
Suasana rumah orang tua Genta hari ini sangat lain dari biasanya. Nyonya Bagaskara sibuk di dapur, di bantu dengan dua asisten rumah tangga nya.
Nyonya Bagaskara ingin menyiapkan makan malam untuk kedatangan calon menantu dari anak kesayangannya.
Padahal ini masih siang, tapi mereka sudah sibuk memasak. Sepertinya Nyonya Bagaskara memasak makanan spesial, untuk orang spesial.
Tadi pagi, Genta sudah mengabari Mamahnya karena dia ingin pulang membawa Selly kekasih hatinya.
"Bi, tolong saya semua makan malam ini di koreksi rasa lagi. Takut rasanya aneh, menurut saya sih sudah cukup,"
"Baik, Nyonya," ucap salah satu pembantu.
Nyonya Bagaskara pun tak lupa menelpon suami tercintanya, agar tidak lembur malam ini.
Sedangkan di Kantor akan terjadi pernah dunia ke sepuluh. Karena Genta kedatangan seorang wanita, Wanita yang semalam menelponnya.
Selly tidak mengetahui kehadiran wanita itu, karena dia berada di ruangannya.
"Ya ampun, ini lupa di tanda tangani," ucap Selly. Dia pun merapikan berkas yang belum di tanda tangani oleh kekasihnya itu.
Setelah merapikan, dia langsung berjalan keluar ruangannya menuju ruangan kekasihnya.
Tanpa ketuk pintu, Selly langsung membuka pintu.
Ceklek.
Alangkah terkejutnya Selly ketika melihat seorang wanita berada 1 ruangan dengan kekasihnya.
"Maaf, Pak mengganggu," Selly langsung keluar ruangan Genta.
"Sayang.. Sayang.." Genta berteriak memanggil Selly dan mengikuti dari belakang.
"Sayang, kamu jangan salah paham. Aku gak ada hubungan apa-apa dengan dia,"
Selly membuka pintu ruangannya dan menutup pintu itu dengan kencang, tanpa menguncinya.
"Huuuuhh..." Selly duduk dan membuang nafas kasar.
ceklek.
"Selly, aku bisa jelasin ke kamu,"
"Tolong tanda tangan di sini saja, Pak,"
"Sayang jangan marah,"
"Cepat tanda tangan, besok-besok di kunci pintunya biar aku gak asal nyelonong masuk ke dalam. Biar gak ada yang ganggu," ucap Selly sambil meneruskan pekerjaannya.
"Jangan marah, aku sayang sama kamu," Genta memeluk selly dari samping.
"Sana Pak kembali ke ruangan anda!! jangan ganggu karyawan lagi kerja, kasian tuh kekasih nya di tinggal sendiri,"
"Kekasihku itu kamu, calon istriku itu kamu,"
"Selingkuhnya sama tadi, gak di sebutin,"
Genta langsung memutar kursi yang Selly pakai untuk menghadap ke dirinya.
"Aku gak selingkuh, dia datang tiba-tiba. Aku juga tau kalau dia seagresif itu, itu dia baru datang sayang,"
"Aku gak perduli hiks..hiks.."
Genta langsung memeluk selly erat, dan mengusap rambut hingga punggungnya. Genta merasa bersalah atas kejadian tadi, harusnya dia langsung mengusir wanita itu.
"Mas, salah sayang. Harusnya Mas usir dia, maafin Mas,"
__ADS_1
Selly yang mengusap air matanya, dan melepas pelukan sang kekasih. Selly kembali mengerjakan tugas Kantor yang masih menumpuk. Dia ingin cepat-cepat pulang, ingin cepat menyendiri.
"Sayang, Mamah udah masak untuk kita. Aku harap kamu gak membatalkan pertemuan dengan keluargaku,"
'Aku hampir saja lupa, kalau malam nanti ada pertemuan dengan keluarga Bagaskara. Aku malah ingin cepat-cepat pulang, untuk menyendiri,'
"Sayang, kamu dengarkan aku bicara apa?"
"Dengar, pergi sana!! Aku males sama kamu,"
Selly langsung berdiri dan menarik tangan Genta, dia menyuruh Genta untuk kembali ke ruangannya.
"Katakan dulu, kalau kamu gak marah sama aku," ucap Genta saat sampai di dekat pintu.
"Kalau aku berdua di ruanganku dengan lelaki lain, kamu marah atau gak?"
"Marah lah," serunya.
"Ya sudah, itu kamu sudah tau jawabannya,"
Selly langsung mendorong tubuh kekasihnya itu ke luar ruangannya. Lalu dia menutup pintu dan menguncinya.
Dia ingin sendiri, dia ingin menangis sepuasnya. Biar hilang sesak di dadanya, tanpa ada orang lain yang tau.
Selly mengecek semua pekerjaannya, ternyata sudah selesai. Dia ingin pulang lebih cepat, dan ingin mampir ke makam Ayahnya.
Selly langsung buru-buru keluar dari ruangannya, dan segera masuk ke dalam lift. Dia langsung memesan Ojek online, supaya cepat.
'Mataku bengkak,' bathinnya.
Sampai di bawah dia bertemu dengan Dendi dan Rian. Mereka sedang berdiri di depan resepsionis.
"Non.. Non Selly mau kemana?" ucap Dendi yang mengikuti langkah Selly.
"Non.. ada masalah apa?" tanya Dendi, tapi Selly tak menghiraukan ucapannya.
"Siap, Den,"
Selly sudah naik Ojek Online yang tadi sudah dipesan saat di lift. Dendi mengikuti Selly dengan meminjam motor salah satu satpam.
Genta mencoba menghubungi Selly, tapi Selly tak menjawab panggilan masuk dari Genta. Dia langsung menonaktifkan nomornya, urusan nanti makan malam dia akan datang. Yang penting saat ini dia malas untuk di ganggu.
Sesampainya di makam, dia berjalan masuk ke area makam menghampiri tempat terakhir Ayahnya.
"Assalamu'alaikum, Ayah,"
"Maaf Ayah, Selly ganggu Ayah istirahat. Selly lagi pengen curhat sama Ayah, pengen curhat sama Ibu takut nanti Ibu kepikiran terus,"
Selly terus saja mengeluarkan semua kegundahan yang ada di dalam dadanya, sembari mengusap batu nisan Ayahnya dengan menitikan air mata.
Dari kejauhan ada Dendi yang mengawasi Selly. Dendi tau, pasti masalahnya karena wanita yang menemui Bos nya tadi siang.
"Selly.." Seru Genta berlari ke arah Selly.
Tau siapa yang datang, Selly pun berdiri.
"Ayah, Selly pulang dulu ya. Assalamu'alaikum Ayah," Selly pun berpamitan dengan Ayahnya ketika Genta sampai di dekatnya.
Genta memegangi tangan Selly dengan erat.
"Mau kemana lagi? curhat apa sama Ayah? curhat kalau aku selingkuh?" beberapa pertanyaan terlontar dari mulut Genta.
Ketika Selly memesan Ojek online, Genta langsung merebut handphone.
"Masuk!!" Genta menyuruh Selly masuk ke dalam mobil, tapi Selly tak mau masuk.
__ADS_1
"Mau aku gendong?" tawar Genta, mengundang tawa para bodyguard.
Mau tak mau Selly masuk ke dalam mobil dengan menghentakkan kakinya dan memanyunkan bibirnya.
Genta ingin membawa Selly ke apartemennya. Biar nanti malam bisa langsung pergi ke rumah orang tuanya.
...****************...
"Istirahat dulu, masih nanti malam ke rumah Mamah,"
"Ajak aja wanita yang tadi siang sama kamu, kenapa harus sama aku,"
"Karena kamu calon istriku, sudah ya sayang jangan bikin aku gemes lalu ku ajak bercinta kamu," ancam Genta.
"Wanita tadi juga oke, Sexy walaupun rata," ucapannya membuat Genta tertawa.
Genta memeluk Selly yang sedari tadi menyandarkan tubuhnya di sofa bed.
"Jangan kabur lagi ya dari Kantor, jangan jauh-jauh dari aku. Jangan ninggalin aku, Aku sayang sama kamu,"
CUP
"Di kamar yuk!!" bisik Genta.
"Mau apa? mau bercinta?"
"Itu tau, Ayok sayang!! Kayaknya kamu sudah tau yang aku mau,"
Selly menggelengkan kepala, dia pun jadi merutuki diri sendiri. Kenapa dirinya cepat sekali luluh dengan pria di sebelahnya. Padahal niat awal dia ingin marah, sampai berhari-hari. Tapi ini belum setengah hari sudah luluh.
Mungkin pesona Genta yang membuat Selly susah sekali untuk marahan lama-lama.
"Ingat ya kita masih marahan, aku gak mau baik-baik sama kamu. Nanti ngelunjak,"
Genta langsung menyambar bibir Selly yang masih saja manyun. Selly mencoba melepas, tapi kepalanya di tahan oleh tangan Genta.
Selly pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Genta bermain sendiri. Tangan Genta meremas pay*d*r* Selly dari luar kemeja yang di pakai.
Selly mencoba menjauhkan wajah Genta dari hadapannya.
"Bisa diem gak tangan kamu,"
"Gak tahan Yank lihat kamu pakai rok begini, kenapa tadi pulang gak ganti pakaian dulu?"
"Gak sempet,"
Genta langsung memajukan kepalanya untuk menciumi leher Selly, dia meninggalkan tanda kepemilikan.
"Mas!! kalau di lanjut nanti malam aku gak mau datang,"
Genta langsung menghentikan aktivitas nya itu. "Ancaman kamu ada yang lain gak, Yank?"
Selly langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar kekasihnya. Sang pemilik apartemen itu juga masuk ke dalam kamar.
"Bilang dong kalau mau di kamar,"
"Aku mau rebahan, pegal pinggangku di ajak ciuman di sofa,"
"Mau langsung Gas atau pakai rem, Yank?"
"Maksudnya apa? aku gak ngerti. Aku ke kamar bukan mau ajak kamu bercinta, aku mau rebahan. Lumayan setengah jam lagi, ngomong-ngomong nanti aku pakai baju apa dan make apa kalau aku gak pulang,"
"Gampang sayang, sudah aku siapkan,"
"Oke,"
__ADS_1
Genta ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur. Memasukkan tangan kanannya ke dalam baju Selly, dan menelusup masuk ke dalam Bra. Dia memainkan p*TiNg sang kekasih, sedangkan pemiliknya sedang mengirim pesan ke Ibunya.