Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
bab 41


__ADS_3

Sepulang dari Kantor, Genta mengantar Selly pulang ke rumah. Tanpa menunggu lama Genta langsung berbicara kepada Bu Santi, Dia meminta izin untuk bisa menginap di rumah Selly.


Entah mengapa Bu Santi tidak bisa menjawab tidak boleh kepada Genta. Dengan hati yang berbunga-bunga, Genta langsung memerintahkan Dendi untuk mengambil baju ganti.


"Bu, mau bicara apa?"


"Kamu sama Genta bersih-bersih dulu, setelah makan baru Ibu ceritakan,"


"Iya Bu, Mas ganteng cepat kamu dulu yang mandi," perintah Selly kepada kekasihnya.


"Kamu dulu Sayang, aku lagi nunggu Dendi pulang ambil ganti baju aku,"


"Ya udah, aku mandi dulu,"


Selly berjalan ke arah kamarnya, tetapi Genta malah mengikutinya dari belakang.


"Ngapain kamu ikut ke kamar?"


"Temani kamu mandi,"


"Aku sudah besar, gak perlu di temani," ucap Selly masih melanjutkan jalan ke kamarnya.


"Aku mau menagih janji,"


Ceklek.


"Selly mulai masuk ke dalam kamar, begitu pun dia,"


"Nanti hari Minggu malam aku tepati janjiku,".


"Gak bisa gitu Yank, kamu udah janji sama aku tadi,"


"Aku cuma bilang nanti aku kasih itu, kata "itu" bisa aja aku mau kasih kamu makan, aku kasih kamu kue, aku kasih kamu minum,"


"Terserah kamu Sayang, yang penting aku sudah ada di sini," ujar Genta sembari memeluk kekasihnya dari belakang.


"Jangan macam-macam kamu, Mas. Nanti aku usir," ucap Selly yang tak bisa bergerak karena ulah Genta.


"Itu gak mungkin terjadi, kamu gak mungkin usir aku. CUP CUP," Genta mencium tengkuk leher Selly.


"Mas, aku mandi dulu. Nanti Ibu kelamaan nunggu kita," ucap Selly lembut, agar Genta mah melepaskan pelukannya.


"Mandi bareng aja biar cepat," Selly menggelengkan kepala dengan cepat.


"Aku sudah lihat semuanya punya kamu, Sayang," lanjut Genta.


"Tapi gak harus mandi bareng juga, nanti tiba-tiba Dendi datang atau ibu aku masuk ke kamar, gimana?" tutur Selly sambil melepaskan tangan Genta yang melingkar di peluknya.


Genta pun pasrah melihat Selly berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dia pun berjalan ke arah kasur dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur Selly.


Menunggu Selly membuat Genta jenuh, akhirnya dia melihat-lihat Handphone Selly. Genta mengikuti caranya Selly, mengganti semua foto profil akun sosmed Selly dengan foto mereka berdua.

__ADS_1


Ceklek.


"Mandi Mas!!" perintah Selly.


"Nanti dulu, masih kurang satu yang belum aku ganti,"


"Ganti apa di handphone ku?" tanya Selly sembari mendekat ke arah Genta.


"Iiiihh.. kamu ganti ya fotonya," ucap Selly sambil mengambil handphone yang ada di tangan Genta.


"Malu ya foto sama aku?" tanya Genta mulai bete karena sikap Selly.


"Gak gitu Mas, tadinya aku mau pasang foto pernikahan kita langsung. Tapi ini sudah telanjur teman-teman ku pada kasih komentar," jawab Selly.


"Alasan aja kamu, lagi menjaga perasaan pria lain?" tanya Genta.


Selly diam saja, dia tak ingin meneruskan percakapannya. Karena sudah pasti akan panjang marahnya.


"Iya kan?"


"Pak Genta, kalau saya punya pria lain.. gak mungkin saya mau tidur di apartemen Pak Genta," jawab Selly tegas. Dia gak suka kalau di tuduh-tuduh ada pria lain.


TOK


TOK


TOK


Ceklek.


"Permisi Non, saya mau antar baju ganti Tuan,"


"Masuk aja, kasih sendiri ke Bos kamu," ucap Selly, sambil berjalan keluar kamar untuk menemui Ibunya.


Genta langsung menyuruh Dendi untuk membawa baju untuk masuk ke dalam kamar Selly. Setelah itu Genta masuk ke dalam kamar mandi, dan Dendi keluar kamar Selly.


Selly berdiri di dekat Ibu nya yang sedang membuat isian kue. Dia penasaran Ibunya ingin bercerita apa.


"Ibu mau cerita apa? aku penasaran banget Bu,"


"Pak Jun dan Hans datang tadi siang, dia ingin melamar kamu?"


"Memangnya Ibu tidak memberikan undangan ke meraka berdua,"


"Sudah, Ibu sudah memberikan undangan kamu. Ibu juga heran kenapa mereka bisa nekat ke sini,"


"Biarin aja lah Bu, Ibu jangan terlalu mikirin. Yang penting dia bisa terima kalau aku akan menikah," ujar Selly.


Tanpa di sadari, Genta menguping semua pembicaraan Selly dan Ibunya. Genta jadi tau kalau diam-diam ada yang melamar kekasihnya.


Setelah selesai menguping, Genta pura-pura memanggil Selly. Tak lama Selly pun menghampiri kekasihnya yang sudah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Sayang, siapa yang datang melamar kamu?"


"Pria yang waktu itu kamu lihat di rumahku, kok kamu tau aku ada yang lamar. Menguping ya?"


"Gak sengaja tadi mau nyamperin kamu ke dapur,"


"Jangan-jangan itu alasan kamu gak mau pajang foto kita id sosmed,"


"Aku juga bisa marah lho mas, kalau kamu ngomong begitu terus," ucap Selly.


Genta langsung diam, takut juga kalau Selly sedang marah. Selly pun mengambilnya makan untuk makan malam dirinya dan kekasihnya.


Para bodyguard tak semua ikut menemani bos nya menginap di rumah Selly. Hanya dia orang saja yang menemani, karena memang di suruh Genta untuk menjaga rumah Bu Santi.


Selesai makan Genta dan Selly pamit untuk tidur. Genta yang awal ingin tidur di sofa, malah ikut di dalam kamar Selly.


"Kamu gak jadi tidur di sofa, Mas?" tanya Selly.


Genta diam aja, memilih tidur di dekat dinding. Selly sudah tau, pasti Pak tua itu melanjutkan ngambeknya.


"Pak Genta, anda pulang aja Pak. Dari pada tidur di sini bikin saya emosi,"


Genta langsung menarik tangan Selly yang masih berdiri di pinggir kasur.


'Bruk'


Selly rubuh di atas tubuh Genta, Genta langsung memeluk erat tubuh Selly agar tidak beranjak dari tempat tidur.


"Ayok tepati janji kamu!!" ucap Genta menagih janji.


"Takut Mas, aku belum berani lagi," ucap Selly lirih.


"Aku janji bakal pelan-pelan," ucap Genta meyakini Selly agar mau di ajak bercinta olehnya. Selly pun ga habis akal, dia ingin mengancam kekasihnya.


"Oke, aku kasih sekarang tapi ada syaratnya,"


"Apa syaratnya?" ucap Genta sambil memainkan alisnya.


"Habis acara pernikahan kita hari Minggu kita gak bercinta, gimana?"


"Kok gitu Yank? curang kamu mah,"' tanya Genta serasa di akali oleh kekasihnya.


"itu terserah kamu aja Yank, mau nya gimana,?"


"Udahlah, tidur aja. Aku males ngomong sama kamu, kamu yang janji tapi gak mau di tepati," Genta langsung melepas pelukannya dan membelakangi Selly.


Selly memeluk Genta dari atas, dia melihat wajah Genta sambil mendekatkan ke wajahnya.


"Mas Ganteng, jangan marah-marah terus. Jangan cuma masalah foto, kamu marah sama aku,"


"Tenang Mas ganteng, sayang dan cintaku hanya buat kamu seorang. Mas.. beneran marah? nanti aku mundur lho jadi istri kamu. Gak kuat kamu marah-marah terus,"

__ADS_1


Genta tetap diam tak menanggapi ucapan Selly dia memilih pura-pura untuk tidur.


__ADS_2