
"Gen.... Gentaaaa..." ada yang memanggil Genta.
"Baru lagi," ucap Genta.
"Teman kuliah, Sayang," ucap Genta sembari menggenggam tangan Selly.
"Aku tunggu di motor aja, Mas. Aku gak mau ganggu,"
Wanita itu semakin dekat berjalan ke Genta dan Selly. Dia ingin memeluk Genta tapi Genta melangkah mundur.
"Gen, apa kabar? Ih.. Makin ganteng aja,"
"Baik, kenalin istri aku,"
"Oh ini istri kamu, Cantik.. Hay kenalin aku Monica,"
"Saya Selly,"
"Kalian mau kemana? ngobrol dulu bentar yuk!!"
"Aku mau balik ke Hotel, kapan-kapan aja,"
'nanti aku telpon ya,' bisik wanita itu pada Genta.
Selly mencoba melepas genggaman Genta, tapi di tahan oleh sang suami.
"Kita pergi dulu ya Mon? bye," ujar Genta dan berjalan meninggalkan Monica.
"Gentaaaa... Tunggu dulu dong, ngobrol bentar lah nanti malam. Sudah lama lho kita gak ngobrol bareng," ucap wanita itu.
"Iya Mbak, nanti ajak aja ngobrol mas Genta. Sekarang dia antar saya ke hotel dulu ya," ujar Selly.
__ADS_1
Selly berjalan lebih cepat, Genta pun ikut mensejajarkan jalan istrinya. Dia mengambil tangan Selly, dan dia genggam dengan erat.
"Ngopi aja Mas sama dia, aku mau tidur di kamar," suruh Selly.
"Gak mau, aku mau di kamar aja berdua sama kamu,"
Selly diam aja tak menanggapi ucapan suaminya, dia udah malas sekali berada di Bali. Awalnya dia semangat, tapi sekarang tidak karena bertemu dengan wanita tadi.
Ceklek.
"Alhamdulillah," ucap Selly sambil merebahkannya diri di atas kasur.
"Sayang, jangan marah," Genta mendekat ke Selly, memeluk sang istri dari atas.
"Berat ih,"
"Biasanya juga aku di atas," ucapan Genta membuat Selly melebarkan matanya ke arah dia.
"Aku mau pulang, sudah malas berada di sini,"
"Kemarin kamu semangat sekali, sekarang kenapa gak mau?"
"Karena ada dia, aku gak mau,"
"Dia kan gak ada di kamar kita, Sayang,"
"Setelah bertemu wanita tadi aku jadi malas banget, aku mau pulang aja,"
Genta merayu Selly agar tidak pulang, pasalnya belum sehari di sini masa harus pulang.
"Kamu mau apa? asal jangan pulang,"
__ADS_1
"Mau tidur,"
"Ya udah, tidur aja. Asal jangan marah sama aku,"
Selly berbalik memeluk suaminya, dia juga tak bisa jauh dari suaminya. Dia menaruh kepalanya di dada bidang suaminya.
"Bercinta," bisik Genta.
"Nanti aja, aku lagi males,"
Genta memeluk Selly erat "Istri itu gak boleh tolak ajakan suami, nanti dosa,"
"Masa?" tanya Selly pura-pura tidak tau.
"Iya, Sayang," jawab Genta.
Selly mengurai pelukannya lalu melepas kaos yang di pakai, lalu memeluk Genta kembali.
"Bercinta, Yank?"
"Gak, panas dekat kamu," jawab Selly sambil senyum-senyum.
"Jangan bercanda ah,"
Genta langsung mendekatkan wajahnya ke Selly, mengambil bibir Selly lalu melum*tnya dengan penuh penghayatan.
Tangan Genta bermain di gunung Selly yang masih di tutup bra. Dia membuka pengait bra belakang, lalu meremas buah dada yang montok. Memil*n put*Ng yang masih kecil, walaupun Genta sering menggunakannya tapi masih saja terlihat kecil.
Lidah Genta mulai menyapu leher sampai dada, dan dia bermain di gunung yang kenyal itu. Selly mulai mendesah, saat Genta bermain dengan sedikit kasar.
"Sayang, gantian kamu di atas," bisik Genta.
__ADS_1
"Belum belajar, nanti aku belajar dulu," Genta langsung menyerang Selly kembali.