Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 12


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia untuk Selly, karena hari ini Selly menerima gaji pertamanya di perusahan sang kekasih. Dia ingin menepati janji pada Ibu nya, kalau dia akan menyewakan ruko pinggir jalan dekat rumahnya


"Ibu, tunggu aku pulang ya," lirih Selly dengan tangan berada di keyboard PC nya.


Selly ingin cepat-cepat menyelesaikan tugasnya hari ini, dia ingin bertemu dengan Ibu nya.


"Selesai, aku ganti pakaian dulu," ucapnya lirih.


Selly langsung berganti pakaian di ruang ganti dalam ruangannya.


Ceklek.


"Sayang, kamu dimana?" seru Genta yang sudah masuk ke dalam ruangan Selly.


"Sebentar Mas,"


Genta menunggu Selly di depan ruang ganti.


"Ya ampun Mas, kenapa nunggu di sini. Kamu mau ngintip?"


"Mau nya aku yang gantiin baju kamu," Genta memeluk Selly dari depan.


"Mau ngapain kalau begini,"


"Mau ini.."


Genta mendongakkan wajah Selly, dan dia mulai ******* bibir Selly dengan lembut. Selly mulai mengimbangi ******n dari bibir Genta.


Selly menaruh tangannya melingkar di leher Genta. Tangan Genta mulai meraba bagian depan tubuh Selly.


Selly langsung menyudahi ciuman sore ini, karena tangan Genta sudah berkeliaran kemana-mana.


"Kita pulang, bisa sampai malam kalau tangan kamu sudah main,"


"Lanjut nanti ya,"


"Kalau lebih dari ciuman, aku gak mau," ucap Selly sambil menuntun ke kasihnya keluar dari ruangannya.


"Kamu belum ngerasain Yank bilangnya gak mau. Nanti sudah tau rasanya ketagihan,"


"Kamu sendiri sudah ngelakuin sama siapa?" tanya Selly sambil masuk ke dalam lift bersama Genta dan Dendi.

__ADS_1


"Aku juga belum pernah, makanya kita berdua belajar,"


"Ada Dendi, Mas. Bisa diem gak mulutnya,"


"Gak papa Non, saya udah terbiasa dengan Kebucinan Tuan ke Non," ujar Dendi.


"Tahan-tahan lah kuping mu ya Den, awas jangan pengen lihat kelakuan Bos kamu,"


"Siap, Non hehehe.." Kekeh Dendi.


"Mampir apartemen ku ya," ajak Genta.


"No, hari ini aku gajian. Aku langsung mau ketemu Ibu,"


"Jadi sewa ruko?"


"Jadi dong," jawab Selly sangat bahagia.


"Aku ikut," Selly tak menghiraukan ucapan Genta.


Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Mereka ingin menuju rumah Selly.


Tangan Genta terus merangkul pinggul Selly. Begitupun Selly menaruh tangannya di atas paha Genta.


"Tunggu Ibu bahagia,"


"Aku yang akan bahagiakan Ibu,"


"Orang tua kamu aja belum tau kalau kita sudah jadian, setuju atau gak keluarga mu. Jangan berbahagia dulu ya, kalau aku sudah mempersiapkan hati. Takut nanti keluarga mu gak setuju sama aku. Jadi aku sudah bisa terima,"


"Itu kah yang membuatmu gak mau bercinta sama aku," bisik Genta.


"Tau ah, omongan orang tua kenapa selalu ke sana,"


"Kamu sendiri yang suruh aku nonton drama Korea. Tanya Dendi ada adegan apa aja di drama Korea itu,"


"Gak ada adegan apa-apa kan, Den?" tanya Selly ke Dendi sambil senyum-senyum.


"Ada Non, ada adegan dewasanya," jawab Dendi.


"Perasaan yang aku tonton gak ada deh, cuma kiss aja. Ini yang judulnya apa sih, kok aku penasaran,"

__ADS_1


"Nanti kita nonton berdua ya, sekalian praktek," bisiknya di kuping Selly.


"Ngeri," lirih Selly.


Selly sudah sampai di rumahnya, dia melihat di ruang tamu ada Ibu dan 2 pria. satu lagi pria paruh baya dan satu lagi pria masih muda.


Selly dan Genta masuk ke dalam dan menyalami ibu serta kedua tamunya itu. Pria yang berada di samping pria paruh baya itu menatap terus ke arah Selly.


Ibu pun mengenalkan Selly dan Genta kepada dua pria itu. Ternyata pria paruh baya itu adalah teman dekat sang ayah dan pria yang masih muda itu adalah anaknya.


Sedari tadi pria muda itu terus memandang ke arah Selly, membuat hati Genta panas.


"Sayang, aku pulang dulu ya," ucap Genta pada Selly


"Buru-buru aja Nak Genta,"


"Iya Bu,"


Genta berpamitan kepada semua yang ada di ruang tamu. Selly menemani Sang kekasih keluar dari rumahnya.


"Habis ini masuk ke dalam kamar, gak usah ikut duduk di situ. Aku gak suka pria itu melihat ke arah kamu terus," Tegas Genta sambil menggenggam tangan Selly.


"Kamu cemburu? tenang sayang aku udah gak bisa jatuh hati lagi selain kamu. Mungkin hanya kenalan aja sama dia, karena Ayahnya teman dekat Ayah ku," ucap Selly.


"Di kamar aja ya!!" perintah Genta.


"Iya Sayang, nanti sehabis kamu pulang aku langsung masuk ke dalam kamar," ucap Selly agar pacarnya tak risau.


"Terima kasih sayang, aku pulang dulu ya Yank,"


CUP


"Assalamu'alaikum, sayang,"


"Wa'alaikumsalam, Mas. Hati-hati,"


"Iya Sayang,"


Genta pun meninggalkan rumah Selly, Selly menatap kepergian sang kekasih.


"Ibu, aku izin masuk kamar ya. Mau bersih-bersih dan istirahat,"

__ADS_1


"Iya,"


Selly juga berpamitan kepada kedua tamu itu. Karena Selly harus bisa menjaga perasaan sang kekasih walaupun dia sudah pulang.


__ADS_2