
"Mau antar aku pulang atau aku pulang sendiri?" tanya Selly sambil membawa piring kotor ke dapur dan mencucinya.
"Aku antar, tapi nanti.. gak sekarang,"
"Iya nanti, setelah aku selesai cuci piring,"
Genta tak menanggapi ucapan Selly, dia tau Selly marah karena ada wanita menelpon ke nomor Genta.
Selesai mencuci piring, dia selalu melihat keadaan dapur. Hari ini dapur nya rapih, jadi Selly bergegas untuk pulang.
Selly menyambar tas nya yang ada di sofa bed, dan memasukkan handphone nya ke dalam tas.
"Ayok!!"
"Sudah ku bilang nanti,"
"Aku sudah selesai di sini, ya sudah kalau gak mau antar aku. Aku bisa pesan ojek online," ujar Selly sembari melangkah mendekat ke pintu.
'Hap'
"Kalau aku bilang nanti ya nanti, jangan sampai aku paksa kamu untuk gak pulang malam ini," tutur Genta sambil memeluk Selly dari belakang.
"Aku takut ganggu kamu, nanti kalau ada aku, kamu gak berani telpon wanita itu,"
"Sudah ku katakan, aku gak ada apa-apa sama dia,"
"Ada pun tak apa, aku mundur. Dan aku akan kembalikan Ruko itu,"
Genta langsung membalikkan tubuh Selly, tapi Selly membuang muka agar tak melihat wajah Genta.
"Sayang, aku cuma ingin kamu dan hanya kamu yang aku mau. Aku cuma sayang sama kamu, bukan yang lain,"
"Kalau ketemu aku bilangnya seperti itu, kalau ketemu yang lain beda lagi,"
"Bawa aja handphone ku biar kamu percaya. kalau ada yang menghubungi ku, bilang kalau kamu istriku. Aku bukan kamu, yang ingin menutupi hubungan. Aku ingin semua orang tau kamu punya aku, aku punya kamu," jelas Genta kepada sang kekasih nya.
"Bener nih aku boleh bawa handphone kamu?"
"Bawa aja, aku butuhnya kamu,"
"Oke nanti aku bawa,"
Genta langsung mengajak Selly ke dalam kamar, dia ingin mengajak Selly menonton film drakor yang dia tonton bersama Dendi.
"Aku mau pulang, bukan mau tidur,"
"Nanti pulangnya, aku kan sudah bilang mau ajak kamu nonton film Korea,"
"Janji dulu hanya nonton, gak usah praktekin adegan yang ada di situ,"
"Aku gak mau janji, cepat sini naik,"
__ADS_1
Genta mengajak Selly untuk naik ke atas tempat tidur. Dia menaruh Laptop di ujung kasur, dan mengajak Selly untuk memposisikan tubuh tengkurap menghadap laptop.
"Harus rebahan ya, gak duduk aja,"
"Pegal sayang, kamu duduk ga papa. Aku tiduran,"
"Okey,"
Akhirnya Selly duduk di sebelah Genta, dan menaruh tangan memeluk tubuh Genta yang tengkurap.
"Kamu sengaja ya pilih film Korea yang ada adegannya, Mas?"
"Ga tau, aku searching drama Korea. Banyak muncul yang lain, tapi aku pilih ini. Kenapa? salah lagi"
"Hehehe... kamu aja yang nonton, aku takut adegannya terlalu panas,"
"AC sudah aku fullin Yank, dingin,"
Selly menyandarkan tubuhnya di pinggiran kasur. Genta pun mengikuti Selly, dia menaruh kepalanya di atas paha Selly.
"Matiin film nya, risih banget lihatnya,"
"Mau langsung praktek?" tanya Genta menggoda.
"Iya, tapi nanti kalau sudah Sah,"
Genta segera mematikan film Korea yang dia tonton melalui laptop. Dan kembali mendekat ke Selly.
"Mau apa?"
"Melanjutkan yang tertunda di Kantor,"
Genta menaruh tangan Selly di pingganhnya dan dia mulai mendekatkan wajahnya ke Selly. Tangan kanan Genta memegangi wajah Selly, dan tangan kirinya berada di punggung sang kekasih.
CUP
Mereka saling menikmati ciuman kali ini, karena tak akan ada yang mengganggu. Tangan Genta sudah meraba bagian depan tubuh Selly.
Selly serasa di hipnotis oleh permainan Genta. Entah dari mana datangnya keberanian Genta untuk membuka pakaian Selly. Dan tak ada perlawanan dari sang kekasih, dia semakin leluasa memainkan benda bulat dan kenyal itu.
Genta mulai merebahkan tubuh Selly di atas kasur. Bibirnya mulai turun ke leher Selly yang putih. Selly menggigit bibir bawahnya agar tak mengeluarkan *******.
Tangan Genta mulai membuka pengait Bra yang di pakai Selly.
"Maaasss..." panggil Selly, Genta pun tak menghiraukan ucapan Selly.
Genta mulai meremas buah dada Selly yang montok dan kencang itu. Tangan yang satunya memilin ****** Selly yang masih kecil itu.
"Sudah Maaaasss... aaahhh..." Lenguhan lirih berhasil keluar dari mulut Selly.
Genta langsung naik dan mengambil bibir Selly, dia mainkan dengan sangat lembut. Sampai Selly terbawa suasana lagi.
__ADS_1
"Mas, mau sekarang sayang," bisik Genta, dan langsung di tolak Selly.
"Kenapa? aku akan tanggung jawab,"
"Kamu kenalkan aku dulu pada orang tuamu, nanti sudah ku kasih. Ternyata keluargamu tak setuju, rugi aku,"
"Ini kamu kenapa mikirnya buruk sekali tentang keluargaku. Mamah ku aja menunggu jawabanmu," ujar Genta sampai memegangi kepala Selly.
"Bukan aku gak sayang kamu, tapi aku takut. Ini pertama buat ku, aku gak berani asal kasih aja. Aku mau kita punya ikatan dulu," Sembari memeluk Genta yang ada di sampingnya, depan tubuh setengah terbuka.
"Ini juga pertama buat aku, untukmu dan hanya kamu,"
"Ya sudah, besok aku kenalkan orang tuaku. Sepulang kerja akan ku bawa pulang ke rumah orang tuaku," Imbuh Genta sambil merapikan rambut Selly yang menutupi wajahnya.
"Oke, sekarang pakaikan lagi bra ku dan bajuku. Tanggung jawab,"
"Sekali lagi ya, baru aku antar pulang,"
Genta kembali memainkan bibir Selly yang ranum, dengan tangan kanan bermain di dada kekasihnya.
...****************...
Selesai bermain di dalam kamar dengan Genta, Selly meminta di antarkan pulang. Karena sudah pukul 21:45 malam, Selly takut Ibu nya menunggu kepulangannya.
"Nih handphone ku," Genta memberikan handphone nya untuk Selly bawa pulang.
"Ikhlas ya aku bawa pulang?"
"Ikhlas sayang, Yuk aku antar pulang!! Dendi dan yang lain sudah di Lobby.
"Sudah malam, masih aja suruh mereka ikut antar,"
"Yang penting kita aman Sayang, tolong jangan protes,"
"Gak Mas, aku sudah mulai terbiasa dengan dunia mu,"
"Terima kasih, CUP," Genta mencium punggung tangan kekasihnya.
Mereka berdua berjalan di lorong apartemen yang sepi. Selly memegang erat tangan kekasihnya, Genta pun sudah tau kalau Selly takut dengan suasana sepi seperti ini.
"Kalau kita nikah, aku gak mau tinggal di sini. Bisa-bisa aku di dalam kamar terus,"
"Nanti kan ada pembantu Sayang,"
"Aku bingung kalau nikah sama kamu, Ibu aku gimana?"
"Nanti kita cari apartemen yang kamarnya 3, jadi bisa untuk Ibu dan Bibi. Gimana?"
"lihat nanti deh, belum tentu kamu sama aku. Sudah percaya diri sekali aku bakal nikah sama kamu,"
"Aku gak suka deh kamu selalu bilang begitu, gemes banget pengen cium,"
__ADS_1