
"Hoam..."
"Non Selly, anda sudah bangun?" tanya karyawan yang menemani Selly sejak tadi.
"Kamu siapa? kenapa ada di sini? Pak Bos kemana?" Berbondong pertanyaan Selly tujukan ke wanita itu.
"Saya Winda, Saya di suruh menemani anda di sini. Setelah anda bangun, anda di suruh pulang. Nanti di antar oleh Pak Rian," jelas Winda.
"Kemana Pak Bos?"
"Pak Bos ada urusan penting, beliau tak tega untuk membangunkan anda,"
Selly langsung mengambil handphone nya, dan dia menelpon Genta. Dua kali panggilan terabaikan, tak di angkat oleh Genta. Selly tetap menghubungi Genta sampai di angkat.
"Hallo, Sayang,"
"Sayang.. sayang.. kamu dimana? kebiasaan banget sih asal pergi gitu aja,"
"Aku tadi udah pamit sama kamu, tapi kamu tidurnya pulas banget. Jadi maaf aku tinggal, nanti aku ke rumah mu,"
"Gak usah,"
Tek, Selly memutuskan sambungan telponnya.
'Criiiiinnggg' pesan dari Genta.
Genta : "Jangan marah Sayang, nanti kalau gak kemalaman aku ke rumah kamu,"
Pesan dari Genta tak di balas oleh Selly. Selly meminta Winda agar menemaninya ke kamar Bos untuk mengambil baju dan tas yang ada di sana.
"Winda, apa kamu sudah lama kerja di sini?"
"Sudah hampir 5 tahun Non,"
"Lama sekali, apa kamu tau kalau Pak Genta sudah punya istri atau belum?"
"Setau saya dia masih single, Non," jawab Winda.
"Oke, terima kasih sudah menemani saya. Saya pulang dulu ya,"
"Sebentar Non, tunggu Rian sebentar lagi akan tiba di sini," Selly pun mengangguk.
Selly menunggu Rian di ruangan Genta, di temani dengan Winda. Sambil mengobrol tentang Genta, ternyata Winda banyak tau tentang Genta kalau di Kantor.
TOK
TOK
"Masuk," seru Selly dari dalam.
Ceklek.
"Non, mari saya antar pulang," ucap Rian.
"Winda, saya pulang dulu ya. Terima Kasih sudah menemani saya, Daaaaaahh,"
"Daaaahh, Non. Hati-hati di jalan," Selly pun mengangguk.
Rian mengikuti Selly dari belakang, dan tak lupa dia menjaga jarak dengan calon Bos nya itu.
"Bos kamu pergi kemana?" tanya Selly masih penasaran sama Genta, uang tau-tau pergi.
"Ada urusan mendadak, Non,"
"Urusan apa?" tanya Selly lagi.
"Nanti Non tanya sendiri aja sama Pak Bos, saya takut salah ucap,"
"Bos dan anak buah sama aja, aneh. Tinggal jawab aja ribet,"
"Maaf, Non,"
Selly dan Rian sudah berada di dalam mobil. Rian tidak seorang diri, dia di temani 1 pengawal lain.
Di dalam mobil, Selly terus memikirkan Genta. Dia masih penasaran kalau Genta ada urusan apa.
'Criiiiiinnngg'
__ADS_1
Genta : "Kamu sudah pulang belum?"
Selly : "Sudah di jalan,"
Genta : "Tunggu aku ya di rumah, nanti aku ke sana,"
Selly : "Gak usah, sudah ku bilang gak usah,"
Genta : "Sayang, jangan marah. Nanti aku jelasin kalau aku sudah sampai rumah kamu,"
Selly : "Ga perlu jelasin apapun, aku bukan siapa-siapa kamu. Jadi terserah kamu,"
Akhirnya Selly sampai di rumahnya, dia melihat Ibunya sedang duduk di teras rumah. Ryan mengantarkan Selly sampai teras rumah.
"Terima Kasih ya,"
"Siap, Bu. Kalau gitu saya pergi dulu, Bu,"
"Iya,"
Sepeninggalan Rian, sang Ibu pada Selly tentang Genta dan anak buahnya.
"Selly, itu siapa?"
"Anak buahnya Bos aku, Bu,"
"Bos kamu yang tadi pagi beli kue Ibu?"
"Iya, Bu. Orang aneh Bu,"
"Aneh gimana? Kayaknya dia suka sama kamu,"
"Ah, Ibu sok tau. Aku mandi dulu deh,"
Selly berjalan masuk ke dalam kamar, lalu Selly masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi.
Di kamar mandi pun Seli terus memikirkan Genta. entah kenapa sekarang dia selalu memikirkan Bosnya yang gak jelas itu.
Selesai mandi Selly langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Karena besok dia ingin pergi ke makam Ayahnya.
TOK
TOK
"Usir aja Bu,"
"Selly, keluar dulu!!
mau tak mau Selly pun berjalan mendekat ke pintu.
Ceklek.
"Kenapa, Bu?"
"Pak Bos," ucap sang ibu sambil menunjuk ke luar rumah.
Dia berjalan ke teras rumah untuk menghampiri Genta yang sudah duduk di teras.
"Mau ngapain Pak ke sini?" tanya Selly
"Selly, maafkan aku. Aku tadi beneran ada urusan mendesak," jawab Genta sambil berdiri di depan Selly.
"Udah ku bilang terserah, pulang sana!!"ucap Selly.
"Selly, gak boleh ngusir-ngusir orang, suruh duduk dulu minum teh hangat,"
"Terima kasih Bu, jadi merepotkan,"
"Tidak Pak, tidak merepotkan. Itu temannya yang berdiri, di ajak minum teh sekalian,"
"Iya, Bu. Nanti saya suruh mereka mendekat ke sini,"
"Ya sudah, Ibu masuk dulu,"
"Iya, Bu,"
Selly terpaksa duduk di sebelah Genta, karena di suruh Sang Ibu. Genta menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, sampai dia meninggalkan Selly yang sedang tidur.
__ADS_1
"Kamu punya musuh?"
"Punya, tapi ini masalah bisnis. Sekarang kamu sudah tau tentang aku, dan sudah tau kenapa aku kemana-mana pakai bodyguard. Lalu, apa kamu masih mau sama aku?"
"Udah ku bilang aku gak mau jawab sekarang,"
"Gak mau jawab sekarang, tapi aku tinggal pergi ngambek. Bilang aja kalau kamu udah mulai suka sama aku kan?"
"Percaya diri sekali," Genta pun senyum-senyum melihat Selly.
"Terus kamu kalau pacaran harus ajak mereka-mereka ini?" tanya Selly sambil melihat di sekelilingnya ada Dendi dan kawan-kawan
"Iya, kecuali di Kantor kita bisa berduaan,"
"Ternyata ribet ya kalau pacaran sama kamu. Gak jadi ah, aku mau cari yang lain aja,"
"Aku tembak nanti kalau ada yang dekat ke kamu,"
"Hihihi..."
"Besok ke Ayah jam berapa?"
"Pagi Jam 7, "
"Di antar Dendi ya, pulang dari Ayah ke apartemen ku," Selly menggelengkan kepala.
"Dendi, sama yang lainnya sini!! minum teh dulu,"
"Iya, Non,"
Akhirnya Dendi dan teman-temannya ikut duduk di dekat Selly dan Genta. mereka terus saja menggoda Pak Bos, karena mereka baru melihat Genta bucin ke seorang wanita.
'Hap'
"Pegang-pegang, malu tuh banyak bodyguard mu.
"Biarin aja, biar mereka pengen," ucap Genta.
"Dendi, besok antar Selly ke tempat Ayahnya. Dia berangkat jam 7 pagi, pulang dari Ayahnya kamu antar ke apartemen saya. Ajak 2 teman kamu,"
"Siap, Tuan,"
"Gemes banget sih sama orang tua ini, udah di bilang ga mau masih aja maksa,"
Dendi dan yang lain tertawa mendengar ucapan Selly. Karena hanya dia yang berani mengatakan itu ke Pak Bos.
"Non Selly harusnya bangga bisa dipilih Pak Bos. Banyak wanita yang datang ke Kantor cuma cari simpati Pak Bos, tapi Pak Bos gak mau," terang Dendi tentang fakta yang beredar mengenai Bos mereka.
"Kalau tau pacaran nya begini, mereka kayaknya gak lagi kejar-kejar Pak Bos,"
"Kamu mau nya kayak gimana?" ucap Genta mendekatkan wajahnya ke wajah Selly.
"Tonton aja tuh film drama korea, biar kamu tau,"
"Oke, Dendi cari film drama Korea. Kamu setel nanti di apartemen,"
"Siap, Tuan,"
Selesai mengobrol, Genta dan bodyguard-nya pamit pulang. Genta memandang Selly dari dalam mobil sambil melambaikan tangan.
setelah rombongan cinta meninggalkan rumah Selly, sang Ibu mengajak Selly mengobrol di ruang tamu.
Sang Ibu menanyakan apakah Selly ada hubungan dengan Pak Bos. Selly menjawab kalau dia belum memberikan jawaban, karena banyak yang harus Selly pertimbangkan. Dan Selly pun menceritakan tentang Nyonya Bagaskara yang meminta Selly untuk menjadi menantunya.
"Kalau Ibunya bisa menerima kamu dan menerima kondisi keluarga kita, Ibu gak masalah. Yang penting kamu bahagia, kalian bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing,"
"Tapi aku masih mau lihat dia beneran sayang sama aku atau gak, Bu,"
"Kalau Ibu lihat-lihat dia sayang banget sama kamu,"
"Ah, Ibu bisa aja. Mentang-mentang dia udah beli kue Ibu banyak,"
"Ga gitu Sayang, perasaan Ibu cocok aja kalau kamu sama dia,"
"Oke kalau Ibu mau aku sama dia, besok aku terima dia. Pulang dari Ayah, dia memintaku bertemu, bolehkah Bu?"
"Boleh sayang, tapi harus bisa jaga diri ya,"
__ADS_1
"Iya, Bu. Ya udah Ibu istirahat aja, aku juga mau istirahat,"
Selly menuntun sang ibu untuk beristirahat ke dalam kamarnya. Setelah mengantar ibunda masuk ke kamar, Selly juga masuk ke dalam kamarnya.