
Sampai di Resto Selly menyalami ibu dan mertuanya. Begitupun Genta, tapi dengan wajah yang cemberut.
"Kakak ipar, kenapa itu suaminya?" tanya Axel.
"Ehm... Biasalah ngambek, raja ngambek apa dikit ngambek,"
"Jangan sampai ya aku ngomong di sini," ancam Genta.
"Hehehe... Jangan mas, nanti gak jadi bulan madu," bisik Selly sambil memeluk dan menatap Genta di depan keluarga. Genta pun ikut memeluk istrinya, karena sudah beberapa kali Selly memeluk Genta di depan orang banyak.
"Tuh pesanannya sudah datang semua, semua kamu suka ya, Nak. Tadi Mamah yang pesan semua," ucap Mamah mertua.
"Iya Mah, aku pasti suka,"
Selly langsung mengambil makan dan menyuapi sang suami. Dia membujuk suami agar tak marah lagi.
"Mas, nanti belikan aku gorengan ya. Satu aja beli nya, jangan banyak-banyak. Yang beli harus kamu," pinta Selly.
"Masa cuma 1, nanti gak kenyang,"
"Mau nya cuma 1, protes aja,"
Genta langsung mengiyakan, takut seperti k*c . Walaupun dia malu beli nya, demi cinta gak masalah.
Ibu Santi mendekat ke Selly dan berbisik, "Kamu telat datang bulan, sayang?"
"Gak tau, Bu. Memangnya kenapa?"
"Beda sekali wajah kamu, Sayang. Makin cantik, mungkin nanti anak kamu laki-laki,"
Genta yang mendengar Ibu mertuanya bicara seperti itu sangat terkejut.
"Apa Selly hamil, Bu?" tanya Genta antusias.
"Gak tau Nak Genta, tapi felling Ibu seperti itu," jawab Bu Santi.
"Ada yang di pinta gak?" tanya Nyonya Bagaskara.
"Minta k*c telat dikit gak jadi, ini sudah mesan gorengan harus aku yang beli dan cuma 1 biji saja," jawab Genta.
"Itu belum seberapa, nanti lagi enak-enak tidur di bangunkan suruh beli makanan. Syukur-syukur dapat, kalau gak dapat habis nanti kamu Genta," Tuan Bagaskara mengungkapkan apa yang pernah di alaminya.
"jangan seperti itu ya, Sayang," ucap Genta ke Selly.
"Aku juga belum tentu hamil, tapi kalau hamil. Sudah pasti seperti itu hehehe..." ucap Selly sambil mengusap pipi Genta.
Selesai makan, Ibu menyuruh Selly untuk periksa ke dokter atau membeli alat tespek sendiri.
Selly tak ingin periksa sekarang, karena ingin pergi bulan madu dulu bersama sang suami. Genta menuruti saja keinganan sang istri, yang penting dia bisa bulan madu.
Pulang dari makan malam, Selly mengajak Genta mencari penjual gorengan. Genta begitu bersemangat, kalau Selly benar-benar hamil.
"Semoga anaknya Cowok, biar ganteng seperti Papahnya,"
"Apa saja yang penting sehat,"
"Tapi plis Yank, ngidamnya jangan neko-neko ya?"
"Aku gak bisa janji, Mas. Semoga aja ya gak rewel," jawab Selly.
__ADS_1
"Aamiin.. Aamiin.."
Setelah muter-muter, akhirnya bertemu juga dengan penjual gorengan yang di pikul. Selly hanya ingin ubi goreng, dan harus beli satu.
"Nih, sayang. Sesuai request kamu," Genta memberikan Ubi goreng menggunakan tissue.
Selly mengambil dari tangan Genta dan menggigit sedikit, lalu di serahkan kembali ke Genta.
"Sudah Mas, buat kamu aja," ucap Selly yang menaruh gorengan di tangan Genta.
"Habiskan, masa sedikit banget Yank,"
"Gak mau, sudah ku gigit aja cukup Yank," ucap Selly santai.
"Astaghfirullah, terus ini gimana?" tanya Genta heran.
"Di makan, jangan di buang sayang,"
Mau tak mau Genta menghabiskan gorengan yang diberikan oleh Selly. Genta tak mengucapkan apa-apa, karena takut Selly marah lagi.
"Ayok pulang mas!!" ajak Selly, padahal Genta sedang berusaha menghabiskan gorengan Ubi.
"Sebentar ya sayang, sedikit lagi," ucap Genta lembut.
Selepas menghabiskan Ubi, Genta langsung melajukan mobilnya pulang ke apartemen. Selly tertidur pulas, Genta tak berani membangunkan.
Sampai di parkiran, Genta minta tolong Dendi untuk membukakan pintu mobil, karena Genta ingin menggendong Selly.
Yang di gendong bukannya bangun, malah semakin pulas. Sampai di kamar Genta langsung menaruh Selly di atas ranjang. Dia melepas sepatu sendal yang dipakai oleh Selly.
Genta juga melepas pakaian Selly, di sisakan hanya dalaman saja. Dan menyelimuti tubuh sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 2 dini hari. Selly terbangun karena perutnya terasa lapar sekali.
Dia mencoba membangunkan sang suami, tapi tak bangun juga. Akhirnya dia mencoba mengirim pesan ke Dendi.
Dendi : "Iya Nyonya, ada apa?"
Selly : "Pesankan saya makan bisa Den, online saja. Tapi kalau gak ada yang buka, siapa tau ada yang masih jualan. Pesankan dua porsi ya,"
Dendi : "Baik Nyonya, saya pesankan,"
Selly menonton Drakor, sambil menunggu pesanan datang. Dia juga mencoba membangunkan Genta kembali, tapi tak kunjung bangun juga.
'criiiinnggg'
Dendi : "Saya di depan, Nyonya,"
Selly : "Baik, saya keluar sekarang,"
Selly keluar kamar menuju pintu utama apartemen suaminya.
Ceklek.
"Ini nyonya makannya," Dendi memberikan seplastik makanan yang dipesan.
"Ayok Dendi!! Makan bareng saya,"
__ADS_1
"Tidak Nyonya, terima kasih,"
"Temani saya, cepat!!"
"Ba..baik Nyonya,"
Dendi langsung masuk ke dalam apartemen milik Bos nya. Dendi di suruh duduk dekat dengan Nyonya Genta. Tidak boleh di tolak, karena Selly sekarang sedang sensi.
"Dendi, kamu sudah punya pacar?" tanya Selly.
"Belum Nyonya, masih ingin PDKT kalau dia juga respon,"
"Semoga di respon ya, Den,"
"Iya Nyonya, Aamiin.." Dendi mengAamiinkan ucapan Selly.
Ketika sedang asik makan, ada suara teriakan dari kamar. Dendi langsung pamit pulang dengan membawa makanannya.
Selly bukan menghampiri teriakan suara itu, dia malah melanjutkan makannya.
Ceklek.
"Sayang, di panggil gak sahutin," seru Genta yang baru keluar dari pintu kamar.
"Kamu aku bangunkan gak bangun-bangun, Sudah tau aku lapar,"
"Maaf sayang, siapa yang belikan ini?" Genta heran, kenapa istrinya bisa beli makanan di pagi-pagi buta.
"Dendi lah, bukan suamiku," kesal Selly.
"Kamu bangunkan aku harus berkali-kali, jangan hanya sekali,"
"Sudah berkali-kali, sampai aku capek,"
Genta menyengir sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya sudah ayok ke kamar!!" Genta langsung mengajak Selly ke kamar.
"Rapihkan dulu itu, aku mau bersih-bersih," Selly menyuruh Genta untuk membereskan bekas makan, dan dia langsung masuk ke dalam kamar.
Selesai merapikan bekas makan istrinya, Dia menyusul Selly yang sudah ada di dalam kamar.
"Kamu kenapa semalam lepasin baju aku?"
"Tadinya mau aku ajak bercinta Yank, eh kamu tidurnya pulas banget. Jadi aku ikut tidur,"
"Gak jelas, kan bisa di bangunkan,"
"Ya udah ayok sekarang!!"
"Kenyang mas ganteng, aku mau tidur aja,"
"Aku pengen, Yank," ucap Genta merengek.
"Nanti ya mas, tunggu makan ku turun dulu," ucap Selly.
Genta memeluk Selly dari belakang, sambil *******- ***** kedua gunung kembar milik sang istri.
"Diam mas ganteng tanganmu!!"
__ADS_1