
Genta menyuruh Selly untuk periksa, tapi Selly tak mau. Dia masih ingin bulan madu terlebih dahulu. Yang dia takutkan kalau sudah di cek dan ketahuan hamil, dia gak bisa pergi.
Dendi dan Bodyguard yang lain mulai memasukkan koper dan barang-barang yang lain ke dalam mobil. Dendi dan Rian ikut mengantar sampai tempat tujuan, agar di bantu membawa barang-barang.
"Sayang, kok diam aja?"
"Pengen berdua aja, Mas. Kenapa ajak Rian sama Dendi?"
"Dia di sana habis angkat-angkat barang langsung pulang, tenang aja Ayank mereka gak ngintip kita bulan madu kok,"
Selly diam tak menanggapi ucapan Genta, Dia berjalan menuju mobil yang sudah ada di Lobby apartemen.
Dendi membuka kan pintu untuk Selly dan Genta, dia mempersilahkan Tuan dan istrinya untuk masuk ke dalam mobil. Karena Rian sudah berada di belakang setir.
"Berangkat sekarang ya, Tuan,"
"Iya,"
Genta duduk merapat ke Selly, merangkul pinggul Selly dan menyandarkan kepalanya di pundak Selly.
"Kamu gak senang banget sih kita bulan madu," ucap Genta.
__ADS_1
"Kata siapa? Aku senang banget kok, aku mau cepat-cepat sampai. Biar bisa berduaan sama kamu, gak ada yang ganggu," tutur Selly sambil memeluk Genta, dia tak menghiraukan kalau di depan ada Dendi dan Rian.
"Gak usah keluar dari kamar ya? kita di dalam aja terus,"
"Gak mau, aku mau jalan-jalan lah. Di kamar terus nanti susah jalan,"
Genta senyam-senyum mendengar ucapan Selly, bikin gemas kalau mendengar istrinya bicara.
* * * *
Sampai di Bandara, mobil di titipkan Rian di tempat saudara yang dekat dengan Bandara. Lalu Dendi mengurus semua keberangkatan mereka. Sedangkan Genta dan Selly menunggu di rumah tunggu, sambil menunggu Rian.
"Selly," panggil seorang pria.
"Mau kemana, Sell?" tanya sang mantan.
"Mau bulan madu," jawab Genta sembari memeluk Selly.
"Oh, ya udah ya Sell.. aku pergi dulu," Selly tetap tak menghiraukan ucapan sang mantan.
Lalu pria itu pergi meninggalkan mereka berdua, "Asik ada yang senang nih di hampiri mantan pacar," goda Genta pada sang Istri.
__ADS_1
"Iya dong, baik ya mantan ku masih mau sapa aku," ucap Selly sambil menyenggol tubuh Genta.
Genta melihat ke Selly dengan tatapan tajam, dia tak terima kalau Selly berkata seperti itu. Padahal niatnya hanya bercanda, tapi Genta malah sakit hati di buatnya.
"Kenapa? gak suka? kamu juga bisa kok di sapa sama cewek itu, siap namanya? Sinta kan?" tutur Selly.
"Gak mau, mau nya sama kamu,"
"jangan, jangan sama aku. Sama Sinta aja ya?" tolak Selly.
"Gak ma....." belum juga Genta meneruskan perkataannya, Dendi sudah datang.
"Semua sudah beres Tuan, Nyonya. Mari saya antar,"
Dendi dan Rian berada paling depan, membawa semua barang bawaan Tuan dan Nyonya Genta. Mereka semua menuju pesawat, tak lupa Dendy dan Rian juga ikut.
"Sepertinya kita satu pesawat dengan mantan kamu," ucap Genta.
"Biarin aja, gak usah pusing. Dia juga sama cewek, aku juga sama kamu," ujar Selly menenangkan supaya suaminya gak cemburu, perkara satu pesawat dengan mantan kekasih nya dulu.
"Takut dia curi-curi pandang ke kamu,"
__ADS_1
"Di colok aja sayang matanya dia," Dendi dan Rian tertawa mendengar Selly bicara seperti itu.