Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 46


__ADS_3

Sampai di rumah Tuan Bagaskara, Selly mencium tangan Mamah dan Papah lalu masuk ke dalam kamar milik Genta. Padahal rumah Genta sudah ramai saudara dari keluarga Tuan dan Nyonya Bagaskara.


Orang tua Genta merasa bingung dengan sikap Selly, dan mereka juga kaget kenapa Selly memakai pakaian seperti itu.


"Mah, susul mereka berdua ke kamar. Besok sudah akad, kenapa mereka berdua malah bertengkar,"


"Iya, Pah. Mamah susul mereka dulu," Tuan Bagaskara pun mengiyakan.


Saat Nyonya Bagaskara ingin membuka pintu kamar Genta, tak taunya Selly keluar dari kamar itu.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Nyonya Bagaskara, sambil memegang tangan Selly.


"Mau pulang Mah," jawab Genta yang berada di belakang Selly.


"Kenapa pulang? Ibu kamu aja lagi di antar ke sini sama Rian,"


"Gak mau nikah dia sama aku," ucap Genta.


"Aku gak bilang seperti itu, tapi kalau kamu sudah bilang begitu, aku bakal kabulkan supaya aku gak nikah sama kamu," ucap Selly dengan suara bergetar sembari menatap Genta.


Genta merasa kasian, tapi entah kenapa malam ini Genta tak suka dengan sifat Selly yang menantang dirinya saat di Club malam.


"Jangan gitu dong, ini kenapa sih masalahnya? Ayok masuk lagi ke dalam kamar!! Kita ngomong di kamar aja," Mamah kembali menuntun Selly masuk ke dalam kamar Genta.


Selly tak banyak bicara, hanya Genta yang menjelaskan duduk perkaranya. Niat hati Genta ingin membela diri, tapi ternyata Nyonya Bagaskara lebih membekas Selly.


"Memang kamu nya saja Gen yang lebay, namanya di Club malam sudah pasti pakai baju yang sexy. Masa harus pakai baju syar'i,"


"Makanya besok lagi gak usah ke sana-sana, kalian berdua ini bikin pusing aja. Kamu Genta minta maaf sama Selly, awas aja kalau besok gak jadi nikah. Gak usah nikah sekalian kamu Gen," seru Nyonya Bagaskara.


"Mamah keluar dulu ya, Sayang. Jangan marah lagi, pokoknya besok jadi nikah," ucap Nyonya Bagaskara sambil berjalan keluar.


Setelah kepergian Nyonya Bagaskara, Selly langsung berjalan mendekati tempat tidur. Dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Karena ini sudah hampir dinu hari, harusnya dia sudah tidur nyenyak.


Genta seperti biasa, sebelum tidur selalu melepas pakaiannya. lalu, dia berjalan mendekati Selly.

__ADS_1


Merapatkan tubuhnya ke tubuh Selly, memeluk erat dan mencium rambut Selly dari belakang.


"Sayang, besok kita jadi nikah kok. Jangan marah sama aku,"


"Gak jadi nikah juga gak papa, dari kemarin bukan aku yang ngebet mau nikah,"


"Maafin aku Sayang, aku cuma kecewa aja sama kamu. Sudah aku larang buka, tapi kamu malah sengaja buka jasmu,"


"Gak usah di bahas lagi, nyesel aku masuk tempat-tempat begituan. Harusnya aku gak datang ke situ, biar kamu puas lihat cewek-cewek sexy yang dekat-dekat teman-teman kamu," tutur Selly.


"Aku gak bakal Yank pakai cewek-cewek begitu, dari dulu aku gak pernah,"


"Sudah pagi, tidur!!"


"Maafin dulu,"


"Gak," ucap Selly singkat.


Genta pun pantang menyerah, terus saja menggoda Selly. Biasanya Selly luluh dengan godaan Genta, tapi kali ini Selly tidak terpengaruh dengan godaan yang diberikan oleh Genta.


Tangan Genta mulai meraba bagian depan dada Selly. Dan empunya cuek saja dengan apa yang di lakukan Genta kepadanya.


"Masih diam?" tanya Genta sembari meraba bagian bawah.


"Aku mau tidur, ngantuk banget,"


Genta pun membiarkan Selly untuk tidur, dia menarik tangan yang sudah berada di dalam celana milik Selly.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini pukul 06.00 pagi Selly dan Genta sudah bangun terlebih dahulu, karena penata rias yang sudah disewa oleh Selly sudah datang di kediaman Nyonya Bagaskara.


"Nak, minum teh hangat dulu," Ibu Selly memberikan gelas yang berisi teh hangat kepada anaknya dan Genta.


Ibunda Selly juga menyuapi sarapan untuk kedua calon pengantin. Genta begitu bahagia bisa menikah hari ini dengan Selly. Tetapi tidak dengan Selly, dia begitu terlihat kurang bahagia karena kejadian semalam dan memikirkan sang Ayah.

__ADS_1


Sang Ibu pun bertanya, kenapa Selly terlihat begitu murung. Selly hanya menjawab, kalau dia kurang enak badan karena kurang tidur.


Genta langsung mengambil tangan seri dan menggenggam erat tangan calon istrinya tersebut.


"Kamu ngantuk?" tanya Genta. Tapi Selly tak menjawab pertanyaan dari denda tersebut.


"Sayang, sudah marahnya. Aku memang salah semalam, harusnya aku biarkan saja kamu melepas jas itu tanpa aku marah-marah," ucap Genta.


Selly langsung melihat ke arah Genta dan dia memeluk erat leher Genta. Genta pun menyambut memeluk tubuh selfie yang berada di hadapannya.


"Sudah mau akad masih saja berpelukan, sebentar lagi penghulu akan datang tapi kalian malah santai sekali,"


"Maaf ya Sayang buat semalam, maaf juga untuk hari ini. Setelah akad aku langsung mau bercinta, aku bilang dulu dari sekarang biar kamu gak kaget," ucap Genta ke Selly.


"Ih, lebay banget mau bercinta aja sampai segitunya. Kalian cepat duduk di sana!" ujar Axel menyuruh mereka untuk segera duduk di tempat Akad.


Kemudian mereka berdua berjalan ke tempat akad. Teman Genta dan Selly sudah datang, teman Selly masih terlihat ngantuk. Karena mereka baru pertama kali pergi ke Club malam.


Selly memberi kode pada Genta, kalau ada Sintia datang bersama kedua orang tua. Dan Selly juga menyuruh Genta untuk tidak bersalaman dengan dia.


Genta pun mengiyakan perintah dari Genta, dari pada malam nanti dia suruh tidur di luar kamar.


Acara pernikahan Selly dan Genta pun di mulai. Semua tamu undangan yang hadir begitu bahagia. Terutama teman-teman Genta, mereka sudah pada tau gimana Genta.


Setelah Selly dan Genta sudah Sah menjadi pasangan suami istri. Sorak Sorai bergembira mendengar ucapan Genta.


"CUP CUP CUP, " Genta mencium kening, hidung dan bibir Selly di depan teman dan kerabatnya.


"Akhirnya Sah juga, jadi mau cepat-cepat ku seret ke kamar," bisik Genta saat memeluk Selly.


"Di Kepala mu apa isinya hanya bercinta aja, Mas?" tanya Selly, Genta hanya mengangguk dan tersenyum.


Mereka mulai menyalami satu persatu tamu undangan. Selly sengaja mengundang sang mantan, biar dia tau kalau Selly pun bisa dapat yang lebih kaya dari dirinya.


"Selamat ya Sell, akhirnya kamu duluan yang nikah. Masih gak nyangka kalau aku bisa hadir di pernikahan mantan," ucap lelaki tinggi, berhidung mancung dan putih.

__ADS_1


"Terima kasih," Selly hanya mengucap itu saja.


Setelah mantan kekasih Selly pergi, Genta bertanya kepada Selly. Tapi tak di jawab oleh Selly.


__ADS_2