Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 55 Bulan Madu


__ADS_3

Sampai di Bali Dendi bertemu dengan temannya yang menyewakan mobil. Mereka langsung meluncur ke Hotel bintang 5 tempat Selly dan Dendi menginap.


Selly tak lepas dari genggaman Genta, mereka benar-benar pasangan yang tak bisa terpisahkan. Awalnya Genta yang bucin, sekarang Selly pun sudah ikutan bucin.


Sampai di kamar hotel, Dendi dan Rian bantu memasukan barang-barang ke dalam Hotel. Genta meminta Dendi untuk merapikan sekalian ke dalam lemari yang sudah ada. Karena dia akan bulan madu lama sekali.


"Sayang, mau mandi atau gak usah?"


"Gak mas, aku mau istirahat aja. Pesan kan sekalian es jeruk yang asam nya terasa,"


"Rian, tolong pesan kan ya?"


"Siap Tuan,"


Rian keluar kamar hotel untuk membelikan es jeruk yang asam. Sedangkan Dendi masih merapikan pakaian tuan dan Nyonya nya.


Genta mendekat ke Selly, dia mengusap rambut Selly dengan lembut.


"Sayang, ngidamnya jangan susah-susah ya. Aku gak tau daerah sini,"


"Gak ada yang ngidam Mas, aku cuma pengen aja,"


"Iya, jangan minta yang aneh-aneh. Nanti kalau sudah di Jakarta baru boleh minta apa aja, asal siang ya. Jangan malam-malam," jelas Genta, karena dia masih kepikiran ucapan Papahnya.

__ADS_1


"Gak ikhlas banget kamu sayang, aku minta ini itu,"


"Bukan gak ikhlas sayang, kalau kamu minta aneh-aneh di sini aku gak tau tempat nya.Kalau gak ada, takut kamu marah,"


"Tau ah, aku mau tidur,"


"Kecuali Dendi dan Rian ada di sini sama kita, baru kamu bisa minta apa aja,"


"Emangnya Rian sama Dendi, suami aku?"


"Hmmm... Ya udah lah kamu boleh minta apa aja,"


"Oke suamiku, aku sekarang tidur dulu,"


"Es jeruk kamu gimana?"


"Baik Tuan putri, silahkan tidur!!"


Akhirnya Selly memejamkan matanya, karena dari di pesawat dia menahan ngantuk. Sedangkan Genta, mengurus pekerjaan sebentar baru menyusul Selly tidur.


"Dendi, besok kamu dan Rian handle pekerjaan di Kantor. Awasi juga para pekerja yang lain, biasanya kalau saya cuti mereka bisa seenaknya aja bekerja," perintah Genta pada Asisten pribadinya.


"Baik Tuan, ini sudah selesai Tuan,"

__ADS_1


"Tunggu Rian, kalian makan dulu. Nanti saya transfer uangnya,"


"Siap Tuan,"


"Oiya, isi kulkas gimana? Masih ada gak?"


"Masih banyak, Tuan,"


'Alhamdulillah, baru ini Tuan menanyakan isi kulkas,' ucap Dendi dalam hati.


"Oke, kalau sudah habis. Bilang sama Nyonya besar, biar dia yang urus,"


"Siap Tuan,"


Tak lama Rian pulang, dan memasukkan es jeruk ke dalam kulkas hotel. Lalu mereka berdua pamit untuk kembali ke Jakarta. Dendi ingin mengembalikan mobil dulu ke rumah temannya yang tadi ia pinjam.


Sepeninggalan Dendi dan Rian, Genta menyusul Selly yang sedang tidur. Tapi dengan membawa laptop, dia tetap mengurusi pekerjaannya sebelum di handle Rian dan Dendi.


"euuhhh..." Selly bergerak dan memeluk Genta.


"Sudah bulan madu masih aja urus pekerjaan kantor, sebel banget deh," ketus Selly.


"Dikit lagi sayang, sebelum Dendi dan Rian sampai di kantor harus aku yang handle dulu,"

__ADS_1


"Tau gitu gak usah bulan madu, aku di apartemen aja. Jadi kamu bisa berangkat ke kantor," ucap Selly sambil melepas pelukannya, dan dia berjalan ke kulkas untuk mengambil Es jeruk yang sudah di beli oleh Rian.


Genta menaruh laptopnya, dan mengikuti Selly dari belakang, dia harus bisa memprioritaskan sang istri.


__ADS_2