Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 52 Persiapan Bulan Madu


__ADS_3

Semua keperluan Selly dan Genta yang menyiapkan Genta, dia di bantu oleh Dendi. Selly berada di atas tempat tidur sambil memainkan handphone milik suaminya.


Sang suami sedang sibuk, tapi dia bersantai ria. Karena Selly sedang malas gerak, jadi dia menyuruh suaminya packing.


Karena Genta yang menginginkan bulan madu, jadi dia begitu bersemangat membereskan barang yang akan di bawa.


"Mas ganteng, pengen K*C," ucap Selly, tanpa melihat ke arah Genta.


"Nanti sayang, tunggu ini selesai,"


"Mau nya sekarang," rengek Selly.


"Den, tolong belikan K*C. Tanya dia mau pesan apa aja,"


"Mau nya sama kamu Mas, jangan suruh Dendi," tolak Selly, yang tak mau di belikan oleh asisten pribadi suaminya.


"Mas masih mau bereskan keperluan kamu, Sayang," ucap Genta.


Selly tak menjawab ucapan Genta, dia menarik selimut dan membelakangi Genta. Genta tak lagi melihat ke arah Selly, dia ingin menyelesaikan tugasnya dulu.


Karena di cuekin oleh Genta, Selly pun tertidur. Genta yang baru selesai mengambil minum ke dapur, lalu kembali ke kamar. Dia melihat Selly yang ditutup selimut.


"Dia tidur," ucap Genta lirih.


Dendi membawa semua barang-barang keluar dari kamar, dan Genta ikut naik ke dalam tempat tidur.


Genta memeluk Selly dari belakang, tapi di lepasnya oleh Selly. Ternyata Selly tak tidur, tapi pura-pura tidur.


"Kamu gak tidur, Sayang?" tanya Genta, sambil melihat wajah Selly.


"Kenapa manyun? Ayok kalau mau ke K*C!! Kirain aku kamu tidur,"


"Sudah gak pengen, mau nya tadi," ucap Selly dengan nada kesal.


"Cuma telat berapa menit aja, Yank,"


"Gak maaaauuuuu.... Gak jadi bulan madu, TITIK!!" seru Selly.


Genta langsung memeluk Selly dengan erat, menciumi seluruh wajah Selly tanpa Henti.


PLAK


Selly memukul lengan Genta yang memegang wajahnya. "Awas ah!!" Selly mengusir suaminya yang mengungkung nya.


Selly keluar kamar meninggalkan Genta, dia duduk di kursi meja makan sembari menggoyangkan kedua kakinya. Kedua tangannya untuk menopang wajah.


"Kamu aneh deh, tadi minta k*c giliran di tawarin gak mau,"


"Telat nawarin nya, Sekarang aku gak mau," kesal Selly.


"Bercinta aja yuk, Yank. Dari pada kita ribut,"


"Gak ada yang ribut, aku biasa aja," ucap Selly santai.

__ADS_1


"Apanya yang biasa aja? dari tadi marah-marah terus, aku serba salah terus deh sama kamu. Gini salah, gitu salah. Kamu dikit-dikit ngambek, dikit-dikit nangis," Genta mengeluarkan unek-unek yang dia rasa akhir-akhir ini.


Selly menatap tak suka pada sang suami, semakin marah di buatnya. Genta juga menatap Selly dengan tatapan sayang.


Selly menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, pelan-pelan dia menangis. Genta semakin bingung, "Sayang, kamu kenapa nangis? Aku kan gak marah-marah sama kamu," ucap Genta dengan ketakutan.


Selly mengusap air mata, berdiri lalu berjalan ke kamar. Genta mengikuti Selly dari belakang, mencoba menggenggam tangan Selly tapi di hempas.


"Sayang, plis jangan nangis. Mas gak tau kamu mau apa, Ayok kalau mau ke K*c!!"


"Maafin mas ya, mas gak marah cuma mas bingung sama kamu," imbuh Genta sambil memeluk Selly yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Kamu mau apa? Aku beliin sekarang,"


"Mau makan beef tapi makan di sana, pesan yang banyak. Ajak Dendi, Rian dan Bodyguard kamu. Sekalian ajak Mamah, Papah, Axel dan Ibu ku," tutur Selly.


"Siap, laksanakan Ibu Ratu. Aku suruh Dendi dulu untuk jemput Ibu kamu, sekarang kamu telpon Mamah," ucap Genta, Selly pun mengiyakan.


Dendi keluar kamar untuk memberitahu Dendi dan para bodyguard untuk bersiap-siap. Selly juga menelpon keluarga Bagaskara.


"Sayang, kita siap-siap yuk!! Bodyguard sudah menjemput Ibu kamu. Nanti aku sharelok ke Alex, biar mereka langsung ke Resto,"


"Capek ya Mas?" tanya Selly merasa kasian dengan suaminya. Sudah packing untuk bulan madu, tapi masih di kerjain istrinya.


"Gak Sayang, mas gak capek. Kamu dulu atau aku dulu yang bersih-bersih?" tanya Genta.


"Bercinta dulu," ucap Selly.


"Oke, dengan senang hati,"


"Mimpi apa kamu ngajak aku bercinta duluan?" ucap Genta sambil melepas pakaian istrinya.


"Lagi pengen aja, cepat!! Nanti mereka sudah sampai Resto duluan," Selly menyuruh Genta untuk buru-buru.


Genta langsung saja Mel*mat bibir Selly dengan lembut, sambil tangannya memainkan benda yang berada di tengah-tengah.


"Mas... Aaaahh.."


Genta turun ke bawah memainkan benda kenyal dengan mul*tnya Genta. Tangan Selly menjambak rambut Genta, karena dia tak tahan geli.


"Buruan, Mas,"


"Iya Sayang,"


Genta langsung saja memasukkan tongkat saktinya. Menghentakkan pelan tapi pasti, semakin ke sini semakin di percepat gerakannya.


Dan, "aaaahh...aaahhh.." ******* panjang Genta sudah bersuara dengan kencang.


Genta langsung merubuhkan tubuhnya di samping Selly, mencium bibir Selly.


"Ah sayang mah, bercinta di suruh buru-buru,"


"Tapi enakkan?" tanya Selly.

__ADS_1


"Enak, enak banget," jawab Genta sambil memeluk Selly, sang istri hanya tersenyum.


"Mandi bareng yuk biar cepat!!" ajak Genta.


"Gak mau, nanti nambah,"


"Janji, gak Yank," ucap Genta sambil mengangkat kedua jarinya.


"Oke,"


Lalu Selly berjalan ke kamar mandi tanpa penutup apa pun. Membuat Genta gemas di buatnya.


"Kamu bisa gak kalau ke kamar mandi pakai selimut, enak banget asal jalan aja," ucap Genta, depan belakang bergetar semua.


"Biarin aja, sama suami sendiri gak papa,"


Mereka berdua mulai melakukan mandi bersama. Selly bersyukur, Genta bisa menepati ucapannya. Dia hanya mandi saja, tanpa anu-anu.


Selesai mandi Selly mengambil handphone nya yang berdering, ternyata Ibu nya menelpon.


"Hallo Bu, ibu dimana?"


"Ibu dan yang lain sudah sampai, kamu dimana?"


"Baru selesai mandi, Bu. Ya sudah, aku siap-siap dulu ya,"


"Iya Sayang,"


Selly langsung memarahi Genta karena bercintanya terlalu lama. Genta yang di salahkan hanya bisa diam saja, bukan waktunya untuk membalas ucapan istrinya.


Setelah rapih mereka berdua langsung pergi ke Lobby, karena Dendi sudah menunggu di sana.


"Sore Tuan, Nyonya," ucap Dendi.


"Sore Dendi," Genta tak menyahut dalam Dendi, dia masih sedikit kesal pada istrinya.


"Mas, berantakan gak make up aku?" tanya Selly.


"Tidak," jawab Genta tanpa menoleh.


"Kamu gak lihat wajah aku, sudah bilang tidak. Punya suami aneh," kesal Selly.


"Kamu juga aneh, kamu yang ajak bercinta tapi aku yang di salahkan,"


Dendi yang mendengar itu senyum-senyum mendengar Tuannya mengucap seperti itu. Selly langsung menutup mulutnya Genta, karena malu ada Dendi.


"Diam mulut kamu, Mas. Ada Dendi,"


"Biarin aja, habis kamu tadi nyalahin aku,"


"Maaf ya Mas,"


"Hmmm..."

__ADS_1


Selly pun melepas tangan yang menutupi mulut kekasihnya.


__ADS_2