kita di mulai,"
"Iya Mas," ucap Selly, dan Ibu pamit pergi keluar kamar.
__ADS_1