
Waktu menunjukkan pukul 18:00, Genta dan Selly bergantian untuk mandi karena orang suruhan Genta sudah sampai.
Satu wanita dan satu laki-laki untuk membantu Selly make up. Di apartemen Genta juga sudah ada Dendi dan para bodyguard.
Dendi menatap Selly sambil senyum-senyum, begitupun para bodyguard saling pandang dan tertawa lirih.
"Kalian pada kenapa? sudah habis obatnya jadi ketawa-ketawa begitu melihat saya,"
"Gak papa, Non," ucap Dendi sambil mengacungkan jempol.
Selly mulai di rias dengan seorang laki-laki, dia adalah MUA yang sering dipakai Nyonya Bagaskara.
Ketika dia melihat ke kaca, dia baru sadar kalau di lehernya ada ada kemerahan. Dia langsung menyuruh MUA itu berhenti sebentar.
"Maaaasss.. Maaaasss..." teriak Selly.
Selly berdiri dan masuk ke dalam kamar, dia ingin memarahi pelaku yang membuat lehernya merah dan di tertawakan oleh bodyguard Genta.
"Kenapa sayang kok teriak-teriak,"
"Lihat ini!!" seru Selly sambil menunjuk lehernya yang merah.
"Ya kenapa? mau lagi?" tanya Genta merasa tak bersalah.
"Orang di luar ketawain aku gara-gara ini,"
"Mana yang berani ketawain kamu!! kasih tau orangnya,"
Genta berjalan lebih dulu sambil menahan tawa.
"Yang mana sayang yang ketawain kamu? kasih tau sama aku," ucapnya sambil senyum-senyum.
"Tuh, Dendi dan teman-temannya,"
"Heh.. kalian berani sekali ketawain calon istriku," seru Genta, walaupun sambil menahan tawa.
"Maaf, Tuan. Maaf Non, kita salah," ujar mereka serentak.
"Sudah Mas marahin, kamu kembali dandan sana!!"
"Hmmm..."
Selly kembali duduk di depan cermin, dia meminta untuk menutupi tanda merah yang sangat menganggu ini.
"Gantengnya," ucap Selly ketika Genta berdiri di sampingnya.
"Akhirnya, kamu mengakui kalau aku ganteng,"
"Selesai, Silahkan Non ganti pakaian dulu," perintah lelaki yang mendandani Selly.
"Sebentar ya Mas ganteng, aku mau ganti baju,"
"Iya Sayang,"
Genta langsung mendatangi Dendi dan para bodyguard nya. Dendi dan yang lain menunduk karena takut di marahi gara-gara soal tadi.
__ADS_1
Tapi ternyata Pak Bos gak marah, justru Genta meminta maaf pada anak buahnya. Karena dia pura-pura memarahi Dendi dan kawan-kawan.
Ceklek.
"Mas," Genta yang merasa di panggil oleh Selly langsung membalikkan badannya.
"Ya ampun sayang cantik sekali, bisa gak kalau kita di kamar aja," ucap Genta sembari jalan mendekat ke kasihnya.
PLAK
"Nyesel aku suruh kamu nonton drama Korea, Otak kamu jadi mesum terus," ucap Selly setelah memukul lengan Genta.
"Sesuai keinginan kamu, jadi kamu harus menikmati," Selly menatap tajam Genta.
"Dendi urus mereka, saya tunggu di Lobby," Genta menyuruh Dendi untuk membayar dua orang yang sudah membuat cantik calon istrinya.
"Baik, Tuan,"
Selly dan Genta berjalan keluar apartemen terlebih dahulu, dengan di kawal para bodyguard.
Di dalam mobil sembari menunggu Dendi, Genta meminta Selly untuk berciuman. Tapi Selly menolak, karena takut make up nya rusak. Tapi yang namanya Genta pantang menyerah sebelum mendapatkan.
Genta mengambil wajahnya Selly dan mem*Lum*T bibir Selly dengan lembut. Selly memukul paha Genta, tapi tangan Genta malah berada di dada Selly.
Selly langsung menjauhkan kepalanya Genta, dan menyingkirkan tangan Genta yang berada di dada nya.
"Bener-bener kamu Mas, bikin rusak make up aku aja. Gak jadi pergi, males aku lihat lipstik ku rusak begini,"
"Maaf sayang, gemes banget dari tadi," ucap Genta, dan menyuruh Dendi masuk ke mobil. Karena tadi dia menyuruh Dendi dan supir berada di luar dulu.
"Sebentar ya jangan jalan dulu, aku mau pakai lipstik,"
"Yuk berangkat, nanti aku pulangnya kemaleman,"
"Nginep aja ya kalau kemalaman,"
"Terima kasih, bisa-bisa aku hamil duluan kalau nginap sama kamu. Aku gak mau,"
"Kayak tadi aj...." Genta tak melanjutkan ucapannya, mulutnya sudah di tutup sama Selly.
"Kamu beneran gak punya malu deh cerita-cerita begitu di depan orang. Itu ada Dendi sama temennya,"
"Biar mereka terbiasa sayang CUP," ucap Genta sembari mencium pundak Selly yang terbuka.
...****************...
Kini Genta, Selly dan bodyguard-nya sudah sampai di rumah keluarga Bagaskara. Dendi dan para pengawal menunggu di luar.
"Aku deg-degan, Mas," ucap Selly yang begitu gugup ketika berdiri didepan pintu.
"Assalamu'alaikum,"
Ceklek.
"Ya ampun, ini mantu Mamah yang waktu itu kan? Kok cantik banget sih,"
__ADS_1
Selly mencium tangan Mamah dan Papahnya Genta. Mamah Genta langsung merangkul Selly untuk masuk dan duduk di ruang santai.
"Kita di sini dulu ya,"
"Iya Bu," ucap Selly.
"Kamu boleh panggil saya, Mamah. Panggil suami saya Papah,"
"Iya, Mah,"
.
"Nama kamu siapa, Nak?" tanya Tuan Bagaskara.
"Nama saya Selly Pah,"
"Selly, Ayah kamu kerja dimana. Soalnya wajah kamu mirip sekali dengan teman Papah,"
"Ayah saya sudah beberapa tahun lalu meninggal, Pah,"
"Pernah punya perusahaan Kah?"
"Iya, tapi sudah lama di ambil alih oleh keluarga Ayah. Semenjak Ayah sakit,"
"Kamu Selly Kirana, anaknya Pak Arya. Benar?"
"Benar Pah,"
"Ya Allah, saya sempet cari kalian. Tapi ternyata ketemu di sini, gimana ceritanya kamu ketemu Genta,"
"Dia itu sekretaris Genta di kantor, Pah,".ucap Genta.
"Oh, sebenarnya banyak yang ingin saya ceritakan. Tapi nanti aja ya, kalau kamu ada waktu,"
"Weekend nanti aku ajak ke sini, Pah," ucap Genta yang dari tadi diam aja.
"Oke, kalau bisa ajak Ibu kamu. Sekalian kita cari tanggal untuk pernikahan kalian,"
"Yes.. Nikah cepat," Seru Genta sambil berjalan mendekati Mamah nya yang berada di meja makan.
"Kamu yes yes aja, Selly nya mau gak sama orang tua,"
"Mamah ini, udah pasti mau lah. Iya kan Sayang,"
"Gak mau," jawab Selly, Mamah dan Papah pun tertawa.
Lalu Papah mengajak Selly untuk ke meja makan. Mamah langsung mengambilkan menu makan malam ini untuk Selly.
"Selly, kamu gak terpaksa kan terima Genta?" tanya Nyonya Bagaskara.
"Gak mungkin terpaksa, Mah. Anak Mamah ini ganteng," ujar Genta.
"Yang Mamah tanya itu Selly, bukan kamu,"
"Hehehe.. Gak Mah," kekeh Selly.
__ADS_1
"Tuh kan, gak. Terima kasih sayang,"
"lebay, sudah makan dulu. Lanjut nanti ngobrolnya," ucap Mamah.