Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 42 Genta Ngambek


__ADS_3

Malam ini Genta memang tidur di kamar Selly, tapi dengan suasana yang berbeda. Malam ini Genta masih marah dengan Selly, perkara janji Selly yang tidak di tepati.


Selly masih terus merayu, tapi sepertinya pertahanan Genta kuat malam ini. Dia bertahan demi mendapatkan itu.


"Mas ganteng, kamu masih marah sama aku? kamu katanya sayang sama aku? kalau sayang itu gak merusak pasangannya lho Mas. Aku bingung kalau kamu cuekin begini, aku gak bisa tidur," tutur Selly, sambil memandangi langit kamarnya.


Genta hanya bergerak sesekali membenarkan posisinya. Tanpa merespon ucapan Selly dan menoleh ke calon istrinya.


Selly memeluk Genta dari belakang sambil menangis dia berkata, "Mas ganteng, gak capek ya buat aku kesal terus? kamu gak capek cuekin aku terus? Sudah ku bilang jangan nikah cepat-cepat. Kamu belum tau aku, begitupun juga aku belum tau kamu," ungkap Selly.


Genta merasa kasian pada Selly, tapi dia ingin Selly terus mengungkapkan isi hatinya selama bersama Genta.


Genta sengaja tak melepas pelukan Selly, jarang-jarang Selly memeluknya kalau sedang tidur. Selly melonggarkan pelukannya ke tubuh Genta, tangisannya pun mulai mereda. Dia ingin mencoba memejamkan mata.


Setelah ada suara tangis dari sang kekasih, Genta membalikkan tubuhnya dan memeluk Selly. Dia mencium kening Selly, memandangi wajah cantik kekasihnya.


"Aku emang sayang sama kamu, makanya aku pengen kamu hamil duluan hehehe.." Kekeh Genta.


"Tidur ya, maaf untuk malam ini Sayang. CUP," Genta kembali mencium kening Selly.


Genta memeluk Selly, dan memejamkan mata mengikuti kekasihnya yang sudah tertidur.


****************


Saat bangun pagi, tubuh Selly terasa berat. Ternyata tangan Genta berada di perutnya Selly. Dia pun menyingkirkan tangan kekasihnya dari perut dia yang ramping.


"Sejak kapan dia pakai boxer, ada-ada aja pak tua," ucap Selly lirih.


Selly pergi keluar kamar untuk membantu ibunya yang sedang membuat kue dan membuat sarapan. Ibu juga sudah dibantu oleh dua karyawannya.


"Kamu kok udah bangun, Nak?"


"Iya Bu, mau bantu Ibu," jawab Selly mendekati Ibu nya yang sedang memasukkan sebagian kue nya ke dalam mika.


"Ibu sudah ada yang bantuin sayang, sarapan juga sudah mau siap. Kamu mandi saja, siapkan sarapan untuk calon mu," perintah Ibu.


Selly pun menurut perkataan ibunya lalu dia kembali ke dalam kamar. Dia melihat Genta masih tertidur pulas, mau bangunkan tapi takut seperti semalam 'dicuekin'.


Dia akhirnya memilih masuk ke dalam kamar mandi, untuk melakukan ritual mandinya. Hari ini Selly sudah tidak masuk kerja, karena 3 hari lagi dia akan menikah. Rencananya hari ini Selly pergi ke rumah Nyonya Bagaskara tanpa Genta.


Selesai mandi Selly membangunkan kekasihnya. Karena takut kesiangan untuk pergi ke Kantor.


"Mas, bangun!!" Selly membangunkan Genta dengan menggoyang-goyangkan tubuh kekar kekasihnya itu.


"Mas.. mas.."

__ADS_1


"Aku gak mau bangun, kalau kamu manggil aku Mas aja. Biasanya kamu manggil aku 'mas ganteng' udah gak sayang sama aku?" tanya Genta.


"Malem kamu cuekin aku, sampai aku ketiduran. aku panggil kamu berkali-kali pun kamu gak sahut. Aku jadi trauma buat manggil kamu, ini aja terpaksa manggil kamu karena kamu mau ke Kantor," tutur Selly yang duduk di pinggir kasur.


Genta mendekat dan memeluk Selly erat, dia terus meminta maaf kepada Selly. Dia juga berkata kalau semalam sebenarnya dia mendengar semua ucapan Selly.


"Maaf Sayang, aku semalam niat hati mau ngeprank kamu. Eh, kamu sudah tidur duluan,"


"Mandi sana!!"


"Maafin aku dulu,"


"Kamu gak salah, yang salah aku. Aku gak menepati janjiku, maaf ya Mas,"


"Iya aku maafin, Aku juga minta maaf sama kamu karena sudah cuekin kamu tadi malam. CUP," Selly hanya mengangguk dan tersenyum.


"Mandi sana!! aku mau siapkan sarapan buat kamu dan bodyguard kamu dulu. Semalam lupa di kasih makan,"


"Pasti mereka sudah makan sayang, ya sudah lah aku mandi dulu. Kamu kok gak pakai baju Kantor?" tanya Genta.


"Aku cuti ya Pak Bos, aku kan mau nikah masa gak di kasih cuti,"


"Jangankan cuti, resign pun aku masih," ucap Genta yang menaik turunkan alis.


"Nanti aku pikir-pikir lagi,"


Selly langsung menjauhkan wajah kekasihnya, untuk menyudahi permainan pagi ini.


"Mandi mas ganteng, aku tunggu di luar ya," Selly berdiri tempat tidur.


"Baru sebentar Sayang ciumannya, masa udahan. Kayak anak sekolah aja,"


"Ketauan waktu sekolah kai ciuman ya?" ledek Selly sambil menggelengkan kepala.


"Kamu itu cinta pertama dan terakhirku, aku gak punya mantan. Gak seperti kamu yang pernah punya pacar," jelas Genta.


"Mantan ku satu, tapi gak pernah ngapa-ngapain. Cuma sama kamu aja aku di ajak ciuman terus, dikit-dikit bercinta," goda Selly sembari memanyunkan bibirnya.


"Hehehe... biasa aja dong bibirnya. Jadi pengen lagi,"


"Mandi, ini sudah siang. Sudah jam setengah 7, ingat jarak rumah ku ke Kantor mu jauh mas ganteng," Genta mengiyakan.


sekarang Genta berjalan masuk ke dalam kamar mandi, dan Selly menuju luar kamar untuk mengambilkan sarapan Genta dan dua bodyguard.


Selesai mandi Genta berjalan menghampiri Selly yang sedang berdiri di meja makan. Dia memeluk Selly dari belakang.

__ADS_1


"Sayang, di kamar mandi kamu kenapa ada perlengkapan mandi aku?"


"Aku yang beli, baik ya aku," sambil menoleh k samping karena ada wajah Genta.


"Diam-diam kamu pengen aku nginap di sini? iya kan?" tanya Genta.


"Iya, harusnya nanti setelah nikah. Tapi ternyata Pak Genta Bagaskara tidak sabaran. Sarapan dulu, duduk situ!!" Genta langsung menuruti perintah Selly.


"Ibu sudah di ruko?"


"Sudah dari tadi mas ganteng, kamu bangunnya kesiangan,"


"Maaf,"


Mereka berdua menyantap sarapan yang sudah dimasak oleh Bu Santi. Ketika sedang menikmati sarapan pagi, handphone Genta yang masih berada di dalam kamar berbunyi. selly pun buru-buru mengambil handphone milik kita Genta.


"Hallo,"


"Hallo Kak, mana Kak Genta?"


"Lagi sarapan, ada apa Xel?"


"Dia kerja, Kak?"


"Kerja dong, kalau gak kerja istrinya mau di kasih makan apa," canda Selly sembari mendekat ke arah meja makan.


"Sudah banyak itu uang Kak Genta, Oiya kata Mamah nanti jadi ke rumah?"


"Jadi, tapi jangan bilang mas Genta ya, nanti dia gak masuk kerja," bisik Selly.


"Okelah, di tunggu Mamah. Bilang Kak Genta, nanti aku mau ke Kantor nya,"


"Iya nanti aku sampaikan, bye,"


"Bye, Kak," Selly menaruh handphone Genta di atas meja makan, dia langsung menyampaikan pesan dari Axel.


Dari raut wajahnya Genta tak suka kalau Selly lebih akrab dengan Axel. Mungkin karena terpaut umur tidak terlalu jauh.


"Akrab banget sama Axel,"


"Dendi sudah datang, cepat berangkat,"


Selly mengantar Genta sampai luar rumah. Selly mencium tangan Genta, dan Genta mencium pipi dan bibirnya Selly.


"Jangan kemana-mana, di rumah aja," pesan Genta pada Selly.

__ADS_1


"Insya Allah, mas ganteng,"


Genta pun naik ke mobil dengan Dendi, dan dia juga ingin mampir ke ruko milik ibu Santi untuk berpamitan.


__ADS_2