
Genta dan Selly jalan-jalan malam, Genta menuruti keinganan selly. Dia jalan-jalan malam menggunakan motor. Dendi dan Bodyguard lain mengiringi dari belakang.
Walaupun bukan ini yang di mau Selly, tapi kali ini dia tak banyak protes. Mungkin Selly memang harus menerima keadaan Genta.
"Mau beli apa?"
"Gak beli apa-apa, mau jalan-jalan aja cari angin,"
"Sayang, aku sudah bilang mereka mau makan malam,"
"Ya sudah ayok!! tanya mereka mau makan apa,"
Genta pun melambatkan motornya agar mendekat ke motornya Dendi. Untuk menanyakan makan malam apa.
Genta pun menepikan kendaraan di sebuah cafe yang terletak tak jauh dari tempat tinggal Tuan Bagaskara.
"Di sini aja ya, sayang," Selly pun mengiyakan.
Kemudian mereka semua masuk ke dalam cafe tersebut. Dendi mulai memesan menu untuk Bos nya dan cemilan untuk istrinya.
Selly terus memeluk Genta dari samping, entah kenapa dia begitu manja malam ini. Genta yang melihat sikap Selly sangat bahagia, karena Selly tak biasanya sampai begini.
Setelah makanan datang, Selly benar-benar tak ingin makan. Di pesankan cemilan pun tak di sentuh oleh Selly. Dia hanya meminum jus alpukat saja.
"Kamu benar gak lapar sayang? nanti kita kan mau bercinta," ucapan Genta membuat para bodyguard tersenyum-senyum.
"Tau ah, Mas. Aku nanti sampai rumah mau tidur,"
"Enak aja tidur, iya aku tiduri lah," lagi-lagi ucapan Genta membuat tertawa bodyguard nya.
"Kalian gak usah tertawa, nanti kalian juga merasakan sendiri. Makanya cepat cari pasangan, biar bisa berduaan di kamar sama Ayank," lanjut Genta.
"Iya, Tuan. Do'akan kita cepat dapat wanita idaman seperti Tuan,"
"Asal jangan seperti Selly, tak ada lagi stok nya,"
"Iya Tuan," jawab bodyguard serentak.
Selly mengeluarkan handphone, dia meminta Dendi untuk memfoto dirinya dan Genta. Genta dengan senang hati menerima ajakan kekasihnya untuk foto bersama.
"Sayang, ada apa denganmu? tumben banget malam ini manja dan minta foto berdua," ujar Genta sembari mengusap kepala Selly yang bersandar di lengannya.
"Kamu gak suka ya? terlalu berlebihan kah?"
"Gak sayang, justru aku senang kamu begini," Genta memeluk Selly dan menciumi pipi Selly.
Selesai makan malam, mereka semua lanjut berkeliling lagi, menikmati udara malam hari. Para bodyguard juga baru ini pergi jalan-jalan di malam hari menggunakan motor.
"Kita bulan madu 3 hari lagi ya, kamu tentukan dulu tempatnya," seru Genta yang berada di atas motor.
__ADS_1
"Ke Bali aja Mas, gak mau jauh-jauh,"
"Oke kita ke Bali, mau sebulan atau dua bulan?"
"Bulan madu seminggu aja, gak mau lama-lama. Nanti aku bisa habis sama kamu," jawab Selly.
"Gak mau ah kalau seminggu, cepat sekali. Dua Minggu ya?"
"Tapi gak mau bercinta terus, Mas,"
"Kalau soal itu lihat nanti," ucap Genta.
Padahal dia ingin bulan madu lama hanya ingin bercinta, tapi sepertinya akan di tolak dengan Selly. Genta tak pernah puas kalau sehari hanya sekali. Tubuh Selly sudah membuat candu dirinya.
Setelah pukul 02:00 pagi, para rombongan pun sampai kembali ke rumah Tuan Bagaskara.
Selly dan Genta masuk ke dalam kamar, dan para bodyguard ke tempat istirahat yang sudah di siapkan.
"Bersih-bersih dulu Mas, aku belakangan,"
"Kamu dulu aja, aku yang belakangan. Atau gak usah aja, Sayang. Sudah pagi, langsung bercinta aja,"
"Memangnya semua orang yang menikah gitu ya? Harus bercinta terus?" tanya Selly pada Genta, membuat Genta senyam-senyum.
"Hmmm.. Yang pertama sudah pasti itu Yank," jawab Genta.
"Hanya kamu aja yang begitu atau orang lain juga?" tanya Selly lagi.
"Kamu serahkan semua kepadaku, kamu pasrah aja. Biar aku yang bekerja," ujar Genta. Selly pun mengangguk, dan ikut merapatkan tubuhnya.
Dan pergulatan antara Selly dan Genta pun di mulai. Ini Ronde ke dua mereka, akankah ada ronde-ronde berikutnya. Kita jangan mengintip ya reader's.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kediaman rumah Tuan Bagaskara masih ramai, masih ada saudara dan besan. Tetapi pengantin baru itu tidak ikut sarapan pagi di meja makan.
TOK
TOK
TOK
"Genta.. Selly.. Bangun!!! Sudah hampir makan siang gak keluar juga," seru Nyonya Bagaskara.
Doooor
Doooor
Doooorr
__ADS_1
"Bangun wooyy, berapa ronde sih semalem," Axel ikut membantu Mamahnya untuk membangunkan Kakak dan Kakak iparnya.
Selly bangun dan berjalan menuju pintu kamar untuk membuka pintu.
Ceklek.
"Kenapa, Mah?" tanya Selly pada Mertuanya.
"Mandi makan siang, Ibu kamu nungguin kamu bangun," jawab Nyonya Bagaskara.
"Maaf Mah, aku sama Mas Genta tidur pagi. Bilang Ibu suruh tunggu dulu ya, Mah,"
"Iya Sayang,"
Selly pun menutup pintu lalu membangunkan sang suami, tapi susah sekali untuk di bangunkan. Akhirnya Selly pergi ke kamar mandi untuk melakukan bersih-bersih. Pergulatan semalam membuat badan Selly capek dan mata ngantuk.
Selesai mandi, Selly kembali untuk membangunkan Genta. Tapi susah sekali di bangunkan.
Karena rasa sabarnya sudah menipis, Selly pun berjalan keluar kamar. Mencari keberadaan Ibunya, ternyata sedang duduk dengan Tuan dan Nyonya Bagaskara.
"Kakak ipar, berapa ronde?" tanya Axel menggoda.
"Kalau aku jawab nanti kamu pengen, kasian,"
"Sebentar lagi aku cari pasangan Kak, nunggu Kakak punya Baby dulu," ujar Axel, setelah meneguk segelas air putih.
"Kenapa nunggu Kakak punya Baby, kamu ke buru tua. Nanti gak ada yang mau,"
"Kak Genta aja sudah tua tapi dapatnya Kakak ipar. Nanti aku juga begitu,"
"Belum tentu, untung-untungan," ucap Selly sembari berjalan mendekat orangtuanya.
"Bukannya di do'akan buat adik ipar, malah begitu. Ya sudahlah," Axel pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Selly hanya menggelengkan kepala.
Selly menyapa Mertua serta Ibunya, meminta maaf karena bangun kesiangan. Dan mereka pun memakluminya.
"Ibu mau ikut tinggal sama aku?" tanya Selly pada Sang Ibu.
"Gak, Nak. Ibu di rumah aja, nanti ruko gak ada yang urus," jawab Bu Santi sambil mengusap punggung putrinya.
"Ada karyawan Ibu di sana, dan Ibu bisa mengecek tiap seminggu sekali," tutur Selly, agar Ibunya mau di ajak ke apartemen Genta.
Mertua Selly pun menyetujui usul menantunya, tapi Ibu Selly tetap menolaknya. Karena dia ingin mengerjakan apa-apa sendiri, karyawannya hanya membantu saja tidak untuk membuat kue.
"Ya sudah kalau Ibu gak mau, nanti seminggu sekali aku nginap di sini dan di sana ya? Biar adil," lalu di iyakan oleh Keluarga Genta dan Bu Santi.
"Bangunkan suamimu Sell!! suruh makan siang. Sarapan sudah terlewat jauh sekali," perintah Nyonya Bagaskara.
"Baik, Mah,"
__ADS_1
Selly berjalan menaiki anak tangga untuk membangunkan kembali Genta. Harus di ancam sesuatu agar cepat bangunnya.