
Setelah menunggu hampir 3 jam, akhirnya pesawat yang mereka akan tumpangi datang juga. Selly berjalan di depan, dan Genta berdiri di sampingan. Setiap Genta ingin memegang tangan Selly, tapi selalu di tepisnya.
Sampai di pesawat, Genta pilih duduk di dekat Selly. walaupun Selly melarang, Genta tetap saja duduk di sebelah istrinya.
"Pulang ke apartemen ya?"
"Terima kasih, saya pulang ke rumah Ibu saja," jawab Selly datar.
"Ya sudah, aku juga pulang ke rumah Ibu,"
Selly gak bisa mengusir Genta, karena masih suaminya. Genta mengambil tangan Selly, di ciumnya berkali-kali punggung tangan istrinya.
"Kenapa aku bisa sebenci ini sama suamiku, benci sekali," ucap Selly dalam hati.
Setelah pesawat lepas landas, Selly memejamkan mata dan tertidur. Genta mengambil kepala Selly dan di sandarkan nya di lengan dia yang kekar.
Dendi yang melihat itu senang, berharap Nyonya besarnya tidak marah dan meninggalkan Tuan nya. Karena bukan Bos nya aja yang senang dengan hadirnya Selly, tapi seluruh Bodyguard.
Setelah hampir 2 jam berada di udara, akhirnya mereka sampai di Bandara Soekarno Hatta. Genta terus menggandeng tangan Selly, Dari turun pesawat sampai ke depan.
"Sayang, pulang ke apartemen ya?"
"Gak mau,"
"Oke, kita pulang ke rumah Ibu,"
__ADS_1
"Kamu pulang ke apartemen aja, jangan ikut aku," ucapan Selly menolak agar Genta tak ikut ke rumah Ibu nya.
"Aku suami kamu, aku boleh ikut kemanapun kamu pergi," tegas Genta, Selly langsung terdiam.
Di perjalanan, Selly menyuruh Dendi untuk berhenti di penjual Bakmi. Entah berapa kali Selly makan hari ini, dan ini baru menjelang sore.
"Kamu sudah lapar lagi, Sayang?" tanya Genta sambil memandangi wajah istrinya.
"Iya," jawab Selly singkat.
"Tenang saja, aku bayar dengan uang ku sendiri," imbuh Selly.
"Kamu mau beli ratusan makanan sekalipun, aku masih sanggup membelikannya," ujar Genta.
Dendi senyum-senyum mendengar dua Bos nya berbicara. Dia melajukan ke penjual Bakmi pinggir jalan, tempat favorit Selly.
"Iya, Den,"
Dendi langsung memarkirkan kendaraannya di sebelah penjual Bakmi. Rian segera membuka pintu untuk Tuan dan Nyonya nya.
"Silahkan,"
"Terima kasih," ucap Selly.
Begitu gak sabar ingin memakan bakmi, dia memesan 4 porsi untuk suami, Dendi dan Rian.
__ADS_1
"Nyonya, kita masih kenyang," ucap Dendi.
"Aku juga Sayang masih kenyang," ucap Genta lembut.
"Pokoknya harus ikut makan, sampai habis," tegas Selly.
Mereka bertiga diam saja tak berani menjawab ucapan Selly.
"Mungkin benar Nyonya Selly sedang hamil, Tuan," bisik Dendi.
"Sepertinya begitu, gerak sedikit saja salah,"
"Sabar, Tuan," Genta mengangguk-anggukkan kepala.
Bakmi yang di pesan datang juga, Rian dan Dendi saling tatap. Pasalnya bakmi di sini begitu banyak, takut mereka tidak habis.
Selly makan begitu lahapnya, dan sangat menikmati sekali. Genta yang berada di sampingnya geleng-geleng kepala.
"Pelan-pelan sayang makannya,"
"Jangan berisik, habiskan aja makan kamu!!"
"Iya Sayang, tapi aku masih kenyang. Kalau gak habis gak papa ya?" tanya Genta.
"Di bungkus, buat aku di rumah," jawab Selly.
__ADS_1
Genta melongo mendengar ucapan Selly, dia pun menurutinya. Dan Genta juga berkata pada Dendi dan Rian, kalau tak habis di bungkus saja. Untuk makan di apartemen.