
Kedatangan Genta membuat Selly ceria, sepertinya dia lupa kalau dia sedang sakit. Atau dia sudah sembuh ketika Genta sang kekasih datang.
Di ruangan Selly sudah kumpul keluarga mereka. Sekarang mereka sedang menikmati makan.
"Tadi sebelum ada Genta gak mau makan, katanya mulut pahit. Tapi ini makan banyak banget," Goda Nyonya Bagaskara ke calon mantunya.
"ih, si Mamah gak tau. Kalau orang di mabuk cinta, lagi sakit aja langsung sehat. Lihat aja bibirnya kakak ipar udah gak pucat lagi," ucap Axel yang sedari tadi menggoda kakaknya.
"Kalian habis makan pada pulang ya, ngeledekin calon istri aku terus," usir Genta pada mereka yang ada di dalam kamar Selly.
"Iya tau yang mau kangen-kangenan," ledek Axel.
"Kasian yang jomblo jadi pengen," goda balik Genta ke Axel.
"Nanti gue cari cewek yang lebih tua, biar samaan kita hahaha..." tawa Axel.
"Nanti di taksir deh sama Mas Genta,"
"Cie.. cemburu,"
"Gak cemburu, kalau dia mau gak papa. Nanti aku cari lagi," ujar Selly, yang mendapatkan tatapan tajam dari Genta.
"Cari aja sana, nanti cowok itu aku tembak," ancam Genta.
"Berantem deh, baru juga ketemu," ucap Papah menggoda.
"Gak bisa di ajak bercanda, Pah,"
"Maklum Kakak ipar, baru ketemu cewek jadi begitu hehehe..." Kekeh Axel, yang lain pun tertawa.
Axel pria berusia 28 tahun, bekerja di salah satu perusahaan di luar negeri. Tapi sekarang dia di perintah Sang Papah untuk mengurusi Papahnya. Karena Genta sudah memiliki perusahaan sendiri, jadi dia tak bisa menghandle 3 perusahaan sekaligus.
Perusahaan
Selesai makan, Ibu dan keluarga Genta pamitan pulang. Hanya bodyguard yang masih ada di depan kamar rawat inap Selly.
"Sayang, coba cerita kenapa kamu bisa sampai sakit?"
"Aku gak tau Mas, bangun tidur udah muter-muter lihat kamar. Langsung aku telpon Dendi, eh pas banget Mamah main ke sini. Jadi, Mamah yang ngurus aku," jawab Selly menjelaskan awal mula dia sampai sakit begini.
Genta menaruh tangan kiri di bawa kepala Selly, dan tangan kanan memeluk tubuh Selly.
"Sakit kangen ya?" goda Genta pada Selly.
"Emangnya kamu gak kangen sama aku?" tanya Selly balik.
"Kangen banget lah, kalau gak kangen aku gak pulang sekarang,"
CUP
"Nanti, kamu balik lagi, Mas?"
"Boleh pergi lagi?" tanya Genta sambil memeluk Selly.
"Kalau belum selesai, gak papa pergi lagi,"
"Nanti sakit lagi, kalau kamu ikut gak papa,"
__ADS_1
"Aku sakit bukan karena kamu, memang sudah waktunya aja sakit,"
"Sayang, kita nikah kapan?"
"6 bulan lagi, Mas. Kalau kamu mau sekarang, Gak papa sama yang lain,"
CUP CUP CUP CUP CUP, Genta menghujani ciuman di wajah Selly.
"Jangan suruh aku buat nikah sama yang lain, aku lebih baik menunggu kamu. Aku tunggu sampai kamu siap," Selly pun berbunga-bunga, baru ini dia jatuh cinta sekali dengan pria yang lebih tua.
"Mau tidur sekarang masih sore Yank, bercinta aja yuk!!""
"Nih!!" Selly langsung mengepal tangannya., Genta hanya cengengesan.
"Sudah tau aku sakit, bisa-bisanya kamu ngajak bercinta,"
"Siapa tau kamu mau, dengan senang hati aku nya,"
"Jangan macam-macam, Mas. Ibu sudah wanti-wanti takut aku sama kamu ngelakuin itu, nanti Ibu gak ngizinin lagi aku nginap di apartemen kamu," ungkap Selly sendu.
"Iya sayang, aku gak ngajak bercinta. Cuma ngajak ciuman aja,"
"Tidur aja, sepertinya isi kepala itu-itu aja,"
Genta langsung memasukkan tangannya ke dalam tubuh kekasihnya, merayap terus ke atas. Hingga sampailah di dua gunung kembar milik Selly.
"Mas Ganteng, tangan kamu bisa anteng gak kalau ketemu aku?"
"Gak bisa, Sayang. Punya kamu itu menggoda aku terus," ucapan Genta membuat Selly diam.
...****************...
Keesokan Hari
"Sayang, bangun. Aku mau ke kamar mandi," bisik Selly ke telinga Genta.
"Mas Ganteng, bangun aku mau pipis,"
"Masa harus pakai cara Dendi waktu itu, takut dia menanggapi serius," ucap Selly lirih.
"Mas Gen, ayok bangun!! ini sudah siang lho,"
"Mas ganteng, bangun dong," usaha Selly untuk kesekian kalinya, tapi tak membuahkan hasil.
"Mas Gen, bercinta Yuk!!" bisik Selly tepat di telinganya.
Tangan Genta langsung memeluk tubuh Selly, "Yuukk.."
"Aku hanya bercanda Mas, aku mau pipis. Minta tolong bantu aku,"
"Kalau sama aku gak bisa bercanda, Sayang. Harus serius," ucap Genta menggoda.
"Haduuuh aku mau pipis, antar dulu,"
"Ya sudah ayok!! habis pipis aku tagih," bisik Genta di telinganya Selly.
Selly tak menanggapi ucapannya, yang penting sekarang dia di antar ke kamar mandi.
__ADS_1
"Mau aku bantu lepaskan celana kamu?" Selly menggelengkan kepalanya.
"Gak aku apa-apain,"
"Gak mau, kalau sama kamu bisa plus-plus,"
Genta senyum-senyum mendengar ucapan Selly. Padahal dia benar-benar ingin menolong.
Selesai dari kamar mandi, Selly dan Genta kembali ke atas tempat tidur. Genta menagih ucapan Selly yang tadi.
"Aku yang bekerja sayang, kamu tinggal menikmati aja," mendengar ucapan itu membuat Selly susah menelan ludahnya.
"Kayaknya kening kamu harus di kompres, Mas. Ada yang gak beres," Genta tak membalas ucapan Sang kekasih, dia langsung menjalankan aksinya.
CUP
Genta mencium kening Selly lanjut turun ke bibir. Salah satu favorit Genta, adalah bibir Selly yang ranum. Di hisap dan di mainkan dengan bibirnya sang kekasih.
Lidah Genta menerobos masuk ke dalam rongga mulut Selly, mengabsen setiap baris gigi Selly.
Sekian menit bermain di sana, bibir Genta turun ke leher sambil membuka satu persatu kancing baju yang Selly pakai dan melepas pakaian itu.
Selly memejamkan mata, dia membayangkan hal-hal yang tidak di inginkan. Genta melepas pengait bra, dan membuangnya ke bawah ranjang rumah sakit.
"Mas... aaahhh.." ucap Selly lirih ketika gunung kembarnya di remas dan di masukkan ke dalam mulut Genta.
"Mas, udah. Nanti aku sakit lagi nih," ucap Selly.
Genta langsung menyambar bibir Selly lagi, dan Selly menggelengkan kepala.
"Stop, Mas," ucap Selly di sela-sela ciuman.
Selly langsung menjauhkan wajah kekasihnya, "Sudah ya Mas, ini rumah sakit,"
"Punyaku sudah berdiri, Sayang," lirih Genta.
"Ya terus di apain?? aku gak ngerti, Mas,"
"Di masukin Sayang,"
"Masukin kemana?"
"Ke punya kamu lah, Sayang. Kemana lagi," ucapan Genta membuat wajah Selly menjadi tegang.
"Gak usah tegang rileks aja, kamu tinggal ikutin aku aja Sayang,"
"Gak mau Mas, mending kamu sama yang lain deh. Aku gak mau ngelakuin itu dulu,"
"Tadi kan kamu yang ngajakin,"
"Aku gak serius, aku cuma pengen kamu bangun aja,"
Dengan wajah yang pasrah, Genta memakaikan Bra dan pakaiannya Selly kembali.
"Maaf ya, Mas,"
"Hmmm..."
__ADS_1