Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 20


__ADS_3

Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu datang juga. Genta sangat bahagia bisa bertunangan dengan Selly. Apa Lagi dengan keluarga Genta, mereka menanti ini sudah sangat lama.


"Kamu suka?" tanya Genta ke Selly.


"Tidak," jawab Selly membuat Genta kaget.


"Bagaimana ceritanya kamu gak suka dengan acara pertunangan kita?" tanya Genta heran dengan jawaban sang kekasih.


"Kamu terlalu lebay Mas, ini Acara hanya Mamah, Papah dan Ibu aja yang datang. Tapi kenapa meriah sekali,"


"Sayang, aku bukan lebay. Aku ingin acara ini berkesan di matamu, malah kamu jawabnya begitu,"


"Maaf Mas Ganteng," Selly memeluk Genta dari samping.


Acara pertunangan yang sederhana segera di mulai. Keluarga Genta, Ibu Selly dan para bodyguard sudah kumpul di ruangan yang sudah di sediakan Genta.


Genta memberikan cincin ke Mamahnya, dan Selly memberikan cincin ke sang Ibu.


Dendi sebagai pembawa acara menyuruh Selly dan Nyonya Bagaskara untuk maju ke depan. Di sematkan nya cincin yang tadi di pilih sendiri oleh Selly.


Begitupun dengan Ibunda Selly, menyematkan cincin di jari manis Genta.


"Akhirnya anak Mamah laki juga, Selamat sayang,"


"Terima kasih Mamah," ucap Genta.


"Calon mantu Mamah, nikahnya bulan besok mau gak?"

__ADS_1


"Gak Mah, nanti 6 bulan lagi,"


"Sayang, janganlah lama-lama," protes Genta.


"Kalau Ibu terserah Selly aja, mau bulan depan ya gak papa. Mau 6 bulan lagi ya gak papa," ucap Ibu yang sedari tadi diam aja.


"Tuh, Ibu aja setuju bulan besok," tutur Genta.


"ini udah selesai kan? boleh makan gak?" tanya Selly mengalihkan pembicaraan dengan Genta.


"Boleh Non, silahkan," ucap Dendi.


"Ayok Bu, Mah, Pah kita makan. Mas Sayang, kamu mau di suapin?" tanya Selly pada Genta yang masih memanyunkan bibirnya.


"Mau," jawabnya ketus dan singkat.


Selly langsung mengambil makan malamnya dan mendekat ke Genta yang ada di sofa bed.


"Selly, jangan ngeledek,"


"Gak papa Bu, kita sudah biasa. Habisnya sudah tua ngambek terus, kayak gak ada kerjaan lain aja," ujar Selly.


"Sabar ya Nak Selly, maklum baru punya Yayank jadi begitu lupa sama umur," ucap Tuan Bagaskara.


"Iya Pah," ucap Selly yang masih menyuapi Genta.


Selly pun senyum-senyum melihat Genta yang ngambek tapi masih mau di suapi makan

__ADS_1


"Mas, besok berangkat jam berapa?" tanya Selly.


"Sepulang Kantor, Kamu benar gak mau ikut aku ke sana?"


"Gak Mas, aku di sini aja,"


"Tinggallah di apartemen ku sampai aku pulang,"


"Kasian Ibu sendirian di rumah,"


"Ajak Ibu gak papa,"


"Mana mau, Ibu gak mau libur jualan. Nanti berkurang kata Ibu omsetnya," ucap Ku sambil melirik ke Ibu.


"Gak papa kalau Selly mau tinggal di sini, Ibu sekarang kan tinggal di ruko sama karyawan Ibu,"


"The best memang calon mertuaku ini, terima kasih Ibu,"


"Sama-sama, Nak,"


Selesai makan, Selly menyuruh para bodyguard untuk makan malam. Genta mengajak Selly duduk di balkon.


Selly bergelayut manja di lengan kokoh sang kekasih.


"Kamu kayaknya seneng ya kalau aku pergi jauh, seneng gak ketemu aku,"


"Kamu gak tau aja di dalam hatiku, aku gak mau kamu jauh dari aku," ucap Selly yang terus memeluk sang Kekasih.

__ADS_1


"Tapi kamu kan lagi ada tugas penting, mau gak mau ya harus di tinggal. Kalau bisa kamu jangan lama-lama, Mas,"


"Iya Sayang, Mas usahain cepat selesai di sana, CUP,"


__ADS_2