
Selly masih berada di ruangan Pak Bos, walaupun sangat bisa. tapi dia harus tetap di sini menemani Bos aneh menurut Selly.
"Pak, saya boleh ke ruangan saya gak?" tanya Selly sendu, tapi tak menatap ke arah Genta.
"Gak boleh, mau makan apa lagi?"
"Mau makan siang sekarang?" tanya Genta sambil berjalan mendekat ke Selly, dengan tangan di masukkan ke saku celana.
"Gak, Pak," jawabnya sedikit manja.
"Ke Mall aja yuk!!"
"Ini masih jam kerja, Pak. Jangan ngajarin bawahan gak benar,"
"Sekali-kali, baru ini juga aku mau ke Mall di jam kerja,"
Selly tetap menggelengkan kepalanya, "Sana lanjut lagi kerjanya, saya tunggu sini sampai jam makan siang,"
"Selly, kamu udah punya pacar?"
"Tuh mulai kepo kan, ngapain sih Bos tanya-tanya karyawan nya punya pacar atau belum. Gak boleh kepo-kepo, sana kerja!!" jawab Selly.
"Selly, saya tanya serius ke kamu. Kamu udah punya pacar belum?"
"Belum, dan gak mau pacaran sebelum Ibu bahagia,"
"Apa yang membuat Ibu kamu bahagia,"
"Saya gak tau, tapi kalau nanti saya gajian. Saya mau sewa ruko buat Ibu, biar Ibu bisa jualan kue di ruko,"
"Ruko mana?"
"Ruko dekat rumah, Pak,"
"Biar nanti saya yang urus semua, gak usah nunggu kamu gajian," ungkap Genta dengan nada serius.
"Gak usah Pak, saya nunggu gajian aja,"
"Selly, saya suka sama kamu,"
"Saya sudah tau,"
"Hah.. dari mana kamu tau?"
"Dendi yang kasih tau," jawab Selly santai.
"Sialan itu anak,"
"Jangan marah-marah ke dia, Dia hanya bilang sepertinya bapak suka sama saya. eh, Bapak bilang begitu, ya udah berarti apa kata Dendi benar,"
"Dari tadi kamu panggil dia Dendi terus, udah akrab ya sama dia?"
"Emosi mulu, dia sendiri yang mau dipanggil Dendi,"
"Ya udah lupain Dendi, sekarang gimana? kamu terima saya ga?"
"Gak," jawab Selly singkat.
"Karena saya tua?"
"Hihihi... Gak Pak, banyak perbedaannya. Jadi gak cocok aja,"
"Coba sebutkan apa perbedaannya,"
"Yang pertama, Bapak orang kaya saya bukan. Yang kedua, Bapak itu yang punya perusahaan ini dan saya karyawan. Mamah Bapak sosialita, Ibu saya biasa aja. Bapak galak, saya manja,"
"Yang terakhir bisa di ulang gak,"
"Bapak galak, saya manja,"
"Manja dari mana? galakan kamu sama saya?"
"Saya itu aslinya manja, tapi semenjak saya kerja di sini jadi berubah galak dan judes,"
__ADS_1
"Ya sudah mulai sekarang kamu boleh manja-manja sama Saya,"
"Gak mau,"
"Masalah umur, kamu ga masalah?"
"Gak, emang umur Bapak berapa?"
"35 tahun, tua ya?"
"Tua umurnya, tapi gak kelihatan kok wajahnya. Masih bisa dapet cewek Pak,"
"Mau nya sama kamu,"
Selly tak menanggapi ucapannya Pak Bos, dia ada rasa tapi dia takut dapat orang kaya. Dia pernah pacaran dengan orang kaya, tapi orang tuanya tidak setuju. Jadi sekarang Selly lebih memilih, takut hinaan orang kaya melukai hati Ibu nya.
"Gimana Sel?"
"Gak ah Pak. Saya belum bisa,"
"Kamu jawab belum bisa, berarti lain kali kamu akan jawab bisa,
"Pertanyaan lain ada gak, Pak? atau Bapak lanjut kerja aja sana!!"
Genta masih terus melihat Selly yang duduk di depannya.
"Ya sudah, membahas itu nanti lagi. Kamu tunggu sini ya, Saya lanjut kerja dulu," Selly mengangguk dan tangan Genta mengusap kepalanya Selly.
Dada Selly bergetar hebat saat rambutnya di usap-usap oleh Pak Bos.
'Satu usapan tangan udah bikin jantung gak aman. Sebenarnya gak salah terima Pak Bos, hanya saja aku takut di hina soal harta lagi,' ucapku dalam hati.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya waktu istirahat tiba. Pak Bos mengajakku makan siang di luar.
"Pak, saya ribet tau tiap makan siang ganti baju terus. Kenapa sih kalau saya pakai rok?"
"Gak boleh, kecuali nanti kalau nanti kamu sudah nikah sama saya. Kamu bebas pakai baju apa saja,"
"Hmm..."
"Lihatlah, para karyawan melihat kita. Besok-besok saya makan siang sama Dendi aja, kayaknya lebih aman,"
"Kamu aman, hati saya yang gak aman,"
"hehehe... si Non ini ga paham juga, sudah tau Pak Bos mau nya sama Non Selly,"
"Dari pada jadi gosip ya Den, mending saya makan siang sama kamu. Udah pasti gak di gosipin, karena sama-sama pekerja,"
"Sudah-sudah gak usah di bahas lagi, biarin aja mereka mau gosip apa. Tinggal nanti kita undang aja acara pernikahan kita,"
"Hah... ini serius kah? saya gak salah dengar kan?"
"Gak salah, Den. Tinggal tunggu waktunya aja, bukan begitu Sell?"
"Bukan, kapan saya bilang ma? asal bikin undangan aja,"
"hihihi... saya yang napsu pengen nikah sama kamu,"
"Silahkan, Non,"
"Silahkan, Tuan,"
"Besok kamu weekend mau kemana?"
"Mau ke rumah Ayah saya,"
"Ada acara apa?"
"Mau curhat,"
"Boleh ikut? aku mau melamar anaknya sekalian,"
"Gak boleh, aku mau curhat sama Ayah,"
__ADS_1
"Oke,"
Padahal diam-diam Genta mau mengikuti Selly. Genta juga ingin tahu keadaan keluarga Selly, kenapa ibu dan ayahnya pisah.
"Rian, ke warung bakso tempat kemarin sore kamu makan!!"
"Siap, Tuan,"
Selly pun menatap ke arah Genta, "Kenapa Sell?"
"Bapak nyuruh anak buah Bapak ya buat ngikutin saya?"
"Iya, karena kamu calon saya. Jadi saya kawal kemana pun kamu pergi,"
"Kurang kerjaan,"
Akhirnya Genta, Selly dan para bodyguard Genta sudah sampai di dekat kampus Selly.
'Hap'
"Tetap di samping saya," ucap Genta sambil menggenggam tangan Selly dengan erat.
"Dendi cari tempat duduk ya. Bapak duduk dulu, saya pesankan dulu Bakso nya," ucap Selly pada Dendi dan Pak Bos.
"Bisa gak, kalau di luar kantor panggil saya Mas atau Genta atau Kamu. Gak usah panggil saya Bapak,"
"Protes terus, ya udah kamu duduk dulu ya. Aku mau pesan Bakso,"
"Oke, Sayang,"
Selly langsung memesan Bakso untuk dia dan beberapa orang yang sudah duduk.
"Kamu bawa orang serem-serem banget Sel, siapa dia?"
"Bos saya di Kantor sama bodyguard nya bang, ya udah antar ke sana ya,"
"Siap Sell,"
Setelah memesan, Selly menghampiri Genta yang sudah lebih dulu duduk. Seperti biasa aku selalu duduk berdua, dan yang lain berpisah.
"Bakso di sini enak ya?"
"Enak banget menurutku, ga tau menurut kamu gimana,"
"hehehe... aku senang panggil aku kamu," Kekeh Genta.
"Ingat ya, hanya di luar Kantor aja dan terpaksa,"
"Aku buat nanti gak terpaksa,"
"Suka-suka kamu aja,"
Setelah menunggu 15 menit akhirnya bakso yang dipesan Selly datang juga. Selly, Genta dan para bodyguard mulai menikmati bakso yang sudah dipesan oleh Selly.
Genta sesekali menyuapi Selly bakso yang ada di mangkoknya. Bodyguard yang di belakang selalu meledek Bos mereka yang lagi kasmaran.
"Mau nambah gak?" tanya Selly pada Genta.
"Gak, kamu mau nambah?" Selly menggelengkan kepala.
"Pulang Kantor, ke Mall atau mau sekarang aja?"
"Mau ngapain sih ke Mall? dari tadi ngajak ke sana terus. Mau lihat cewek-cewek di Mall?"
"Cie.. cemburu ya kalau aku lihat cewek-cewek di Mall,"
"Laaaahh... emang kita pacaran, pake segala cemburu sama kamu. Udah buruan bayar, dari pada kemana-mana ngomongnya,"
"Dendi, bayar!!"
"Siap, Tuan,"
Genta menggandeng tangan Selly, untuk masuk ke dalam mobil. "Kita jadian aja ya,"
__ADS_1
"Maksa banget Pak Bos,"
"Aku kan berusaha untuk dapatkan kamu," ucap Pak Bos, Selly hanya tersenyum.