
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum," Genta mengucap salam, tapi tak ada yang menjawab.
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam, sebentar," sahut Ibu Santi dari dalam.
Ceklek.
"Eh Nak Genta, Selly nya tidur," ucap Bu Santi, lalu Genta mencium tangan calon Ibu mertuanya.
"Boleh saya masuk ke kamarnya, Bu?"
"Boleh, tapi gak seluas kamar kamu,"
"Gak papa, Bu. Oiya Bu, Selly cerita sama Ibu kenapa dia pulang sendiri?" tanya Genta, dia takut kalau Selly curhat macam-macam.
"Gak curhat apa-apa, cuma bilang pulang karena kangen kamar. Apa kalian ada masalah?"
"Gak Bu, cuma ngambek aja. Saya bangun tidur, Selly sudah pulang,"
"Ya sudah, masuk aja Nak Genta,"
"Baik, Bu. Terima kasih," Bu Santi pun mengangguk, dan beliau menyuruh anak buah Genta untuk menunggu di dalam rumah.
Ceklek.
"Rapih banget kamarnya, pantas kalau ke apartemen beres-beres terus," ucap Genta lirih.
Genta langsung naik ke atas tempat tidur Selly, tempat tidur kecil yang hanya muat 2 orang saja.
Genta langsung aja memeluk kekasih hatinya yang sedang tertidur pulas. Dia memeluk Selly dari samping, menciumi leher Selly dari belakang.
"uuhhh.." ucap Selly sambil mengusap-usapnya lehernya.
"Sayang, bangun,"
Genta buru-buru menutup mulut Selly dengan menggunakan telapak tangannya agar tidak berteriak.
Mata Selly pun melotot tapi tak bisa bersuara.
"Hallo, Sayang," ucap Genta sambil menaik turunkan alisnya.
Selly langsung menyingkirkan tangan Genta dari bibirnya.
"Ngapain ke sini? mau marah-marah? mau nuduh-nuduh gak jelas lagi?" segala pertanyaan di berikan dari Selly.
"Gak Sayang, aku cuma cemburu aja. Kamu manis sekali sama dia," ucap Genta sambil menggosok-gosok wajahnya di lehernya Selly.
"Soalnya dia baik,"
"Memangnya aku gak baik ke kamu, Sayang?"
"Gak, aku mau makan pedas gak di kasih. Kalau sama Axel aku di kasih walaupun sesendok," ucap Selly yang membandingkan Genta dan adiknya.
"Kalau kamu sudah sembuh, jangan kan sesendok sayang. Penjualnya bisa aku taruh di rumah kamu,"
"hehehe.. berarti baikan kamu, si Axel pelit cuma kasih sesendok," Kekeh Selly membuat Genta gemas sekali.
__ADS_1
CUP
"Jangan cium-cium di sini, aku aduin sama Ibu,"
"Ibu gak tau, Sayang. Kamu itu senang sekali kabur-kaburan,"
"Dari pada aku di cuekin di sana gak bisa tidur, mendingan aku tidur di rumah. Nanti kalau udah nikah, aku kalau marah kaburnya ke Mamah. Biar kamu di marahin," ungkap Selly.
"Jangan dong, masa pengen suaminya di marahin, CUP,"
"Kalau kamu cuekin aku,"
"Insya Allah gak, keluar yuk!!" ajak Genta.
"Males, pacaran ngajak bodyguard. Naik motor berdua gitu, romantis,"
"Keinginan kamu nambah lagi ya, kemarin aku di suruh lihat drama Korea. Sekarang kita pacaran harus naik motor, udah enak-enak naik mobil gak kepanasan," tutur Genta sembari memeluk kekasihnya.
"Gak enak naik mobil terus, sekali-kali naik motor. Bisa pelukan dari belakang,"
CUP
"Pelukan begini lebih enak nih!" Genta langsung mengeratkan pelukannya.
"Hmmm..."
"Nanti ya aku beli motor dulu, aku gak punya motor. Ada punya si Dendi dan Rian,"
"Pinjam punya mereka aja, gak usah beli. Gak tiap hari naik motor,"
"Kamu aja yang bilang sama mereka," suruh Genta.
"Jangan kan naik motor, naikin kamu aku juga bisa,"
Selly langsung menatap tajam ke arah Genta, memang Pak tua itu kalau ngomong gak di saring dulu.
"Bercanda Sayang, tapi memang benarkan ucapanku?" tanya Genta sembari naik turunkan alisnya.
"Kamu jangan sering ngomong seperti itu di depan anak buah kamu, nanti mereka mikirnya kita udah berhubungan kayak gitu,"
"Mereka juga tau kamu kayak gimana, jadi mereka gak mungkin mikir macam-macam sayang tentang kamu," Jelas Genta.
"Keluar kamar yuk!! gak enak sama Ibu," ajak Selly.
Selly langsung menggandeng tangan Genta, untuk keluar dari kamar.
"liburan yuk!" bisik Genta.
"Gak mau, kamu liburan mau ngajak mereka kan?" ucap Selly sembari menunjuk ke arah para bodyguard.
"Sayang, mereka akan berjaga di luar. Kita di dalam,"
"Nanti aja kalau nikah, gak mau sekarang. Aku juga gak mau ramai-ramai, aku mau kita berdua,"
"Sayang..." rengek Genta.
"Pulang gih, kasian mereka nungguin kamu pacaran,"
Selly mengusir Genta agar pulang, tapi yang usir belum mau pulang. Kalau pun pulang, Selly harus ikut.
"Nak Genta, titip kue ini untuk Mamah ya," Bu Santi memberikan box besar berisi kue.
__ADS_1
"Iya Bu, nanti saya ke rumah Mamah dengan Selly," ucap Genta, dan Selly menatap tajam Genta. Genta senyum-senyum dan menaikan alisnya.
"Ya sudah, tapi jangan nginap lagi ya?" ucap sang Ibu.
"Kita satu kamar tapi gak ngapa-ngapain kok, Bu,"
"Namanya setan datangnya bisa kapan aja, ya sudah ibu kembali ke dapur dulu," Bu Santi pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Apartemen ku gak ada setan, Yank,"
"Setannya ada pada diri kamu, suka ngajakin aku bercinta terus. Itu namanya setan, paham kan?"
"hehehe.. ya sudah, kita ke Mamah aja. Axel juga masih di apartemen, siapa tau kamu mau ketemu sama dia," ledek Genta.
"Kalau aku mau ketemu sama Axel, nanti kamu cemburu," ucap Selly sambil berdiri, berjalan masuk ke dalam kamar.
Genta pun mengikuti Selly dari belakang, dia juga ikut masuk ke dalam kamar Selly. Padahal sendiri yang menggoda, tapi dia pula yang kesal sendiri.
"Sayang, kamu kok ngomongnya gitu? kamu suka sama Axel?"
"Tanya itu lagi, aku suka Kakak nya Axel, bukan Axel nya," ucap Selly sambil melirik ke sang kekasih.
"Keluar dulu, aku mau ganti baju!" perintah Selly ke Genta.
.
"Ganti aja, aku kan udah lihat punya kamu,"
Selly tak bisa berkata-kata, dia melepas kaosnya, dan buru-buru berganti pakaian yang lain.
Dia mengambil tas dan handphone, lalu menarik tangan Genta untuk keluar kamar.
"Ibu aku sama Mas Genta mau ke rumah Mamah,"
"Iya hati-hati, tangan Ibu kotor sayang,"
"Oke Bu, Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumsalam,"
CUP
Genta mencium punggung tangan Selly yang dia genggam. Genta selalu memperlakukan Selly bagai Ratu. Dia mau menuruti apa kata Selly, dia mau melakukan apa mau Selly.
Begitupun Selly, bahagia karena di perlakukan seperti Ratu oleh Genta. Tapi dia juga harus banyak bersabar karena Genta selalu minta ini dan itu.
"Gak usah ngelamun," bisik Genta.
"Aku lagi mikirin ini hari apa sih Mas? kok kamu mau ajak aku liburan?" tanya Selly.
"Hari jum'at Sayang, besok weekend. Makanya aku mau ajak kamu liburan,"
"Kalau berdua oke, apa lagi naik motor. Lebih oke,"
"Kita di kamar apartemen aja kalau gitu,"
"Kamu di kamar kamu, aku di kamar aku,"
'HAP'
"Sama kamu," bisik Genta tepat di telinga Selly, membuat Selly merinding.
__ADS_1