Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 37 Di Temani Mamah Mertua


__ADS_3

Selly masih berada di apartemen Genta, bersama Nyonya Bagaskara. Beliau akan menemani calon menantunya untuk tidur di apartemen milik Genta malam ini.


Awalnya Selly menolak, tapi lama-lama dia luluh juga karena Nyonya Bagaskara yang meminta. Dan beliau juga yang meminta izin pada Ibunya Selly.


"Kalian mau makan apa?" tanya Genta pada dua wanita yang di sayangi.


"Apa saja, Mas. Mamah mau makan apa?",


"Samain saja, CUP," ucap Nyonya Bagaskara sembari mencium pipi calon menantu. Genta yang melihat pemandangan itu sangat bahagia sekali.


Genta pergi keluar untuk menyuruh Dendi membeli makan malam. Sembari menunggu makanan dia menelpon David, menanyakan keadaan kantor di kota sebelah.


Rencana Genta, setelah menikah dia akan mengajak Selly tinggal di sana beberapa minggu. Tapi, entah Selly mau atau tidak.


'Ting.. tong..'


Ceklek.


"Maaf Tuan lama, saya siapkan makan malamnya dulu,"


"Oke, Den,"


Genta berjalan masuk ke dalam kamar, dia melihat calon istri dan Mamahnya tidur dengan saling berpelukan.


"Kalian ini belum makan malam malah tidur,"


Genta langsung membangunkan Selly dan Nyonya Bagaskara.


CUP


"Bangun, kalau gak bangun....." belum selesai Genta bicara, Selly sudah bangun dan melebarkan bola matanya.


"hehehe... takut Yank?"


"Ada Mamah, aku gak takut. Cuma trauma aja dekat-dekat sama kamu," jawab Selly yang masih memasang wajah masam.


"Ya sudah, bangunin itu Mamah mu. Kamu kan anak kesayangannya sekarang," ujar Genta, Selly menahan tawa mendengar ucapan Genta.


"Mah, bangun. Makan dulu mah, sudah malam,"


"Oke, sayang,"


"Mamah sama Mas Genta makan duluan, aku nanti aja. Nunggu Mas Genta selesai makan, suapin aku,"


"Itu ada Mamah mu, kenapa minta suapin aku,"


"Ya udah gak usah, awas kamu ya gak mau suapin aku," ancam Selly sembari melirik tajam ke arah Genta.


"Jangan di kasih jatah, Sell," ucap Mamah sambil berjalan keluar kamar.


"Bercanda Sayang, aku makan dulu. Nanti aku suapin,"


"Bodo, sana keluar!!" usir Selly.


Genta langsung berlari ke arah Selly, mengambil wajahnya dan menciumi wajah Selly.


"I Love You,"

__ADS_1


"Sana makan!! aku lapar,"


Genta pun melepas wajah Selly dan berkata, "Bukan di balas I Love You nya, malah di usir," Gerutunya sambil berjalan ke pintu.


"I Love You Too, Mas Ganteng," ucap Selly lirih, agar tak terdengar dengar Genta.


Sambil menunggu Genta dan Nyonya Bagaskara selesai makan. Selly memainkan handphone Genta, dan dia memasang foto dirinya di sosial media milik kekasihnya. Tak lupa iya mengganti foto profil aplikasi berwarna hijau itu dengan foto mereka berdua saat bertunangan.


Ada beberapa teman pria yang langsung berkomentar, Selly menunggu teman wanitanya yang berkomentar. Tapi belum ada satupun yang nongol.


Setelah menunggu setengah jam, Genta masuk ke dalam kamar dengan membawa makan malam untuk Selly.


"Ada apa di handphone Mas?"


"Gak ada apa-apa, aku cuma ganti foto aku di semua akun sosmed kamu," jawab Selly.


"Hanya punyaku, punya kamu gak di ganti foto ku,"


"Takut fans aku kabur hehehe..." canda Selly.


"Makan dulu, nanti aku tembak satu-satu fans kamu itu,"


Selly langsung memeluk kekasih yang ada di depannya. Dia memandangi wajah Mas Gantengnya, sambil mengunyah.


"Makan sambil berpelukan, takut terbang ya calon suaminya," ledek Nyonya Bagaskara, Selly langsung mengurai pelukannya.


Nyonya Bagaskara merebahkan tubuhnya di samping Selly duduk. "Nanti kamu tidur kamar satunya ya, Gen?"


"Kalau boleh di sini, bertiga kita," jawab Genta.


"Gak boleh," ucap Selly cepat.


"Janji sayang gak kayak tadi pagi," Selly menggelengkan kepala cepat.


Selesai menyuapi sang kekasih, Genta berjalan keluar kamar untuk menaruh piring ke dapur. Ternyata Dendi masih ada di apartemen Genta. Dendi langsung membersihkan apartemen milik Bos nya.


"Saya masuk kamar ya, Den. Nanti kunci lagi pintunya,"


"Siap, Tuan,"


Genta langsung masuk ke dalam kamarnya, menyusul kedua wanitanya yang sudah merebahkan tubuh di kasur miliknya. Dia ikut merebahkan tubuhnya di samping kekasihnya, dan langsung memeluk tubuh mungil kekasihnya.


"Sudah Selly gak papa, gak mungkin dia macam-macam ada Mamah di sini," ucap Nyonya Bagaskara.


"Sembuhnya lama gak, punya Selly, Mah?" tanya Genta pada sang Mamah.


Selly menyembunyikan wajahnya di dada Genta. Dia tau sang kekasih malu mendengar pertanyaan yang di lontarkan Genta ke Mamahnya.


"Tergantung Selly, kalau dia masih takut ya bisa berbulan-bulan sembuhnya,"


"Ya ampun, lama sekali. Tau gitu aku gak main dulu tadi pagi," ucap Genta penuh penyesalan.


"Makanya, jangan gatel Pak Tua. Malah menunggu lama kan? berdoalah, semoga jadi baby,"


"Aamiin.. Aamiin.." ucap Genta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Selly dan Nyonya Bagaskara sudah bangun lebih pagi. Karena dua wanita itu ingin memasak untuk sarapan pagi.


"Sayang, bangunkan suami kamu. Ini biar Mamah yang lanjutin,"


"Iya Mah,"


Selly berjalan pelan-pelan ke kamar mandi, soalnya masih terasa sakit. Karena ada Mamah mertua, dia tak bisa bermanja-manja di atas tempat tidur bersama sang kekasih.


Dia membangunkan Genta dengan penuh kelembutan, dan tanpa bisik-bisik.


"Kamu sudah gak sakit?"


"Masih Mas, buat jalan masih nyut-nyutan," jawaban Selly membuat milik Genta berdiri.


"Kamu berkata seperti itu, punya ku jadi bangun,"


"Pikiran kamu kemana-mana, mandi sana!! Sarapan sudah mau matang,"


"Bercinta dulu yuk!!" ajak Genta.


"Hehehe.. makasih banyak Mas, aku gak mau. Ternyata sakit banget,"


"Kata Mamah, lama-lama enak Sayang,"


"Man-di," tegas Selly sambil melirik tajam ke arah Genta.


Tanpa membalas perkataannya Selly, Genta masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandi.


'criiiinnnggg'


Sintia : "Sudah pamer ya foto tunangan, sudah yakin bisa nikah sama anak ingusan itu?"


Selly menyiapkan pakaian kerja Genta, lalu pergi keluar kamar dengan membawa handphone Genta.


Sarapan sudah siap tersaji di atas meja, nasi goreng untuk para bodyguard pun sudah matang. Selly langsung membawanya ke kamar bodyguard.


'ting.. tong..'


Ceklek.


"Non Selly,"


"Nih, sarapan untuk kalian. Semoga cukup ya, saya gak tau kalian ada berapa orang,"


"Cukup Non, Terima kasih banyak Non,"


"Sama-sama, saya balik dulu,"


"Iya, Non,"


Setelah Selly pergi, para bodyguard bersorak gembira mendapatkan sarapan pagi dari kekasih Pak Bosnya.


"Cocok deh Bos Genta sama Non Selly, walaupun gak setiap hari di masakin setidaknya ada yang mikirin kita," ucap Rey.


"Semoga saja pernikahan Tuan Genta dan Non Selly tidak ada halangan, Aamiin,"


Semua bodyguard pun mengAamiinkan ucapan Dendi. Mereka berharap, Selly dan Genta bisa selamanya bersama.

__ADS_1


"Makan dulu, sepertinya nasi gorengnya enak,"


Lalu, para bodyguard menikmati nasi goreng yang di buat oleh Selly dan Nyonya Bagaskara.


__ADS_2