
Hari ini hari tergalau bagi Genta dan Selly, karena mereka akan berpisah cukup lama. Pekerjaan Selly hari ini dikerjakan oleh Dendi. Karena dia full di ruangan Genta, menemani sang kekasih kerja.
Ini kali pertama Selly di tinggal oleh Genta. Banyak yang dia takutkan di tinggal oleh kekasihnya.
"Mas," panggil aku Selly tapi tak membelakangi Genta.
"Apa, Sayang,"
"Mas.." panggil Selly untuk kedua kali nya.
"Jangan menggoda ku, Sayang,"
"Bisa di undur kah perginya?" tanya Selly sendu.
Genta langsung berjalan ke tempat Selly berada. "Kenapa, Sayang?" tanya Genta sembari memeluk Selly yang ada di sofa.
"Aku mau kasih nama di cincin mu, biar kamu ingat aku terus," jawab Selly, seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang milik pujaan hatinya.
"Aku gak pakai cincin ini pun, selalu ingat kamu, Sayang,"
"Hmmm.. ya sudahlah, lanjut kerja lagi sana,"
"Di kamar yuk!!" bisik Genta.
"Kerja yang benar, jangan aneh-aneh,"
CUP
"Nanti kan aku pergi,"
"Memang nya dari Kantor langsung berangkat? ke Apart dulu kan?" tanya Selly langsung menghadap ke Genta.
"Iya nanti aku mampir ke apart dulu, kamu tinggal di apart ku kan?"
"Iya,"
"Ya sudah, nanti Dendi yang nemenin kamu, dia biar tidur di sofa bed,"
"Gak mau, aku sendiri aja,"
"Berani?"
"Kalau di dalam apart aku berani Mas, kalau di luar aku gak berani,"
"Ya sudah, aku lanjut kerja dulu ya,"
"Cium," ucap Selly.
Genta langsung menyambar bibir selly yang di memonyongkan. Ciuman singkat yang bikin Selly bahagia, karena dia yang meminta.
lalu Genta kembali ke meja kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya, karena ingin di tinggal lama.
Selly yang cepat bosan kalau di suruh menunggu, akhirnya memejamkan matanya di sofa. Genta yang melihat itu, dengan sigap memindahkan tunangannya itu ke dalam kamar pribadinya.
...----------------...
Sepulang Kantor Selly di antar ke rumah oleh Genta, tapi hanya untuk mengambil pakaian. Karena dia akan tinggal di apartemen milik Genta.
__ADS_1
Mungkin sesekali dia akan mendatangi Ibunya. Selly sekarang tidak khawatir meninggalkan Ibu nya seorang diri, karena Sang Ibu mempunyai dua karyawan yang ikut tinggal jadi satu oleh Ibu nya.
"Nak Genta, hati-hati ya tugasnya. Gak usah memikirkan Selly, dia pasti baik-baik aja walaupun sendirian,"
"Iya Ibu, saya titip Selly. Kalau nakal jewer aja kupingnya Bu,"
"Hehehe... iya nanti Ibu jewer," Kekeh Ibu.z
"Ya sudah, Bu. Saya sama Selly pamit pulang ya, Assalamu'alaikum," ucap Genta.
Setelah bersalaman, mereka berdua berjalan masuk ke dalam mobil. Tak lupa Selly menyuruh Genta untuk berpamitan ke rumah orangtuanya.
"hiks.. hiks.." Selly tiba-tiba menangis.
"Kenapa, Sayang,"
"Nanti kamu di sana bisa telpon aku gak?"
"Bisa dong Sayang, masa gak bisa. Kirain aku kamu bakal biasa aja kalau aku tinggal, ternyata kamu sesayang itu sama aku," tutur Genta sembari memeluk erat Selly yang ada di sampingnya.
"Kamu kali yang senang jauh dari aku,"
"Kamu gak tau semalam aku gak tidur mikirin gimana kamu kalau gak ada aku, dan sebaliknya. Semenjak ada kamu, semua keperluan aku kamu yang ngurusin. Beberapa minggu ke depan aku harus sendiri," Terang Genta.
"Kalau aku ikut, takut kamu gak konsentrasi,"
"Kamu pikir aku jauh dari kamu bisa konsentrasi, Gak sayang. Justru pikiran aku bercabang,"
"Sabar sayang, semoga dalam hitungan hari selesai. Terus kita sama-sama lagi," harapan Selly di setiap malam do'anya.
"Tunggu aku bisa ya, kalau aku belum bisa tolong jangan dekat-dekat," ucap Selly membuat orang yang ada di mobil tertawa, termasuk Genta.
"Iya.. iya Sayang, padahal gak harus belajar pasti bisa," ujar Genta.
Kini rombongan Genta sudah sampai di kediaman Tuan Bagaskara. Genta dan Selly buru-buru masuk ke dalam rumah orang tua Genta.
CUP
"Kondisikan bibir kamu Mas,"
"Hehehe... gemes sayang," Kekeh Genta sembari masuk ke dalam.
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam, katanya mau pergi Gen?"
"Iya, ini mau pamit sama Mamah dan Papah dulu. Mau minta do'a restu,"
"Mimpi apa semalam? tumben pamit?"
"Di suruh Selly," jawab Genta sambil melirik ke calonnya.
"Alhamdulillah, ketemu mantu yang bisa ngajarin Genta berbakti sama orang tua. Coba kamu dapat yang lain, udah habis uang, bikin lupa lagi sama orang tua,"
"Stop Mah, jangan di terusin. Anak kecil ini nanti mengungkit yang kemarin-kemarin," ucap Genta, takut Selly mengungkit Sintia yang pernah ke Kantor.
"Ya sudah, Mah, Pah, aku berangkat dulu ya,"
__ADS_1
Genta dan Selly mencium tangan tangan Papah dan Mamah.
Lalu mereka berdua pergi lagi untuk kembali ke apartemen. Karena waktu menunjukkan pukul 17:00, Selly dan Genta hanya punya waktu dua jam untuk bersama.
"Makan apa sayang?" tanya Genta.
"ikut kamu aja makan apa, tapi makan di apartemen aja ya. Biar bisa bantu beberes barang-barangnya yang mau dibawa,"
"Sudah di rapikan sama Dendi, biar kamu gak capek,"
...****************...
Akhirnya mereka sampai di apartemen Selly, Dendi langsung sigap mengambil koper yang ada di dalam kamar.
"Banyak sekali koper yang kamu bawa, kamu mau kerja sementara atau selamanya di sana?"
"Mau ninggalin aku di sini?" imbuh Selly yang mendadak jadi posesif.
"Ya ampun sayang, aku cuma dua atau tiga minggu aja,"
"Mandi, makan, pergi sana!!" ucap Selly ketus.
Selly berjalan masuk ke dalam kamar, dan merebahkan tubuhnya di kasur. Genta juga mengikuti Selly yang tiduran di kasur.
"Mandi sana, terus makan. Nanti kemaleman berangkat nya," ucap Selly yang mendadak lembut lagi.
"Ikut aja yuk, Yank!! Aku gak mau kamu cemburuan, Aku di sana kerja cari uang buat kamu,"
"Iya Mas, maaf ya CUP," Selly mencium Genta yang ada di sampingnya.
"Mandi dulu, aku siapkan baju untuk berangkat,"
"Okey,"
Genta pun masuk ke dalam kamar mandi, dan Selly menyiapkan pakaian yang akan di pakai. Selly melihat handphone Genta, melihat ada pesan yang mencurigakan atau tidak. Tapi tak satupun dia temukan.
Ceklek.
Selly langsung menaruh Handphone Genta di atas nakas. Lalu Genta memakai pakaian yang sudah di pilihkan oleh Selly.
Selly memposisikan tubuh nya tengkurap, untuk melihat Genta berpakaian.
"Mas Ganteng, sexy banget sih,"
"Jangan nakal ya, menggoda aku terus. Nanti kalau ku ajak bercinta gak mau,"
"Hehehe... peluk Mas,"
Tanpa pikir lama Genta langsung menghampiri Selly, dan Selly duduk di pinggir tempat tidur. Sedangkan Genta berdiri di depannya, Selly pun langsung memeluk erat tubuh sang kekasih.
"Sekali yuukk!!"
"Ayok!! tapi gak pakai yang bawah, oke,"
"Oke,"
Genta pun merubuhkan tubuh Selly, dan dia mengungkung kekasihnya yang cantik, imut dan menggemaskan itu.
__ADS_1