Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 34


__ADS_3

Satu Minggu Kemudian


Hari ini adalah hari Reunian Selly dan teman kampusnya. Sekalian Selly memperkenalkan Genta kepada teman-temannya dan berikan undangan pernikahannya.


Sebenarnya Selly hanya ingin pergi berdua dengan Genta. Tapi mau gimana lagi, Dendi dan kawan-kawannya harus ikut kemana pun Genta dan Selly pergi.


"Kamu mau kenalin aku ke teman-teman kamu apa?" tanya Genta yang sudah ada di dalam mobil bersama Selly dan Dendi.


"Om aku,"


"Sayang, serius dong. Masa kamu mau kenalin aku sebagai Om kamu,"


"Lagi kamu pakai tanya, jelas-jelas aku sudah bawa undangan. Mereka sudah pasti tau, kalau kamu calon suami aku,"


"Iya..ya.." Selly tak menanggapi ucapan Genta. Dia membalas pesan temannya yang sudah datang di tempat yang sudah di booking.


Sesampainya tempat yang di tuju, Selly meminta pada bodyguard Genta untuk mengawasi dari jauh aja. Tapi untuk Dendi dan Rian boleh duduk di meja yang dekat dengan teman-teman Selly.


"Selly....." seru Aga teman pria Selly.


"Hai..hai.." sapa Selly sambil berjalan mendekat ke temannya itu.


"Minta aku tembak dia," bisik Genta.


"Kamu sama Dendi dan Ryan aja, kalau kamu rusuh," bisik Selly.


Genta langsung menggenggam tangan Selly dengan erat. Dia takut Selly berjalan meninggalkan dirinya.


"Cieee... ciiieee..."


"Kirain pada belum datang, ternyata gue yang terlambat,"


"Mojok dimana dulu Sell? sampe telat datangnya,"


"Mojok di rumah Ibu hehehe..."


"Kenalin kali Sell itu siapa?" ucap Rianti teman kampus Selly.


"Gak usah gue kenalin, takut kalian terpesona. Gue kasih langsung aja ini. Di sini sudah ada nama gue dan dia," ucap Selly sambil memamerkan undangan.


"Wow.. sat set sat set banget Sell. Takut ada yang nikung ya hahaha.." ujar salah satu teman Selly.


Selly menyuruh Genta untuk duduk dan dia membagikan undangan kepada teman-teman yang sudah datang di reuni teman kampusnya.


setelah membagikan undangan acara reuni pun dimulai. sebenarnya ini bukan acara reuni tapi kumpul-kumpul dan makan-makan setelah waktu Selly kuliah aja.


"Sayang, kamu di sini kayak dosen kamu dan teman-teman kamu ya?"


"Ngerasa tua ya hehehe.." Kekeh Selly.


"Gak papa tua, yang penting istriku kamu,"

__ADS_1


Ada beberapa teman Selly yang berbisik tentang Selly dan Genta. Mereka tidak menghina Selly yang menikah dengan pria yang lebih dewasa. Tapi mereka menuju Selly, karena bisa mendapatkan CEO di perusahaan terbesar di kota nya.


"Sell, lihat deh cowok yang duduk berdua di ujung sana!! Kayak cowok yang duduk di samping Lo waktu makan baso depan Lampung," ucap Mahen menunjuk ke arah Rian dan Dendi.


"Emang iya, itu cowok-cowok kurang kerjaan tapi bayarnya gede,"


"Lo kenal, Sell?"


"Waktu dia ikut makan gak kenal, Hen. Kalau sekarang sudah pasti kenal,"


"Siapa emang?" tanya Mahen penasaran.


"Bodyguard nya dia nih,"


"OOO.. maaf Pak," ucap Mahen meminta maaf pada Genta.


"Iya gak papa,"


selesai reunian Selly dan Genta pamit pulang terlebih dahulu, karena Selly ingin ke makam Ayahnya.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil dan Dendi membawa kendaraan bosnya menuju makam Ayahnya Selly.


Cukup jauh lokasi antara reunian dan makam Ayah Selly. Untungnya ini masih jam 05.00 sore, jadi belum terlalu gelap.


"Tunggu Yank, aku mau beli kembang dulu ya buat Ayah,"


"Iya Sayang," Genta berdiri di dekat mobil.


"Assalamu'alaikum, Ayah," salam Selly dan Genta ketika sudah sampai di makam Ayah.


"Ayah, Selly datang ke sini mau bilang.. Kalau Selly akan nikah dalam waktu dekat ini,"


"Minta do'a restunya Ayah, aku pasti bisa bahagiakan Selly dan Ibu," ucap Genta, berhasil membuat Selly menangis.


"Ayah, andai Ayah ada di samping ku. Pasti Ayah yang jadi wali Selly hiks..hiks.." Genta langsung memeluk calon istrinya.


"Tapi Selly yakin, Ayah juga pasti akan bahagia lihat Selly menikah. Tunggu Selly di sana ya Yah, suatu saat kita akan berkumpul,"


Genta langsung menghapus air mata Selly, dengan menggunakan Tissue yang di berikan oleh Dendi.


Selesai meminta Restu dan berdoa untuk Ayah, mereka berdua pun pulang ke apartemen Genta.


"Den, nanti belikan makan malam ya. Kalian ikut beli gak papa,"


"Baik, Tuan,"


Selly sekarang mulai berani peluk-peluk Genta di dalam mobil. Karena dia sudah tenang, sebentar lagi akan menyandang status sebagai Nyonya Genta Bagaskara.


Setelah sampai di apartemen, seperti biasa mereka berdua langsung melakukan bersih-bersih. Selesai bersih-bersih, mereka langsung merebahkan tubuh di atas kasur.


"Sayang, mau yang kayak waktu itu gak?" tanya Genta.

__ADS_1


"Gak, seminggu lagi sabarlah Pak Genta,"


"Tapi tolong pakai pengaman Pak, saya takut hamil," imbuh Selly.


"Kamu hamil ada aku, aku yang tanggung jawab sayang,"


"Bukan itu maksudku, aku takut orang yang gak tau aku dan kamu nikah. Di kiranya aku hamil di luar nikah, Mas,"


"Kalau mereka nuduh kamu hamil di luar nikah, nanti aku yang maju,"


"Ya sudah, ayok kita tidur!!"


"Gak jadi bercinta?"


"Gak ada yang ngajak kamu bercinta, aku cuma nggak ku tidur. Sabarlah sayang, seminggu lagi, kita persiapan buat lamaran dulu,"


"Tapi pengen,"


Selly langsung membelakangi calon suaminya, yang merjail minta bercinta.


'Bener-bener deh punya calon suami kayak anak kecil, kerjaannya ngambek Mulu," ucap Selly dalam hati.


"Sayang,"


"Jangan seperti anak kecil, kalau kamu rewel nanti aku pulang," ujar Selly.


"Jangan dong, Sayang. Ya udah gak usah bercinta, ciuman aja,"


"Harus sekarang? gak bisa nanti ya? aku ngantuk lho, Mas,"


"Ya udah nanti aja," ucap Genta sendu sambil menaruh kepalanya di belakang leher Selly.


Selly pun memejamkan mata, dan Genta ikut memejamkan mata mesti tidak ngantuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di kediaman orang tua Genta, sudah mulai mempersiapkan untuk acara hari Minggu nanti. Genta akan mempersunting putri dari teman dekatnya Tuan Bagaskara.


Setelah menikah, Genta dan Yang Bagaskara akan membantu Selly untuk mengambil hak nya kembali. Perusahaan yang sudah di ambil alih oleh keluarga ha.


Intinya sekarang mereka hanya ingin pernikahan Selly dan Genta berjalan dengan lancar.


Bersyukurnya Selly mendapatkan mertua yang begitu sayang pada Selly dan Ibu nya. Mertua yang tidak pernah melarang anaknya melakukan apa pun, yang penting anak itu sendiri bisa bahagia.


"Axel, mau kado apa kamu?" tanya nyonya Bagaskara pada anak bungsunya itu.


"Nanti aku tanya kak Selly dulu mau nya apa, Mah,"


"Mamah juga bingung mau kado apa,"


"Nanti kita tanya dulu ke Selly aja Mah,"

__ADS_1


"Oke deh, Xel,"


__ADS_2