Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 45 PARTY


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Selly tiba juga,. Hari yang membuat dia bingung ingin memakai baju seperti apa. Pasalnya dia tak pernah pergi ke Club malam.


Selly sengaja berangkat dari apartemen Genta, karena ingin berpakaian sedikit sexy. Betapa bahagianya dia kumpul bersama teman sembari melihat kekasihnya kumpul bersama teman-temannya.


Lain hal nya dengan Genta, dia terlihat murung melihat Selly menggunakan pakaian sexy. Sedari tadi dia meminta Selly untuk berganti pakaian, tapi Selly tak menghiraukannya.


"Mas ganteng, yuk!! Temanku sudah ada yang sampai," ajak Selly sambil memeluk tubuh Genta.


"Sayang, bisa gak kamu pakai yang lain. Ini Sexy banget Sayang,"


"Mana ada begini sexy, sexy juga wanita-wanita di sana. Ayok!! Kalau kamu gak mau bareng sama aku gak papa, aku naik taxi aja,"


"Aaaakkhh..." teriak Genta frustasi, dia pergi keluar kamar terlebih dahulu dan Selly menyusulnya.


Sampai di luar kamar Genta memberikan jas kepada Selly, untuk menutupi selama perjalanan. Selly pun menerima jas itu lalu di pakai untuk menutupi tubuhnya.


"Mas ganteng, ini gak begitu terbuka kan?"


"Gak, tapi belahan dada kamu sama paha kamu terekspos. Tapi kalau mau dipamerin di sana gak papa, terserah kamu aja,"


Selly diam saja, karena menurutnya ini gak terlalu sexy. Memang rok nya saja terlalu mini, ini Selly pinjam dari temannya.


Drrttt


Drrttt


Drrttt


"hai, bentar lagi gue sampai. Tunggu ya,"


"Yang punya acara malah belum sampai, gimana sih,"


"Sorry gaes, mohon bersabar,"


"Oke,"


Sepertinya Selly akan terus memakai jas milik Genta, Dia juga risih memakai pakaian seperti ini. Ditambah kekasihnya sedari tadi memanyunkan bibirnya.


Selly sengaja menyadarkan kepala ke lengannya Genta, mengambil tangan Genta untuk di taruh di pahanya. Tapi masih tak ada respon dari sang pemilik.


"Mas ganteng, awet ya kalau marah,"


Dendi melihat pemandangan yang sudah biasa itu hanya senyum-senyum aja. Bosnya yang dia kenal dulu sudah berubah 180 derajat.


"Nanti lepasnya di dalam aja," ucap Genta ketika sudah sampai diparkiran Club malam itu.


Selly menjawab dengan menganggukan kepala. Dia sudah pasrah ke Club malam pakai jas yang kebesaran.


Ternyata tak seperti yang Selly bayangkan, dia pikir tidak terlalu ramai ternyata ramai sekali.


"Mas, kenapa ramai sekali?"

__ADS_1


"Iya begini namanya Club malam, makanya jangan ikut-ikutan bikin acara di sini,"


Genta menuntun Selly untuk masuk ke dalam Club, dan Selly akan di temani oleh Dendi. Asisten dari calon suaminya akan duduk tak jauh dari Selly berada.


Selly mulai dikenalkan Genta kepada teman-temannya. Semua teman Genta saling pandang ketika Genta memperkenalkan Selly sebagai calon istrinya.


"Gen, gak salah? Ini anak tiri lo apa istri Lo?" celetuk salah satu temannya Genta.


"Istri gue lah," jawab Genta dengan bangga.


"Ini mah daun muda, muda sekali,"


Genta tak menghiraukan celotehan teman-temannya. Dia menyuruh Selly untuk gabung bersama temannya.


"Jangan di lepas ya cantik jas nya, CUP," pesan Genta di akhiri dengan mencium bibir Selly.


"Gila si Genta, asal samber aja bubur orang,"


"Banyak orang Mas, bibir kamu itu,"


"Sengaja, biar gak ada yang berani ganggu kamu," ujar Genta dengan memegangi dagu Selly.


Selly dan Dendi pun berjalan ke meja yang sudah di booking oleh Genta. Jaraknya tak jauh, hanya bersebelahan saja.


"Hai.. Hai.. sorry gaes,"


"Hmmm... Di sini nunggu, di sana ciuman,"


Sambil menggoda Selly, mereka memesan makan dan minum. Walaupun di traktir dengan Bos besar, teman Selly tidak aji mumpung. Mereka memesan sesuai porsi masing-masing.


"Dendi, jangan sendirian di situ. sini!!"


"Kenalin dong Sell, gak dapat Bos nya Asistennya boleh lah," ucap teman Selly menggoda Dendi.


"Den, kenalin temen-temen Saya. Yang cewek aja, yang cowok gak usah,"


Dendi pun menuruti perintah dari Nyonya Genta, dia memperkenalkan diri pada teman wanitanya Selly.


Genta mengangkat jempol kepada Selly, Selly menjulurkan lidahnya.


"Sell, lepas sih jas Lo. Ribet banget gue liatnya,"


"Pawang gue ngeliatin terus, takut gue," ucap Selly.


"Ya elah, sekali seumur hidup doang Sell. Gak mungkin besok-besok kita ke sini,"


Setelah di pikir-pikir, akhirnya Selly melepas jas yang di pakai. Dia taruh di paha, untuk menutupi rok nya yang terlalu terbuka.


Genta terus memandangi Selly yang melepas jas nya. Genta mengambil handphone, dan dia langsung menghubungi Selly. Sudah berulang kali tapi tidak di angkat. Bukan karena gak mau angkat telpon dari Genta, tapi memang Selly tak mendengar kalau handphone nya berbunyi.


Akhirnya Genta menghubungi Dendi, untuk memberikan handphone Dendi pada Selly.

__ADS_1


"Pakai jasnya atau aku seret pulang!!"


"Mas ganteng, rok aku pendek mas,"


"Cepat, pakai!!"


Tek.


Selly mengembalikan handphone nya Dendi, dan memerintahkan Dendi untuk men silent aja handphone nya. Selly juga menyuruh temannya agar makannya di percepat, sebelum Genta menyuruhnya pulang.


Genta sudah berdiri, lalu Selly buru-buru memakai jas nya kembali. Genta pun mengurungkan niatnya untuk mendatangkan Selly.


"Berasa di kawal bokap ya, Sell?"


"Iya, lebih galak dari bokap gue," jawab Selly sambil membenarkan jas nya.


"Kalian jangan lupa ya, besok dateng,"


"Tenang aja Sell, kita pasti dateng,"


"Pulang yuk!! Kepala gue pusing liat lampu kedip-kedip begini," ajak Selly.


"Lo duluan aja Sell, yang penting makanan sama minuman kita sudah di bayar,"


"Iya, tenang sudah ada yang ngatur. Gue pulang duluan ya?"


Selly berdiri dan berpamitan dengan teman-temannya, kemudian dia mengajak Dendi untuk keluar dari Club malam ini.


Dia melewati tempat dimana Genta dan teman-temannya duduk.


"Permisi pak Genta, saya pamit pulang dulu," ucap Selly kepada Genta. Membuat tertawa teman-temannya.


Ketika Selly menunggu Genta di dalam mobil, Genta pun masuk ke dalam mobil. Dia langsung membuka jas yang di pakai Selly. Langsung menghukum Selly dengan ciuman yang ganas.


Selly pun dengan sekuat tenaga menjauhkan wajah kekasihnya itu.


"Mau ngebunuh aku?? Biar besok gak nikah?? Tanya Selly dengan lantang.


"Kamu kenapa tadi lepas jas? sudah ku bilang jangan di lepas, mau pamer sama semua orang kalau kamu cantik? Kalau kamu sexy?" bentak Genta.


Selly tak menjawab ucapan Genta, dia hanya bisa menangis sesenggukan.


"Aku gak mau milikku di lihat banyak orang, tolonglah kamu ngerti," lanjut Genta sambil memeluk Selly yang menatap keluar jendela.


Genta memanggil Dendi, untuk mengantar mereka berdua pulang. Genta menutup tubuh Selly ketika Dendi masuk ke dalam mobil.


"Pulang ke rumah Mamah saya, Den," perintah Genta


"Siap, Tuan,"


Dendi membawa mobil dengan kecepatan tinggi, karena jalanan sudah sepi,"

__ADS_1


__ADS_2