
Setelah Genta berangkat ke Kantor, Selly bersiap-siap untuk pergi ke rumah Mamah mertuanya. Dia sengaja tidak memberitahu Genta kalau ingin ke rumah orangtuanya.
Selesai berdandan, Selly pergi ke ruko Ibunya untuk berpamitan.
"Maaf Non, ingin pergi kemana? Bisa kami antar," ucap Rey bodyguard Genta yang ada di depan ruko milik Ibunya.
"Gak usah, saya mau pergi ke rumah Mamah,"
Selly langsung memesan taksi online, untuk menuju rumah calon Mamah mertuanya. Tak menunggu lama, taksi yang di pesan datang juga.
Taksi online tersebut mengantar Selly sampai ke tempat tujuan. Suasana jalanan pagi ini ramai lancar, karena banyak para pegawai kantor yang sudah masuk.
Drrttt
Drrttt
Drrttt
"Hallo, Mas ganteng,"
"Sayang, kamu dimana? Kayak lagi di jalan?"
"Iya, aku mau ke rumah Mamah,"
"Kenapa gak bilang sama aku? Aku kan bisa libur, Yank,"
"Sengaja, biar kamu kerja. Nanti jemput aku di Mamah ya?"
"Aku susul ya sekarang?"
"Jangan macam-macam Mas ganteng, aku cuma mau bantu Mamah. Nanti kalau ada kamu, aku gak bisa bantu Mamah. Lagu pula Axel mau datang ke kantor, Sayang,"
"Tau ah,"
"Sabar ya, aku mau lihat orang yang dekor di rumah kamu,"
"Ya sudah, tunggu suami kamu pulang ya?"
"Iya Mas ganteng, bye.."
"I Love You,"
"I Love You Too.." ucap Selly.
Setelah menerima telepon dari Genta, kebetulan Selly sudah sampai didepan rumah Nyonya Bagaskara. Selly membayar taksi online, lalu keluar dari taksi dan berjalan mendekat ke pintu utama kediaman Nyonya Bagaskara.
"Assalamu'alaikum," dengan mengetuk-ngetuk pintu utama di rumah Nyonya Bagaskara.
"Wa'alaikumsalam,"
Ceklek.
"Eh Non Selly, masuk Non. Nyonya sedang ada di meja makan,"
"Terima kasih, Bi," ucap Selly sembari masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Mamah mertuanya.
__ADS_1
"Mamah," panggil Selly yang melihat Mamah nya menghias seserahan untuk nikahan nanti.
"Hay mantu Mamah, duduk sana!! atau mau istirahat sayang di kamar?"
"Aku mau bantuin mamah lho," ucap Selly manaruh tas di Buffett dekat area meja makan.
"Gak usah, ini Mamah cuma coba aja. Nanti ada orang yang bakal ngurus ini semua. Ada yang kurang gak? Atau ada lagi yang ingin di beli?"
"Gak ada, Mah. Cukup ini aja,"
"Oke, oiya Sell.. Kamu sudah tau belum, mas kawinnya apa?" tanya nyonya Bagaskara.
"Gak tau, Mah. Emangnya apa, Mah?"
"Hahaha.. Kepo. Pokoknya bikin Genta gak bisa berpaling dari kamu,"
"Ah Mamah, bikin penasaran aja," Mamah hanya senyum-senyum sambil melirik ke Selly.
"Istirahat, Sayang. Mamah suruh kamu ke sini bukan untuk bantu-bantu, cuma kangen aja berapa hari gak bisa ketemu,"
"Mamah sama anak sama aja,"
Setelah dipaksa beberapa kali untuk masuk ke dalam kamar, akhirnya Selly pun menyetujui permintaan dari Nyonya Bagaskara.
Selly masuk ke dalam kamar milik kekasihnya, walaupun tidak dipakai tapi sangat bersih sekali.
Selly berganti pakaian dan dia menggunakan kemeja putih milik Genta. Lalu, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ketika sampai di rumah orang tuanya, Genta langsung mencari Selly.
"Ngapain kamu pulang Gen? nyari Ayank kamu?" tanya Nyonya Bagaskara.
"Iya, kemana dia? katanya mau bantu Mamah, aku telpon gak di angkat," jawab Genta sambil mencium tangan Mamah nya.
"Ada di kamar mu, Mamah suruh istirahat. Bangunkan, suruh makan siang dulu," perintah Mamah.
"Oke Mah,"
Genta pun berjalan melewati anak tangga, dia tampak bahagia karena Selly tidur di kamarnya.
Ceklek.
"Waaauuuww, pemandangan indah," ucap Genta sembari mengunci pintu kamarnya.
Dia meletakkan tas dan melepas pakaian kantornya. Kini Genta hanya memakai celana boxer andalannya ketika tidur.
Genta tidur di sebelah Selly, dan menyelimuti tubuh mereka berdua. Karena melihat Selly yang sedang tidur, Genta mencium kening Selly terlebih dahulu. Dan mulai menaruh tangan di atas paha Selly.
Selly menyipitkan matanya, dan membalikkan tubuhnya membelakangi Genta.
"Sayang, hadap sini," Selly tak menanggapi ucapan Genta.
Genta pun tak berpikir panjang, dia memeluk Selly dari belakang. Menaruh kepala di belakang tengkuk leher Selly, lanjut merab* paha Selly yang putih dan mulus.
__ADS_1
"Mas, tangan kamu. Astaga ngapain sih kamu pulang, ganggu aku tidur aja," kesal Selly.
"lihatlah kamu berpakaian seperti ini, menggoda iman sekali sayang,"
"Aku gak bermaksud menggoda kamu, niat aku tidur sendiri," ucap Selly kesal.
"Tepati janji kamu sekarang," bisik Genta di telinga Selly.
"Oke," ucap Selly sambil membalikkan tubuhnya untuk menghadap tubuh Genta.
"Nanti hari minggu jangan minta ya, ayok mau pakai gaya apa mas ganteng!" ucap Selly dengan suara yang lembut serta menggoda. Selly menaik turun kan alisnya, sambil memeluk Genta.
Genta yang di ancam seperti itu dengan Selly langsung menghentikan gerakan tangannya. Memang gak main-main Selly kalau sudah mengancam.
"Jadi gak mas ganteng, ayok!!"
"Ancaman kamu Yank, ada yang lain ga?"
"Ada, kalau sekarang bercinta. Kita libur sebulan," jawab Selly.
Genta langsung memeluk erat Selly dan berbisik, "Aku sabar sampai hari Minggu, kamu lihat aja dari hari Minggu dan seterusnya kamu gak akan bisa keluar dari kamar,"
Selly langsung bergidik ngeri, dia membayangkan yang waktu itu saja sudah membuatnya lemas.
"Gak boleh sering-sering Mas, nanti gak jadi dedeknya," alasan Selly agar tak di gempur habis-habisan oleh Genta.
"Kata siapa? Malah bagus lah kalau sering-sering, bagus buat kesehatan aku dan kamu. Dedek pun jadi," ucap Genta menaik turun kan Alis.
"Sudahlah aku pasrah,"
"Iya memang kamu harus pasrah aja, biar aku yang bekerja. Tapi, tadi kamu bilang mau gaya apa. Memangnya kamu sudah tau gaya-gaya yang di pakai buat bercinta?" Genta melihat ke Selly dengan heran.
"Aku asal ngomong aja Mas, nanti aku belajar dulu deh," jawab Selly sambil senyum-senyum.
"Gak usah, takut kamu pintar. Ikutin aja cara kerja ku,"
"Baik Mas ganteng, aku mau ganti baju dulu. Kamu sudah makan?"
"Sudah, tadi aku disuruh bangunkan kamu.Di suruh mamah makan siang,"
"Ya sudah kamu di kamar aja, aku keluar sendiri,"
Selly pun berganti pakaian di depan Genta, sudah menghilangkan rasa malu karena sebentar lagi akan menikah.
"Gitu dong ganti baju di depan aku,"
Selly tak menghiraukan ucapannya, sehabis berganti pakaian dia langsung menyisir rambutnya. Lalu, dia pamit keluar untuk makan siang.
"Kenapa baru keluar kamar? sudah jam berapa ini belum makan siang?" seru Nyonya Bagaskara.
"Ah Mamah kayak gak tau anaknya aja, rusuh kalau sudah ketemu aku,"
"hehehe... Lupa kalau pak tua ada di kamar, minta jatah dia?" tanya Nyonya Bagaskara.
"Iya, tapi gak aku kasih. Tinggal 2 hari lagi, gak sabaran,"
__ADS_1
Mamah hanya tertawa lirih mendengar menantunya bercerita soal anaknya. Bagi Nyonya Bagaskara, Selly juga menjadi anak bungsunya. Karena umur yang terpaut jauh dari kedua anak lelakinya.