Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 27


__ADS_3

Sore ini Selly dan Genta sudah berada di rumah Nyonya Bagaskara. Mereka berdua datang karena ingin memberikan kue dari Bu Santi. Selly dan nyonya Bagaskara berada di dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Kamu suka Mamah masak ini?" tanya Nyonya Bagaskara pada calon mantu.


"Selly apa saja suka, Mah,"


"Besok-besok kalau mau ke sini kirim pesan dulu sama Mamah, nanti Mamah masakin kesukaan kamu. Oiya, nanti Mamah minta nomor kamu ya,"


"oke, Mah,"


Mereka berdua masih melanjutkan memasak. Padahal di rumah Nyonya Bagaskara ada beberapa pembantu, tapi Nyonya Bagaskara tetap saja ikut memasak di dapur.


Genta tak merecoki sang kekasih, karena dia sedang beristirahat di kamarnya. Jadi Selly aman tak ada yang mengganggu.


Selesai membantu memasak Nyonya Bagaskara, Selly pun masuk ke dalam kamar kekasihnya. Dia ingin membangunkan kekasihnya yang masih tertidur pulas.


"Genta Bagaskara, banguuunn!!! aku yang habis sakit, tapi yang tidur kamu terus," seru Selly didekat telinga sang kekasih.


"Apa istriku?"


Selly langsung menutup mulut kekasihnya dengan telapak tangan.


"Mas Gen, jangan panggil itu. Nanti aku minta nikah bener nih," goda Selly.


CUP


"Ga usah menggodaku,"


"Kamu yang menggoda ku, Pak Genta.


Kenapa kalau tidur hanya pakai celana boxer, aku ga kuat iman nanti," goda Selly lagi.


"Iman kamu lagi gak kuat kan? ya udah yuk bercinta kita," ajak Genta sambil memeluk kekasihnya.


"Mandi sayang, jangan ngelantur kemana-mana ngomongnya. Nanti ada yang bangun, bisa bahaya,"


"Kalau bangun tinggal masukin, beres sayang,"


"Lepas ah, terserah kamu mau mandi atau gak. Aku mau ke Mamah aja," ucap Selly melepas pelukan Genta.


"Siapkan bajuku, aku mau mandi Sayang,"


"Siap, Mas ganteng,"


Genta langsung bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Lalu Selly mengambil baju ganti untuk Genta. Dia pun merebahkan tubuhnya di kasur, sambil menunggu Genta mandi.


Ceklek.


"Mas, kamu kenapa gak tinggal di rumah Mamah. Enak kamar kamu ini dari pada apartemen," tanya Selly pada Genta yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kalau di sini, Mamah pasti bakal ganggu kita. Kalau di apartemen gak ada yang ganggu kita, Sayang," sambil memakai pakaian.


"Kalau di Apartemen gak ketahuan Mamah bawa cewek berapa pun. Kalau di sini, pasti hanya aku yang di bawa,"

__ADS_1


"Betul kan?" lanjut Selly sembari melirik kekasihnya.


Genta berjalan ke arah Selly hanya menggunakan boxer dan kaos. Dia berdiri di depan pujaan hatinya untuk menggoda. Sambil bertolak pinggang dan menaik turunkan alisnya.


"Pakai celana, sana!!"


"Gak mau, bercinta dulu. Biar kamu gak nuduh aku terus,"


Selly langsung berdiri dan memeluk kekasihnya. Dia berkata, "Aku gak menuduh, Mas. Cepat pakai baju!! Mamah pasti sudah menunggu kita untuk makan malam," tutur Selly lembut.


"Kamu tadi menuduh aku, seolah-olah aku mengajak banyak wanita. Aku gak seperti yang kamu pikirkan, Sayang,"


"Maaf ya Mas ganteng, bercanda. CUP CUP CUP,"


Selly mencium dada bidang Genta dari luar bajunya.


TOK


TOK


TOK


"Kalian berdua kalau di kamar selalu lama, belum selesai bikin dedeknya?" Seru Mamah.


"Sana kamu pakai celana, aku keluar duluan," Selly mengurai pelukannya, tapi Genta masih memeluknya.


"Bareng aku,"


Akhirnya Genta melepaskan pelukannya dan dia segera memakai celana Levis pendek. Selesai berpakaian, mereka berdua keluar dari kamar. Ternyata di meja makan sudah ada Papah dan Axel.


"Dari tadi, kalian lama banget di kamar. Lagi bikin Dedek ya?" goda Axel.


"Iya, do'ain cepat jadi,"


PLAK


"Bohong, jangan dengerin omongan Mas Genta,"


"Hahaha... itu harapannya Kak Genta, tapi Kakak ipar nya gak mau," Kekeh Axel yang tertawa puas untuk Kakaknya.


"Makan dulu, bercandanya nanti," ucap Mamah.


"Awas ya ngelirik ke Axel, aku bikin kamu hamil," Selly langsung melebarkan bola matanya karena terkejut dengan ucapan Genta.


"Astaghfirullah," ucap Selly dalam hati.


Selly pun mengangkat jempol di depan wajah Genta. Artinya dia tidak akan melirik Axel, kalau Axel gak ajak dia ngobrol.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai makan malam, Genta dan Selly kumpul dengan keluarganya. Genta merasa kehadiran Selly di keluarganya begitu berarti. Dia bisa menjadi kan Genta sayang keluarga, tidak melupakan kewajibannya sebagai anak.


"Selly, besok kita ke makam Ayah kamu ya? ajak ibu sekalian,"

__ADS_1


"Baik, Pah. Mungkin kalau ajak Ibu kita bisa berangkatnya sore,"


"Gak papa Sayang sore, malah adem," ucap Mamah.


"Iya Mah,"


"Kalian nginap sini atau mau di Apartemen?" tanya nyonya Bagaskara.


"Aku pulang, Mas Genta ke Apartemen,"


"Kamu gak nginap lagi di sana?" tanya nyonya Bagaskara heran.


"Gak, Mah. Takut ada setan kata Ibu hehehe..." Kekeh Selly sambil melirik kekasihnya.


"Setannya Genta ya, Mamah sih gak papa. Mau bikin cucu duluan ya gak papa, biar Mamah ada temannya di rumah," tutur Nyonya Bagaskara.


"Si Mamah gimana sih, memangnya kalau mereka punya anak, anak mereka jadi hak milik Mamah. Ya gak tiap hari juga di sini, seminggu sekali," ujar Tuan Bagaskara.


"Inget Mah, Mamah masih ada anak di sini. Axel, anak Mamah. Jangan sayang ke cucu," Axel sudah ketakutan saja kalau dia nanti gak di Sayang.


"Kamu juga, Xel. Harusnya udah bisa kasih cucu buat Mamah. Umur sudah pada tau, tapi cewek gak ada yang mau," gerutu Mamah.


"Sabar Mamah ku, nanti aku cari mantu untuk Mamah. Yang cantiknya sama kayak Kakak ipar ku," ucap Axel, yang langsung kena toyor oleh Genta.


"Apa sih Kak Genta, gue cuma bilang begitu doang. Cemburu,"


"Ya udah Mah, aku sama Selly pamit pulang dulu ya. Udah malam,"


"Malam dari mananya, pasti mau mampir apartemen dulu," goda Axel.


"Berisik banget Lo,"


Selly pamit ke kamar untuk mengambil tas dan handphone milik Genta.


"Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam Sayang,"


Lalu mereka berdua pun pergi dari rumah Nyonya Bagaskara. Genta akan membawa Selly untuk ke apartemen. Karena waktu masih pukul jam 20:30 malam.


Genta mengajak Selly untuk tinggal bersamanya, walaupun nikahnya masih nanti.Tapi lagi-lagi Selly menolak ajakannya, takut Ibu gak ngizinin.


"Nanti aku izin ke Ibu, kalau sama Ibu boleh. kamu gak boleh nolak,"


"Maksa banget Pak Genta Bagaskara, kalau kamu gak macam-macam tanpa kamu izin ke Ibu pun aku mau. Masalahnya bibir kamu itu asal nyosor aja Pak, takut saya Pak," jelas Selly.


"Semua orang yang berpasangan minimal itu ciuman, Sayang. Itu wajar di lakukan sama orang-orang berpasangan," tutur Genta.


"Ya.. ya.. terserah kamu aja. Aku ngalah,"


"Oke tinggal sama aku,"


"Izin sama Ibu ya Mas Genta,"

__ADS_1


"Oke sayang,"


"Muach"


__ADS_2