
Selesai belanja, Selly ikut pulang ke apartemen Genta. Dia ingin memasukan belanjaan di Apartemen milik kekasihnya dan milik para bodyguard.
"Biar nanti kulkas kalian saya yang bereskan, awas saja saya masuk berantakan!! saya buang-buangin nanti. Biasanya cowok baju dimana-mana, ya Mas?"
"Hah.. mana aku tau Yank? kena mulu aku," ucap Genta sambil memeluk tubuh mungil kekasihnya.
"Nanti kalian rapihkan apartemen kalian dulu ya, sebelum nyonya besar masuk kamar kalian. Nanti saya lagi yang kena," Perintah Genta pada anak buahnya, Selly hanya senyum-senyum.
"Baik, Tuan," jawab mereka serentak.
"Jangan capek-capek, Sayang. Aku gak mau kamu sakit lagi,"
"Gak Mas, asal kamu gak kemana-mana," ucap Selly sambil menaik turunkan alis.
"Terus saja kamu menggoda aku, nanti aku paksa bercinta marah," bisik Genta.
"Hehehe..." Kekeh Selly sambil mengusap-usap wajah kekasihnya.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka semua tiba di apartemen. Selly menyuruh Genta untuk mandi terlebih dulu dan dia merapikan kulkas milik kekasihnya.
"Kulkas bagus-bagus tapi gak pernah di urus, sayang banget," ucap Selly.
"Non, ini taruh mana?" tanya Dendi sambil membawa 2 plastik besar.
"Taruh situ aja!! punya kalian taruh di kamar kalian langsung. Nanti saya ke sana,"
"Siap, Non," setelah menaruh barang bawaan milik Bos nya, Dendi buru-buru keluar dan masuk ke dalam kamarnya.
Dendi memerintahkan teman-temannya untuk membersihkan kamar mereka. Mereka melakukan sambil bercanda. Menertawakan nasib mereka akhirnya ada yang memperhatikan mereka.
Di kamar sebelah, Genta mendekati Selly yang sedang membereskan barang belanjaan yang dia beli. Cukup banyak yang di beli, jadi harus bisa masuk ke dalam kulkas.
"Sayang, sudah selesai?" tanya Genta.
"Sudah, mulai belajar hidup rapih ya sayang. Kalau kamu jodoh ku aman, kalau kamu bukan jodohku. Gimana?" tanya Selly sambil berdiri dan mencuci tangan.
"Bisa gak kamu gak ngomong begitu, Sayang. Sakit hati aku,"
"Sama Sayang, aku juga sakit hati lihat handphone kamu. Mau ikut ke kamar bodyguard gak?"
"Handphone ku ada apa? gak ada apa-apa," ucap Genta sambil menuntun Selly berjalan ke kamar sebelah.
Selly langsung memencet bel kamar sebelah, dan dengan cepat Dendi segera membuka pintu. Mereka pun bersiap-siap untuk berdiri.
Ceklek.
"Malam, Non,"
"Malam, rapih juga. Sudah pada istirahat aja, saya permisi ke dapur ya,"
"Iya, Non,"
__ADS_1
Selly menyuruh Genta untuk duduk bersama bodyguard nya. Lalu Selly berjalan sendiri ke dapur dan langsung membersihkan isi kulkas.
"Kalau di kulkas sudah habis, bilang sama Bos kalian. Jangan diam aja," seru Selly dari dalam dapur.
"Iya, Non," sahut para bodyguard serentak.
"Sudah tau Bos kalian begitu tuh, gak jelas," seru Selly lagi.
Genta langsung berjalan mendekat ke arah Selly, rasa-rasanya tak terima dengan ucapan kekasihnya.
"Kenapa sayang dengan aku, gak jelas kenapa?"
"Hahaha.. kamu itu jadi Bos gak jelas, di tanya dong isi kulkas masih apa gak," ucap Selly sambil tertawa.
"Aku sibuk sama kamu, gak sempet aku mikirin isi kulkas mereka," Selly geleng-geleng kepala dibuatnya.
Setelah hampir satu jam, Selly pun selesai. Dia pun pamit untuk kembali ke kamar Genta. Sampai di kamar Genta, Selly masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Ceklek.
"Jam berapa, Mas?" tanya Selly ketika keluar dari kamar mandi.
"Jam 10 lewat, sudah ku kirim pesan ke Ibu. Kamu ketiduran di sini,"
"Ya ampun, nanti Ibu mikir macam-macam lagi,"
"Perkataan kamu belum tuntas Yank, maksud kamu apa handphone aku buat kamu sakit hati,"
"Kalau aku jelas telponan sama Mahen di depan kamu, kalau kamu kan gak. Itulah kenapa aku gak mau serius sama kamu, aku gak mau ngerasain sakit hati setelah nikah,"
Genta sulit berkata-kata, karena memang dia pernah angkat telpon dari Sintia. Genta juga belum bisa memblokir nomor Sintia, karena masih ada kerjasama dengan Ayahnya Sintia.
"Itu telponnya pas hari kita tunangan, mau di pulangin gak nih cincinnya?"
"Jangan, Sayang,"
"Tidurlah, aku mau tidur. Besok aku pulang pagi-pagi, mau bantu Ibu,"
"Bangunin, aku juga mau ikut,"
"Iya,"
Genta segera menyusul Selly naik ke ranjang besar miliknya. Merapatkan tubuhnya ke tubuh milik kekasihnya, memeluk Selly dari belakang.
"Kalau kamu tinggal sama aku, kita tidur cuma begini aja, Sayang,"
"Hari pertama begini, hari berikutnya bisa terserah anda. Jangan macam-macamlah, kita masih bisa ketemu di Kantor," ujar Selly sambil menghadap ke Genta, dan ikut memeluk.
CUP
Genta mencium kening Selly, tapi di goda Selly menunjuk ke bibir.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selly bangun jam 5 lewat, dia mengirim pesan ke Dendi tapi tak di balas. Para bodyguard masih pada tidur pulas. Pak Bos di bangunin juga susah, jadi Selly memutuskan untuk pulang sendiri.
Dia memesan ojek online dari dalam apartemen pacarnya.Kunci kamar kekasihnya di bawa pulang Selly, karena gak mungkin kamarnya tak dikunci.
Sampai di lobby ojek online yang di pesan datang juga. Ojek online tersebut langsung membawa Selly meninggalkan apartemen.
Sampai di ruko Ibunya, ternyata pembeli sudah ramai sekali. Selly langsung membantu Ibunya.
"Kamu pulang diam-diam lagi?" tanya Bu Santi kepada Selly.
"Iya Bu, dia susah di bangunin. Jadi aku tinggal saja,"
"Pasti nanti dia ke sini,"
"Sudah pasti, kunci apartemennya aku bawa," ucap Selly.
Ruko Ibu Selly kalau pagi memang ramai, sampai jam 7 masih ramai. Dari jam 7 ke atas, paling hanya 2 atau 3 orang saja yang datang.
Dari kejauhan Selly melihat ada dua orang yang tak asing. Dia adalah bodyguard suruhan dari Genta.
"Ibu, sebentar ya," Bu Santi mengangguk.
Selly berjalan keluar Ruko, langsung melambaikan tangan ke anak buah Genta. Dia menyuruh dia orang itu untuk mendekat ke Ruko.
"Siap, Non,"
"Ngapain kalian di situ? siapa yang suruh!!"
"Tuan Genta, Non. Untuk menjaga Ibu nya, Non Selly,"
"Ibu saya kenapa? Ibu saya bukan orang penting yang di harus di jaga sama kalian," kesal Selly.
"Kita kurang tau, Non. Kita cuma di perintah saja dengan Tuan Genta," jawab mereka ketakutan.
"Balik sana ke apartemen, ini titip kunci kamar Mas Genta,"
"Kita nanti kena marah Tuan, Non,"
"Gak ada yang marahin kalian, bilang dia utuh saya kembali ke apartemen. Tunggu sini, saya ambilkan kue dulu,"
Selly kembali berjalan ke meja kue Ibu nya, dan mengambil jajanan kue milik Ibu nya.
"Nanti Selly bayar ya, Bu,"
"Gak usah Sayang,"
Belum menjawab ucapan Ibu nya, Selly keluar dan mendekat kembali ke anak buah Genta.
"Ini buat kalian, pulang dan istirahatlah!!" perintah Selly.
__ADS_1
"Terima kasih banyak, Non,"
Selly mengiyakan, lalu masuk ke ke dalam mendekat ke Ibu. Dia ingin bertanya pada Ibunya tapi nanti setelah selesai jualan.