
Salah satu kebahagiaan Bu Santi(Ibunya Selly) adalah melihat putrinya bahagia bersama orang yang dia sayang. Dan hari ini, Selly akan resmi bertunangan dengan lelaki pilihannya Genta Bagaskara.
Selly kaget ketika membuka mata sudah ada di kamar, sedang di peluk oleh kekasihnya.
"Pasti kelakuan kamu kan Mas, aku ada disini," ucap Selly sambil memainkan hidung Genta.
Selly masih tak menyangka kalau dia akan secepat ini di ajak tunangan oleh Pria. Dan tak di sangka kalau Pria itu adalah pemilik perusahaan tempat dia bekerja.
Selly beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Karena hari ini dia ingin pergi mencari cincin bersama sang kekasih.
Ceklek
Selesai mandi, Selly tak melihat Genta ada di atas kasur. Selly pun teriak-teriak sambil memakai baju.
Tak berapa lama Genta masuk ke dalam kamar. Tanpa melihat ke arah Selly, Genta masuk ke dalam kamar mandi.
"Tua-tua marah terus, aneh,"
Selly menyiapkan pakaian untuk Genta, lalu keluar kamar. Ternyata sudah ada makanan yang tersaji di si meja makan, sudah di taruh di piring tinggal menyantapnya
Sambil menunggu Genta, Selly memainkan handphone di meja makan. Dia mengirim pesan kepada sang Ibu, karena nanti Ibu akan di jemput oleh salah satu bodyguard Genta.
Ceklek, Genta keluar dari kamar.
"Sarapan, Mas," Selly mencoba sabar.
"Hmmm..." dia duduk di bangku sebelah Selly.
Selly tak napsu makan pagi ini, karena melihat wajah Genta dari semalam bikin emosi. Dia pilih masuk ke dalam kamar, untuk merapikan pakaiannya, tempat tidur dan kamar mandi.
Selesai merapikan semua, selly bersiap-siap untuk pulang. Dia gak bisa kalau di cuekin berlarut-larut.
Selly menaruh tas kecilnya di samping bajunya, agar tak terlihat oleh Genta. Selly langsung membuka pintu dan berkata, "Aku pulang, Maass,"
"Selly... Selly..."
Selly langsung berlari kencang meninggalkan apartemen Genta. Dia langsung masuk ke dalam lift, karena gak mungkin Genta menyusulnya hanya menggunakan boxer.
'criiiiinngg'
Genta : "Kembali, atau aku seret,"
Selly : "Terserah kamu, aku gak takut. Besok aku resign,"
"Maaf Mas Genta," ucap Selly lirih.
Selly berjalan cepat untuk sampai didepan jalan, dia ingin naik ojek yang lewat aja biar cepat.
'HAP'
"Diam, jangan bergerak. Ayok masuk!!" tiba-tiba Genta datang dan memegang tangan Selly erat.
"Aku gak mau,"
"Kita mau beli cincin,"
__ADS_1
"Aku batalin tunangan sama kamu,"
"Gak bisa,"
Genta langsung menarik tangan Selly, untuk masuk ke dalam apartemen. Selly berusaha ingin melepas tangannya dari genggaman Genta, tapi tak bisa.
Mereka berdua sudah masuk ke dalam lift, Genta memeluk tubuh Selly erat. Ketika pintu lift terbuka, Genta langsung mengurai pelukannya dan menuntun Selly berjalan masuk ke dalam apartemennya.
"Sudah ku bilang jangan tinggalkan aku,"
"Sudah ku bilang juga, kita itu gak cocok. Kamu sukanya cuekin aku, sedangkan aku gak suka di cuekin," jelas Selly.
Genta langsung memangku Selly, "Maafkan aku, CUP CUP CUP," Genta mencium wajah Selly.
"Cuma kamu yang bikin aku gila, dan membuang rasa malu ku. Demi kamu aku keluar apartemennya gak pakai sendal, Sayang,"
"Aku gak peduli,"
"Jangan gitu sayang, baikan kita," semakin erat pelukan Genta, semakin membuat Selly nyaman.
"Sekali lagi kamu begitu, aku pergi,"
"Insya Allah aku gak akan begitu,"
"Kita beli cincin Yuk!! Dendi mau bawa pembantu ke sini, buat bantuin kita,"
"Selamanya kah?"
"Gak sayang, hanya sampai acara kita selesai," Selly mengangguk.
...****************...
Sekarang mereka berdua sudah sampai di toko perhiasan yang cukup besar di Mall ini. Selly tak mau memilih yang mahal, yang penting cocok di jari manisnya aja.
Dia tidak mau di bilang aji mumpung karena dapat Bos. Kalau dia boleh beli sendiri, mungkin dia akan beli sendiri.
Lagi asik melihat-lihat cincin, ada seorang wanita memeluk Genta dari samping. Genta langsung menepis tangan itu.
"Apa-apaan kamu, jangan asal peluk saya. Kamu gak lihat sebelah saya ada calon istri saya,"
"Ya ampun Gen, selera kamu kenapa jadi berubah gini,"
"Rian, usir dia!"
"Baik, Tuan,"
"Genta, suatu saat nanti pasti kamu bakal ninggalin dia dan memilih aku," seru wanita itu sambil berjalan keluar toko.
"Jangan dengerin dia, Sayang," ucap Genta seraya merangkul pinggul Selly.
"Sis, yang ini ukuran 6 ada?" tanya Selly pada salah satu karyawan di toko itu.
"Yang untuk pria, cocok dengan model itu yang mana ya Sis" tanya selly kepada karyawan satunya.
"Di sebelah sana, Non,"
__ADS_1
Selly berjalan ke arah yang di tunjuk oleh orang itu. Karyawan tersebut mengeluarkan beberapa pilihan, Selly pun langsung mencoba ke jari kekasihnya tanpa harus berbicara.
"Yang ini aja, kalau di kasih nama berapa hari kira-kira, Sis?"
"Kurang lebih 7 hari Bu,"
"Oke deh, nanti aja di kasih namanya,"
"Buat apa di kasih nama segala," bisik Genta.
"Biar kamu gak hilang," ucap Selly cuek.
Genta langsung membayar perhiasan yang sudah dipilih oleh kekasihnya. Selesai membeli Cincin untuk tunangan. Selly mengajak Genta untuk melihat sepatu untuk kerja.
"Tenang aja, aku bisa bayar sendiri. Aku cuma minta temenin aja,"
"Jangan gitu sayang ngomongnya, kamu tinggal pilih aja. Nanti semua aku yang bayar,"
"Aku bukan cewek matre,"
"Berubah lagi, pasti gara-gara wanita itu,"
"Sudah pasti, dimana-mana wanita menyapa. Kenapa harus aku yang di pilih,"
"Diam ya Sayang, jangan sampai kamu aku cium di sini. Kamu lihat kan! ramai sekali di sini,"
Selly langsung diam, takut juga dia kalau di cium di keramaian kayak gini. Karena kekasihnya dia suka asal cium aja, mau di tempat ramai sekalipun cium ya cium.
"Oke di sini aja,"
Selly langsung membelokkan langkah kakinya ke outlet persepatuan dan persandalan.
"Duduk situ aja,"
PLAK
"Auw.." seru Selly karena bokongnya di tabok oleh Genta.
Selly pun membalas memukul lengan Genta, dan melirik tajam.
"Bokong mu menggoda, Yank,"
Selly berjalan mencari sepatu yang dia inginkan. "Cakep ga Mas?" tanya Selly pada Genta.
"Cantik," jawab Genta sembari memandang wajah Selly.
"Aku minta pendapat sepatunya, bukan aku nya Mas,"
"Oh sepatunya, maaf sayang aku terpanah kecantikan mu,"
"Sudah sudah, gak jadi aku minta pendapat kamu,"
Selly langsung membayar sepatu yang dia pilih. Setelah itu, mereka berdua mencari tempat makan.
"Rian dan kawan-kawan, duduk sana!" perintah Genta.
__ADS_1
"Siap, Tuan,"