Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 47


__ADS_3

"Sayang, tadi mantan kamu?" tanya Genta dengan melihat wajah Selly.


"Iya Mas, kenapa?"


"Kenapa kamu undang dia? Kamu pengen ketemu dia? Kangen sama dia?" tanya Genta, cemburu yang tak jelas.


"Jangan bikin ribut ya Mas, kita baru ijab lho," jawab Selly lembut, sembari memegangi wajah suaminya.


"Maaf sayang, aku cemburu aja kamu undang mantan kamu. Sedangkan aku gak punya mantan,"


"Perang yuk Mas!!"


"Nanti di atas kasur, takkan aku lepaskan kamu," bisik Genta, dan berhasil membuat Selly merinding.


Selly membayangkan nasib dia malam ini. Karena malam ini, malam yang di tunggu oleh suaminya.


Tamu undangan dari keluarga Genta terus berdatangan. Padahal ini hanya acara kecil-kecilan, bukan acara resepsi.


"Kakak ipar, foto yuk!!" Axel mengajak foto Selly, tapi di tolak oleh Genta. Dia melarang Selly foto dengan lain termasuk adiknya sendiri.


"Cuma foto, Mas,"


"Gak harus foto berdua, bisa bertiga sama aku,"


Selly langsung merebut handphone Axel, dan menjauh dari dua pria itu.


"Cepat kalian berdua bergaya, biar aku saja yang fotoin," ucap Selly yang sudah siap-siap membidik camera handphone milik Axel.


Setelah hitungan ketiga, Axel langsung memeluk Genta dengan erat. Selly yang melihat adegan itu tertawa tanpa henti.


Genta mendorong tubuh Axel agar menjauh darinya, dan Selly menarik tangan Axel agar berada di tengah-tengah Genta dan Selly.


Selly juga menyuruh fotografer untuk mengambil foto mereka bertiga. Tak ada perlawanan dari Genta, dia hanya mengikuti instruksi dari Selly.


Selesai foto, Axel pergi meninggalkan pengantin baru itu. Genta duduk kembali di singgasananya, begitu juga Selly.


Selly tertawa melihat Genta yang tak menanggapi ucapannya. Memang heran dengan Genta, tiada hari tanpa ribut.


"Mas ganteng, ada cewek cantik tuh datang,"


Genta langsung menoleh ke depan, dia tak memberikan ekspresi apapun. Karena dia malas bersalaman dengan Sintia, wanita yang tergila-gila pada dirinya.


"Kamu saja yang berkenalan, aku gak mau,"


"Gak boleh gitu sama mantan," ucap Selly menggoda.


"Aku gak ada hubungan apapun sama dia, dari dulu sampai sekarang,"


"Iya percaya, tapi bangun dulu dong. Kasian itu lho sebentar lagi sampai sini,"


Mau tak mau Genta berdiri, dan menyambut datangnya wanita ular itu.


"Selamat ya buat kalian berdua, semoga langgeng," ucap Sintia memberikan selamat pada kedua mempelai.


"Terima kasih," ucap Selly.


"Genta, selamat ya. Walaupun bukan gue yang berdiri di sini, tapi gue ikut bahagia,"

__ADS_1


"Hmmm..."


Sintia dengan hati yang mendidih, pergi meninggalkan dia pengantin itu.


"Gak boleh begitu Mas, kasian lho dia jauh-jauh datang ke sini mau lihat Mas gantengnya menikah,"papar Selly.


"Cuma kamu yang panggil aku mas ganteng," kesal Genta, Selly menggeleng-gelengkan kepala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah acara ijab qobul selesai, dan para tamu undangan sudah pergi. Selly pamit lebih dulu meninggalkan Genta yang masih mengobrol dengan keluarga.


Selesai bersih-bersih, Selly langsung naik ke atas ranjang dan memejamkan mata. Karena hari ini sangat membuat lelah Selly.


Genta menyudahi obrolan dengan keluarganya, karena dia ingin menyusul sang istri yang yak kunjung keluar.


Ceklek.


"Hai, Sayang," sapa Genta ketika masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang, kamu pura-pura tidur ya?" tanya Genta pada Selly yang masih berada di dalam selimut.


Karena tak ada pergerakan dari Selly, Genta menghampiri kekasihnya yang sudah terbaring di atas ranjang.


Dia membuka selimut dan melihat Selly sudah pulas sekali. Ada rasa kesal karena di tinggal tidur lebih dulu oleh Selly. Dan ada rasa kasian, karena seharian dia menerima tamu.


Akhirnya Genta masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih. Dia membersihkan tubuhnya sampai bersih, karena yakin Selly nanti akan bangun.


Keluar dari kamar mandi, dia lihat Selly duduk di pinggir tempat tidur.


"Sayang, kenapa? tadi kamu tidur,"


"Sebentar, aku pakai baju dulu,"


Genta pun menuruti Selly, berharap Selly bisa di ajak bercinta malam ini. Setelah mengambil air minum, Genta kembali ke dalam kamar mandi untuk memberikan minum pada Selly.


"Nih Sayang!!"


"Terima Kasih, Mas,"


Selly meminta Genta untuk tidur terlebih dahulu. Tapi Genta tak mau, lalu Genta mengajak Selly untuk bercinta.


Genta ikut merebahkan tubuhnya di belakang tubuh Selly.


"Bercinta dulu," bisik Genta.


"Masih ada hari esok, malam ini kita tidur dulu ya. Besok baru aku kasih,"


"Gak mau, aku mau nya sekarang,"


"Mas, kamu sudah nikah. Jangan ngambek-ngambek lagi. Kamu dikit-dikit ngambek, aku gak suka deh,"


"Gak tau kenapa sifat aku berubah ketika sama kamu,"


"Aku juga berubah semenjak sama kamu," ucap Selly.


"I Love You,"

__ADS_1


"I Love You Too,"


Tanpa aba-aba Genta mulai melakukan hubungan badan dengan sang istri.


Selly menyeimbangi permainan Genta, Genta merasa bahagia karena sang istri sudah pandai bercinta.


Sekarang Selly yang memainkan permainan, dia memanjakan sekali Genta. Karena dia sudah janji pada Genta waktu itu.


Saat Selly memainkan burung Genta, Genta mendesah penuh penekanan.


"Sayang....aahhh, masukin ya Yank," Dulu hanya mengangguk.


Genta langsung merubuhkan tubuhnya Selly di atas ranjang miliknya.


'Jleb'


Genta memasukkan miliknya, dan Selly masih menahan rasa sakit yang ada di bawah.


"Mas Gent, pelan-pelan,"


"Makanya sayang kita harus sering bercinta biar kamu gak sakit,"


"Gak mau,"


Genta tak menghiraukan ucapan Selly, dia masih asik memompa tubuh Selly. Merasakan nikmat setelah menikah.


"Sayang... Aaahhh... Aaaaahhh.." Genta menyudahi permainan ini, dia merubuhkan tubuhnya di samping Selly.


"Jangan langsung tidur, aku mau keluar cari makan,"


"Di rumah masih banyak makanan," ucap Genta.


"Ya udah, nanti aku sama Axel aja. Tidur sana!!"


Genta diam, dia takut menghiraukan balasan dari Istri. Genta meminta sang istri untuk bersih-bersih dulu, dan Selly pergi ke meninggalkan Genta yang masih berada di bawah selimut.


Ceklek.


"Sana mandi!!" perintah Selly.


Sepeninggalan Genta yang sedang bersih-bersih, Selly melihat foto-foto pengantinnya


Melihat foto dirinya dengan Genta, dia merasa cocok karena wajah Genta yang masih terlihat muda.


Dia menunggah beberapa foto di akun sosmed berwarna biru itu. Baru saja dia unggah, sudah ada saudara dari pihak Ayahnya yang berkomentar pedas.


Selly tidak marah, malah dia merasa bangga karena bisa mendapatkan CEO di perusahaan ternama.


"Kamu kenapa? Kok senyum-senyum,"


"Aku unggah foto di sosmed ku, langsung di serang sama keluarga Ayah,"


"Nanti aku bantu untuk merebut kembali perusahaan Ayah,"


"Terima kasih, Mas,"


"Sama-sama Sayang, ya udah siap-siap katanya mau beli makan di luar,"

__ADS_1


"Oke Mas,"


__ADS_2