Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 11


__ADS_3

"Mau belanja apa? ambil lah yang kamu mau," Genta menawarkan Selly berbelanja.


"Terima kasih, aku gak mau beli apa-apa. Aku cuma antar kamu cari pacar, ingat jangan yang abegeh," Selly menolak tawaran Pak Bos.


"hehehe.. bercanda sayang, aku gak sungguh-sungguh bilang seperti itu,"


"Serius juga ga papa kok, tenang aja nanti aku juga cari yang bisa terima aku apa adanya,"


"Itu aku, kamu gak perlu cari lagi. Tenang sayang, nanti aku belajar lagi gaya pacaran orang korea-korea itu.


"Jangan di paksa, tapi kalau mau belajar ya gak papa hehehe.." Genta tersenyum mendengar kekasih berkata itu.


setelah makan dan berjalan mengelilingi Mall, Selly pun meminta untuk pulang. Genta berkata ke Dendi untuk mampir ke rumah Ayahnya Selly.


Selly diam aja, dia tak menghiraukan ucapan Genta. Sedari tadi Genta memang mengajak Selly untuk mampir ke rumah Ayahnya , tapi Selly belum mengiyakan.


...****************...


"Dendi, ini makam. Mau apa kita ke sini?" seru Genta.


"Kamu mau ketemu Ayah aku? ayok ikut aku," Selly langsung menarik tangan kekasihnya masuk ke area makam.


"Ada apa Nak Selly, kok ke sini lagi?"


"Gak ada apa-apa, Pak," ucap Selly, dan bapak penjaga makam itu pergi meninggalkan Selly dan yang lain.


"Assalamu'alaikum, Ayah. Selly datang lagi Yah,"


Genta langsung ikut duduk di samping Selly.


"Assalamu'alaikum, Ayah. Saya Genta, calon suaminya Selly anak Ayah. Mohon do'anya Ayah, biar Selly gak lama-lama di ajak nikah nya," ucapan Genta membuat para bodyguard tertawa. Mereka tertawa lirih karena ini di area makam.


"Kamu gak mau janji di depan Ayah untukku?" tanya Selly.


"Ayah, saya janji akan bahagiakan putri Ayah yang manja ini. Tidak akan saya biarkan dia menangis dan tidak akan meninggalkan dia. Saya juga akan bahagiakan Ibu, jadi Ayah mertua tak perlu khawatir. Pasti nanti Ayah akan bahagia juga di sana melihat kita bahagia," saat Genta mengucap janji, Selly memeluk erat Genta.


Dia masih tak menyangka kalau akan menikah dengan pemilik perusahaan besar itu.


"Semoga kamu gak lupa sama janjimu ke Ayah," ucap Selly sambil terisak.


"Aku gak akan ingkari janji aku CUP, kamu ga malu peluk aku di depan mereka?" Genta sambil menunjuk para bodyguard nya.


Selly langsung melepas pelukannya, tapi justru Genta yang balik memeluknya.


"Kita pulang yuk, aku takut Ibu menungguku,"


"Yuk!!"


Lalu mereka semua meninggal area makam, Genta meminta Dendi untuk membawa mobilnya. Dia sudah lelah membawa mobil dari siang.

__ADS_1


Selly dan Genta duduk di tengah, dan didepan Dendi dengan satu bodyguard.


Lagi asik melihat keluar, wajah Selly di ambil oleh Genta. Dan Genta mulai mencium bibir Selly.


PLAK


"Sakit sayang," seru Genta.


"Kamu lihat-lihat dong kalau mau cium aku, ada mereka,"


"Gak papa mereka gak akan lihat ke kita,"


Genta kembali wajahnya ke Selly, tapi di tahan oleh Selly.


CUP, Selly mencium bibirnya.


"Aku gak bisa ciuman, jadi jangan minta aneh-aneh ya," bisik Selly.


"Nanti sebelum ciuman aku kasih lihat videonya, aku juga lihat video dulu,"


"Hmmm..."


Tak terasa Selly dan Genta sudah sampai di rumah. Genta menuntun tangan Selly untuk berjalan mendekat ke rumah Ibu Selly.


"Assalamu'alaikum," salam dari mereka berdua.


"Wa'alaikumsalam, Kalian dari mana saja kok baru pulang. Ibu sudah menunggu dari tadi," ucap Ibu Selly khawatir.


"Oh, Ibu pikir kalian seharian di Apartemen. Ayok duduk dulu Ibu buatkan minum," Ibu Selly mempersilahkan mereka untuk duduk. Tapi Genta memilih pamit pulang, karena ingin menyiapkan untuk tugas Kantor besok.


"Ya sudah ga papa, lain kali aja," ucap Ibu.


Genta mencium tangan calon Ibu mertuanya, setelah itu pamit ke Selly.


"Aku pulang ya, besok pagi aku jemput,"


CUP


Genta mencium kening Selly didepan Ibu nya, membuat Ibu Selly senyum-senyum.


"Maaf Bu, kebablasan,"


"Iya Nak, gak papa," ucap Ibu sambil menahan tawa


"Assalamu'alaikum," salam Genta.


"Wa'alaikumsalam,"


Akhirnya rombongan Genta sudah pergi meninggalkan Selly, tinggallah Selly dan Ibunya.

__ADS_1


Ibu mengajak Selly duduk sebentar di rumah tamu, sudah pasti akan menginterogasi Selly.


"Selly, kamu ngapain aja di Apartemen Bos kamu?"


"Beres-beres kamarnya Genta, Bu," jawab Selly merangkul Ibunya.


"Benar begitu?"


"Iya Bu, aku di sana merapikan seisi rumahnya. Dari dapur sampai kamar, apartemen nya dia yang bersihkan para bodyguard nya. Ibu tau sendiri kan kalau cowok yang bersih-bersih seperti apa,"


"Ibu pikir kamu akan berbuat aneh-aneh. Soalnya lihat Bos kamu tadi berani cium di depan Ibu, jadi Ibu punya pikiran kemana-mana,"


"Gak Bu, aku bisa jaga diri. Ibu gak usah khawatir ya,"


"Ya sudah, sana mandi! nanti kita makan malam,"


"Siap Ibu,"


Selly berjalan masuk ke dalam kamar, dia merebahkan tubuhnya dulu di atas kasur. Selly masih punya waktu satu jam untuk makan malam dengan Ibu nya.


*Drrttt


Drrttt


Drrttt*, telpon dari Genta.


"*Hallo Mas,"


"Hallo sayang, lagi apa?"


"lagi tiduran,"


"Nanti aku temenin ya,"


"Nanti nya masih beberapa tahun lagi,"


"Sayang, jangan lama-lama,"


"hehehe... sebentar lagi Mas,"


"Oke Sayang, ya udah ya Mas udah sampai rumah,"


"Iya Mas, jangan berantakan ya ambil baju nya. Jangan lupa makan malam, dan jangan lupa besok jemput aku,"


"Siap Sayang, Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam, Mas*,"


Setelah menerima telepon dari kekasihnya, Selly melangkahkan kaki ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Dia ingin melakukan bersih-bersih, karena sudah seharian beraktivitas di luar rumah.


__ADS_2