
"Mas ganteng, mau beli makan apa? Aku lapar," ucap Selly.
"Kamu mau makan apa, Sayang?"
"Apa aja, yang enak-enak," ucap Selly sambil memeluk sang suami yang ada di sampingnya.
"Bercinta dulu yuk, Yank,"
"Aku lapar mas, mau makan bukan mau bercinta," ucap sendu Selly.
"Ya sudah ayok kita cari makan dulu, baru itu,"
Akhirnya Genta menuruti keinganan istrinya untuk mencari makanan yang dia inginkan.
"Kita naik apa, Mas?" tanya Selly.
"Naik motor, Dendi sudah menyewakan motor untuk kita," jawab Genta.
"Oke, aku suka aku suka," Genta tersenyum melihat sang istri bahagia, karena jalan-jalan di Bali menggunakan motor.
Lalu, mereka meninggalkan Hotel tempat mereka menginap. Genta dan Selly mencari Resto, Selly ingin meminta makanan western. Biasanya di jakarta dia gak mau di pesankan ini, tapi tumben sekali di Bali dia mau makanan kesukaan suaminya.
Sampai di Resto yang cukup besar, Selly dan Genta berjalan masuk ke dalam resto. Selly memilih duduk yang bisa melihat pantai.
__ADS_1
"Ini serius Yank, kamu mau makan ini?" tanya Genta ragu, sambil memesan makanan kepada pelayan yang ada di Resto itu.
"Iya Sayang, kenapa sih kamu kayak meragukan gitu kalau aku mau makan ini?"
"Ingat gak? Waktu di apartemen kamu gak mau ditawarin makan ini,"
"Itu dulu, sekarang ya sekarang. Aku juga gak tau kenapa di pikiran ku pengen makan itu, Yank,"
"Awas aja gak di makan!! besok-besok makan ikutin aku aja," ucap Genta, Selly langsung melihat suaminya sambil senyum-senyum.
"Kalau aku hamil gimana ya, Pak? Terus aku mau tinggal di Bali, gak mau di Jakarta,"
"Jangan aneh-aneh ya istri tercintaku, aku gak mau tinggal di sini. Panas banget,"
"Tapi banyak cewek-cewek sexy, Mas,"
PLAK
"Jangan dekat-dekat telinga, geli,"
Setelah menunggu terlalu lama, makanan yang di pesan pun datang. Genta menyuapi istrinya beef yang iya pesan.
"Aku makan sendiri aja, Sayang,"
__ADS_1
"Oke, habiskan. Ini aku pesan kan banyak, sesuai pesanan kamu ya," Selly mengangguk dan tersenyum.
Akhirnya Selly duduk diam dan anteng sambil menikmati makanan yang sudah di belikan suaminya.
Sesekali Genta melihat ke arah Selly, dia terheran-heran dengan sikap Selly. Kalau di kasih Genta dia tak mau, tapi di sini hampir semua makanan di cicipi.
Lebih dari sejam Selly menghabiskan makannya yang sudah tersaji di meja. Genta pun lega, makanan yang dia beli sudah habis. Walaupun tak habis semuanya.
"Kenyang banget, Mas. Sampai Hotel aku mau tidur,"
"Tidur??? enak aja tidur, bercinta dulu lah," protes Genta, ketika istrinya berkata ingin tidur.
"Habis makan ngantuk, Mas,"
"Gak bisa, bercinta dulu. Ini masih sore ya Yank, tidurnya nanti malam setelah makan malam," tutur Genta.
"Ciuman aja, tapi sebentar,"
"Gak mau, ayok balik ke Hotel!!"
Mereka berdua jalan keluar Resto, untuk kembali ke Hotel bintang lima tadi. Berjalan santai menuju parkiran motor yang jaraknya lumayan dari Resto itu.
Selly memakai kupluk jaketnya, karena di luar Resto sangat panas sekali.
__ADS_1
"Gen... Gentaaaa..." seru seorang wanita dari kejauhan.
Selly dan Genta pun berhenti, dan melihat ke arah sumber suara. Selly sudah memasang wajah tak sedap, dia malas sekali menghadapi suasana seperti ini.