
Selly membangunkan Genta cukup lama, setelah dibisikkan kalau ingin di ajak bercinta baru bangun.
"Heran banget, kalau di bisikin itu kenapa langsung bangun," ucap Selly memeluk dada bidang sang suami yang tak berpakaian.
"Sekarang kita sudah Sah, kamu gak bisa nolak kalau aku ajak bercinta,"
"Bangun dulu, makan siang. Di tunggu Mamah sama Ibu,"
"Bercinta dulu, Yank,"
"Mandi!!!" perintah Selly, dan Genta pun menurut walaupun sambil ngedumel.
Selly menyiapkan baju ganti untuk Genta, dan dia pergi keluar kamar untuk menyiapkan makan siang untuk suaminya.
Selesai mandi Genta menyusul Selly keluar kamar, dan di hampir nya Selly yang berada di meja makan.
"Makan, Mas,"
"Suapin Sayang, aku mau sambil ngecek kerjaan," Selly hanya mengangguk.
"Ibu gimana? mau tinggal sama kita?" tanya Genta sembari mengurus kerjaannya.
"Gak mau Mas, Ibu mau urus ruko nya," jawab Selly sendu.
"Ya sudah tak apa, nanti kita yang menginap di sana," Selly pun mengiyakan.
Sambil menyuapi Genta, Selly menonton drakor kesukaan nya.
"Biasa aja dong lihatnya, senyum-senyum gitu,"
"Lucu Mas, kayak kamu. Bucin,"
"Ganteng mana?" tanya Genta.
"Ganteng Oppa Oppa Korea lah,"
"Oke,"
Selly menaruh piring makan Genta yang sudah habis di atas meja makan, dan menatap ke arah Genta.
"Kenapa jawabnya oke aja?" tanya Selly.
"Sana sama Oppa Oppa Korea aja, yang lebih ganteng dari pada aku,"
"Oke, pesankan aku tiket ke Korea dulu ya. Nanti aku pergi ke sana buat ketemu Oppa," ucap Selly, dan berdiri untuk membawa piring kotor ke wastafel. Tak lupa juga membawa handphone nya.
Setelah menaruh piring dan mencuci tangan, Selly tidak kembali ke Genta tapi dia kembali masuk ke dalam kamar. Melanjutkan nonton drama Korea.
Genta yang menunggu Selly tak kunjung kembali, langsung berjalan menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya.
Di situ dia melihat Selly masih asik menonton Drakor. Di panggil beberapa kali oleh Genta, tapi tak ada jawaban.
Karena kesal tak ada sahutan dari Selly, Genta pun mengambil handphone Selly dari tangannya.
"Apa sih Mas?" tanya Selly ketika handphone nya di rebut oleh Genta.
"Aku panggil gak menyahut, serius banget nonton drakor nya," jawab Genta.
"Sambil belajar bahasa Korea, aku kan mau ke sana buat ketemu Oppa,"
__ADS_1
"Aku gak mau belikan tiket ke Korea,"
"Nanti aku minta belikan Axel aja, pasti dia belikan tiket untuk Kakak ipar nya," tutur Selly.
Genta langsung naik ke atas kasur, mengungkung Selly dari atas.
"Tadi bercanda Yank, jangan di anggap serius," ucap Genta sembari menciumi leher Selly.
"Aku sih serius, Yank,"
Genta langsung aja menyambar bibir Selly, melahap dengan rakus. Selly terus memukul lengan Genta, tapi tak membuat Genta berhenti.
"Aaaakkhh...." Selly menggigit bibirnya Genta.
"Sakit sayang,"
"Sama, kamu juga mau bunuh aku,"
Genta langsung merubuhkan tubuhnya di samping Selly. Memeluk dengan tangan dan kakinya.
"Jangan macam-macam ya, aku gak mau bercinta,"
"Tadi bisikin aku ajak bercinta," Selly menggelengkan kepala dengan cepat.
Selly menyingkirkan tangan dan kaki di Genta, lalu dia keluar kamar untuk bertemu dengan Ibu nya. Dia lupa menanyakan kapan akan pulang, dan di antar siapa.
"Ibu, mau pulang atau mau nginap lagi di sini?" tanya Selly.
"Mau pulang Sayang, Ibu ada pesanan kue,"
"Ya sudah sebentar, aku mau suruh Dendi untuk mengantar Ibu,"
"Den, minta tolong antar Ibu saya pulang ya?" tanya Dendi.
"Siap, Non,"
Selly kembali ke Ibunya untuk membantu beres-beres. Genta pun menyusul ke kamar yang di tempati oleh Ibu mertuanya.
"Sayang, marah?" tanya Genta yang berdiri di pintu.
"Gak," jawab Selly singkat.
Selly dan Ibu berjalan keluar kamar untuk menuju pintu utama di rumah Tuan Bagaskara. Tak lupa berpamitan pada seisi rumah.
"Kakak ipar, siapa yang antar Ibu?" tanya Axel yang berjalan mendekat ke Selly.
"Dendi Xel, oiya Xel nanti pesankan aku tiket pesawat ke Korea ya?" jawab Selly, sembari melirik ke Genta.
"Oke, mau bulan madu ke sana?
"Gak Xel, mau ketemu sama Oppa Oppa Korea," tutur Selly.
Axel langsung melirik ke Kakak nya, dia baru sadar kalau pasangan pengantin baru itu sedang marahan. Axel pun ikut menggoda Kakaknya.
"Oke Kakak ipar, nanti berdua aku aja ke Korea nya,"
"Ya udah, aku mau ke depan dulu antar Ibu," Axel pun mengiyakan.
"Awas Lo ya kalau sampai pesankan tiket buat dia, Gak ada yang mau ke Korea,"
__ADS_1
"Itu tadi Kakak ipar minta belikan, kasian kalau gak di belikan," tutur Axel.
"sekali gak tetap gak,"
Axel pun menyoraki Kakaknya, lalu meninggalkan Genta yang berdiri dekat jendela depan.
"ngapain di situ? Gak mau antar Ibuku?" seru Selly.
Genta pun jalan mendekat ke Selly sambil berkata, "Takut kamu marah sama aku,"
"Marah ya marah, kalau sama Ibu ya beda lagi," ucap Selly.
Genta menyalami Ibu mertuanya yang akan pulang ke rumahnya.
"Hati-hati Bu, Minggu besok saya sama Selly menginap di sana," ujar Genta.
"Iya, nak Genta. Ibu titip Selly ya, sekarang tanggung jawab Selly ada sama kamu. Kalau dia ada salah jangan di marahin, di bilangin aja," pesan Ibu kepada menantunya.
Iya Bu, Ibu gak perlu khawatir. Aku gak akan marahin Selly,"
"Ya udah, Ibu pamit ya,"
"Iya, Bu," ucap Selly dan Genta serentak.
Lalu Dendi dan Rian pergi bersama Bu Santi, Rian melajukan mobil dengan sangat hati-hati.
"Mau kemana, Sayang?" tanya Genta.
"Mau ke dapur, mau lihat Mamah masak apa," jawab Selly.
"Gak ke kamar, Sayang?"
"Nanti, Mas. Nanti aku di bilang menantu kurang ajar,"
"Ya sudah, aku di kamar ya. Mau selesaikan kerjaan dulu,"
"Hmmm..."
Genta langsung menarik tangan Selly, "Jawab yang benar, aku gak suka di jawab begitu,"
"Iya, mas ganteng,"
CUP, Genta mencium pipi Selly dan melepas genggaman tangannya.
Selly berjalan menghampiri Mamah mertua yang sedang memasak bersama Mbak. Sampai di dapur, Nyonya Bagaskara tidak memperbolehkan Selly masak. Dia menyuruh Selly untuk di kamar saja, menemani sang suami.
"Di kamar aja, Sayang. Mamah sama mbak aja, kasian suami kamu di tinggal-tinggal,"
"Sudah besar, Mah,"
"Namanya juga pengantin baru, pasti mau nya itu terus,"
"Capek, Mah," ucap Selly.
Nyonya Bagaskara dan Mbak tertawa mendengar kepolosan Selly.
"Ya sudah mah, aku ke kamar dulu ya,"
"Iya, Sayang,"
__ADS_1
Selly pergi dari dapur, meninggalkan mertua dan Mbak yang sedang memasak. Dia berjalan menaiki anak tangga, menuju kamar suaminya.