Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 50


__ADS_3

Selly dan Axel masih terus menggoda Genta, kalau Selly akan pergi ke Korea. Axel menyuruh Selly benar-benar ke Korea, tapi mengajak Genta. Sekalian mereka bulan madu, tapi Selly tak mau.


Genta mendiamkan Selly dari siang sampai sore. Selly juga tak ambil pusing, dia sudah biasa melihat suaminya begitu ketika masih berpacaran.


"Besok berangkat kerja dari mana, Mas?" tanya Selly yang berdiri di depan Genta.


Tapi Genta tak membalas pertanyaan Selly, dia hanya melirik sebentar lalu fokus kembali ke laptop nya.


Selly pun mengemasi barang-barang milik Genta dan dirinya. Semua sudah siap dan di bawa nya keluar kamar. Genta hanya melihat apa yang Selly lakukan, tanpa mengeluarkan kata-kata.


Selly menyuruh Dendi untuk memasukkan koper ke dalam mobil. Dia juga berpamitan kepada kedua mertua serta Axel adik iparnya.


"Genta mana?" tanya Papah.


"Masih di kamar, gak tau pulang atau gak Pah. Aku tanya gak ada jawaban, sepertinya masih marah sama aku dan Axel," jawab Selly sambil melihat ke Axel.


"Bilang aja mau diantar pulang sama Axel, pasti dia langsung mau pulang," usul Axel dan Selly pun menurutinya.


"Ya udah, aku ke kamar dulu ya," Selly pamit untuk kembali ke kamar.


"Kasian Selly, Genta umur sudah tua tapi kelakuan masih kayak anak kecil," tutur Nyonya Bagaskara.


"Marahin dong Pah, kasian Kakak ipar tuh. Masih muda dapatnya yang sudah tua, bukannya di sayang. Kerjaannya ngambek terus," ujar Axel, Tuan Bagaskara mengiyakan.


Selly mendekat ke ranjang yang di tiduri Genta, dia duduk di dekat kaki Genta.


"Mas, kamu gak mau pulang? Aku di antar Axel ya? Baju kamu sudah di koper, ada di mobil," ucap Selly masih dengan rasa sabarnya.


5 menit dia ada di dalam kamar di dekat Genta, tapi Genta tak menghiraukan ucapannya istrinya. Selly pun pergi meninggalkan Genta sendirian di kamar.


'Aku harus sabar seperti apa lagi, Ya Tuhan,' ucap Selly dalam hati.


Selly keluar kamar langsung menemui Axel dan orang tua Genta. Dia izin pulang sendiri, takut nanti di antar Axel malah tambah ribut.


Tuan dan Nyonya Bagaskara mengantar Selly sampai teras rumah. Selly memilih naik taxi online, tidak di antar Dendi.


"Pak, bisa mampir ke makam dulu?" tanya Selly pada supir taxi itu.


"Iya Kak,


Supir taxi langsung membawa Selly ke pemakaman Ayahnya. Dia tidak ingin curhat kepada Ayahnya, hanya ingin mendo'akan sang Ayah saja.

__ADS_1


Sesampainya di pemakaman, Selly minta tolong supir taxi untuk menunggunya. Lalu Selly masuk ke dalam area makam, setelah membeli bunga.


Dari kejauhan Genta melihat Istrinya sedang memanjatkan do'a untuk sang Ayah. Dia tidak ingin menghampiri nya, hanya ingin melihat dari kejauhan.


Setelah berdo'a, Selly berpamitan dengan Ayahnya lalu kembali ke taxi onlinenya. Tujuan dia bukan untuk pulang ke Apartemen maupun ke rumah Ibu nya. Dia ingin membeli es cream untuk mendinginkan pikirannya.


Selly pergi ke sebuah Mall, dia berjalan seperti gadis yang belum menikah. Genta terus mengikuti sang istri yang berjalan sendirian di sebuah Mall.


"Itu dia es cream," ucap Selly.


Dia memesan 1 es cream dan kentang goreng, agar bisa duduk di resto ini. Ketika Selly sedang duduk sendiri, Genta menghampiri dia.


"Enak ya jalan-jalan sendirian, tadi bilangnya mau pulang," ujar Genta.


"Tadi memang niatnya mau pulang, setelah tau kamu ngikutin dari belakang. Jadi, aku sengaja memutuskan untuk gak pulang ke rumah tapi ke Mall," ucap Selly tanpa melihat Genta dan sambil menikmati es cream nya.


Genta memeluk Selly dari samping, Selly menyuapi Genta dengan es cream.


"Sayang, tadi curhat apa sama Ayah? Aku cuekin kamu?" tanya Genta.


"Gak, gak perlu curhat pasti Ayah sudah tau," jawab Selly.


"Sayang, kamu tau gak kenapa aku cuekin kamu?" Selly menggelengkan kepala.


"lucu kamu, Mas. Mereka itu hanya ada di drama Korea, gak mungkin juga aku ketemu kecuali kamu mengundang salah satu dari pria itu," ujar Selly.


"Aku sih gak ngundang mereka, kesenangan kamu nanti. Kita aja belum jadi bulan madu,"


"Kamu aja gak ada niat buat bulan madu, besok mau masuk kerja," ucap Selly kesal.


"Aku gak bilang kamu mau masuk kantor, tapi kamu yang suruh aku masuk Kantor," papar Genta.


"Hahaha... Sengaja biar kamu masuk Kantor, takut di rumah rusuh minta terus," Kekeh Selly.


Genta langsung mengusap-usap kepala Selly, Dia lucu dengan istrinya. Sudah menikah tapi takut kalau melakukan itu.


"cepat habiskan!! Kita pulang ke apartemen, nanti biar Dendi yang urus semua bulan madu kita. Lusa kita berangkat,"


"Oke," sahut Selly singkat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sepulang dari Mall, Selly ingin memasak untuk makan malam. Dia minta bantuan Dendi dan bodyguard yang lain, sedangkan Genta masih saja mengecek pekerjaan di Kantor cabang.


"Dendi, Rian maaf ya saya minta bantuan kalian. Nanti saya mau cari ART di sini," ucap Selly.


"Gak papa Nyonya, kita berdua sudah biasa memasak," jawab Dendi.


"Kenapa jadi panggil saya Nyonya? Biasanya Non?" Selly bertanya sambil melihat ke Dendi.


"Sebelum menikah memang Nona, tapi sekarang sudah menikah jadi di panggil Nyonya," jawab Dendi.


"Hmmm... Panggil Non aja juga gak papa, atau panggil Selly. Soalnya aku lebih muda dari kalian,"


"Gak sopan Nyonya, nanti kita kena tegur Tuan," Selly hanya mengangguk.


Selly dan kedua bodyguard meneruskan masak, dia memasak cumi saus tiram dan SOP ikan.


Selly meminta tolong Dendi dan Rian untuk menunggu masakan sebentar, karena dia ingin mengajak Genta untuk berbelanja di supermarket.


Ceklek.


"Mas ganteng, nanti atau besok kita belanja bulanan?" tanya Selly mendekat ke arah Genta yang sibuk dengan laptop nya.


"Besok saja," jawab Genta tanpa melihat Selly.


"Sibuk terus, jadi malas aku di sini," ucap Selly yang langsung pergi meninggalkan Genta.


Genta langsung berlari mengejar Selly, dia memeluk istrinya itu.


"Dikit lagi sayang, nanti aku susul di dapur,"


"Gak usah, sudah selesai. Lanjutin aja kerjanya, nanti aku pergi sama Dendi dan Rian," ucap Selly sambil melepas pelukan suaminya.


Genta mengikuti Selly dari belakang dan berkata, "Sayang, jangan marah. Kerjaannya sebentar lagi selesai, nanti habis ini kita makan dan langsung ke supermarket," jelas Genta pada Selly.


"Gak usah," ucap Selly ketus.


"Den matiin aja sayurnya. kalian pada mandi dulu, nanti saya kirim pesan ya kalau sudah rapih semua," kata Selly kepada para bodyguard.


"Ya udah Nyonya kalau gitu kita permisi dulu. Ya udah Tuan, Nyonya saya permisi dulu,"


"Silahkan,"

__ADS_1


Sepeninggalan Dendi dan Rian, Genta terus bergelantungan manja di lengan Selly. Selly diam saja tak menghiraukan adanya Genta.


__ADS_2