Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 38


__ADS_3

"Mas,, kenalin aku sama Sintia," ucap Selly di sela-sela makan pagi.


"Mau ngapain kenalan sama dia?" tanya Genta, dengan dada berdebar.


"Mau sungkem aja,"


"Gak usah di ladenin,"


"Tapi dia ngubungin kamu terus,"


"Biarin aja, yang penting aku gak ladenin dia," ucap Genta mengusap-usap punggung Selly.


"Selly, kamu tenang aja. Kalau Pak tua ini macam-macam, kamu tinggalin saja dia," ujar Mamah.


"Iya, Mah," Genta menggelengkan kepala.


Selepas sarapan, Genta berpamitan pada Selly dan Nyonya Bagaskara. Karena dia ingin berangkat ke Kantor.


"Hati-hati, Mas. Maaf ya aku gak bisa antar sampai bawah," ucap Selly sembari memeluk kekasihnya, Genta pun membalas pelukan Selly.


"Gak papa, kamu sama Mamah dulu. Nanti aku usahakan pulang cepat,"


"Oke, bawakan makanan ya pulang,"


"Di kulkas banyak sayang,"


"Ya sudah, gak usah. Sudah siang, berangkat sana!!"


CUP CUP


"Aku berangkat dulu, nanti aku bawain makanan. Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam,"


Genta melangkahkan kakinya keluar dari apartemen, meninggalkan sang kekasih dan Nyonya Bagaskara. Bagas tugas yang harus dia selesaikan hari ini.


"Dendi, sepertinya kamu harus bisa di posisi saya. Dan Rian harus bisa di posisi Selly, jadi kalau saya bulan madu kalian berdua bisa menghandle kantor," jelas Genta sambil berjalan menuju Lobby.


"Maaf, Tuan. Memangnya Tuan bulan madu tidak mengajak bodyguard?"


"Tidak, Selly tak mau mengajak siapa-siapa. Dia ingin berdua saja, saya mau mengikuti keinginan dia kali ini,"


"Tapi, Tuan....?"


"Sudah aman Dendi, semalam saya sudah menghubungi David. Mudah-mudahan kondisi sudah aman,"


"Baik Tuan, nanti saya sampaikan pada Rian,"


Genta dan yang lain segera menaiki mobil, dan Dendi menyetir kendaraan menuju Kantor. Karena Genta sudah beberapa hari tidak masuk ke Kantor.


Genta iseng mengirim pesan ke kekasihnya.


Genta : "Hai dear, lagi apa?"


Selly : "Lagi ngobrol sama Mamah di balkon, jangan lupa pulang cepat ya Pak,"


Genta : "Papah dong panggilnya jangan Pak. kebiasaan deh, belum sampai sudah di suruh pulang,"

__ADS_1


Selly : "Hahaha... Awas ya jangan balas pesan dari Sintia,"


Genta : "Siap, Sayang. Ya sudah, aku sudah sampai Kantor. Bye sayang, I Love You,"


Selly : "I Love You Too, mas ganteng,"


Genta selalu senyum-senyum tiap kali mendengar kekasih hatinya memanggil mas ganteng.


Sampai di Kantor, Genta dan Dendi berjalan menaiki lift untuk menuju ruangannya. Ruangan Genta yang berada di lantai tiga.


"Dendi, kerjakan tugas Selly. Kalau bisa, kita hari ini pulang cepat. Saya ingin membahas soal pernikahan saya hari Minggu,"


"Baik, Tuan,"


Genta dan Dendi berpisah ruangan, Dendi masuk ke dalam ruangannya Selly. Ruangannya masih sangat rapih selama di tinggal libur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain, Wanita yang menyukai Genta sedang meminta tolong pada Papahnya untuk mengajak dia ke pernikahan Genta dan Selly.


"Papi, pokoknya Sintia ikut ke pernikahan Genta,"


"Sayang, Papi ingin mengajak Mami kamu,"


"Gak papa Pi, Papi ajak aku dan Mami,"


"Kamu jangan memaksa datang ke pernikahan Genta, nanti kamu sakit hati. Jelas-jelas Genta sudah menolak kamu, sudahlah sayang," jelas Tuan Atmaja, papah dari Sintia.


"Pokoknya aku mau ikut, Titik," Sintia tetap memaksa, dan akhirnya Tuan Atmaja menyetujui putrinya untuk ikut.


"Baik, Pi. Terima kasih,"


Setelah meminta izin untuk ikut datang ke acara Genta, Sintia pun pamit pergi. Dia berlenggang pergi dari ruangan Ayahnya, karena dia sudah janjian dengan para sahabatnya.


Sintia wanita berumur 30 tahun itu tak ada kerjaan uang mengikat. Dia adalah seorang modelling, tapi sekarang sedang vakum karena bosan.


"Hmmm... aku harus bisa merebut Genta dari anak ingusan itu," gerutu Sintia ketika sudah ada di mobilnya.


Sintia mengendarai mobilnya ke sebuah mall besar di kota ini. Karena teman-temannya sudah sampai disana.


Sesampainya di Mall, Sintia langsung masuk ke dalam dan mencari keberadaan teman-temannya.


"Hai Genk,"


"Wih.. yang sebentar lagi patah hati, happy banget," ledek temannya Sintia.


"Enak aja, patah hati sebentar aja. Nanti gue bikin istrinya menangis," ucap Sintia sembari duduk di tengah teman-temannya.


"Sudahlah Sin, deketin adeknya Genta aja. Gal kalah ganteng dari si Genta,"


"Uangnya banyakan Genta gaes, Axel Mah belum ada apa-apanya,"


"Lo deketin Axel dulu buat dapatin Genta," Sintia seperti memikirkan ucap dari temannya, sampai pada akhirnya dia menyetujui usulan dari temannya.


"Boleh juga ide Lo, boleh lah Minggu gue dekati Axel dulu,"


"Dandan yang cantik ya,"

__ADS_1


"Pasti cantikan gue lah sama bocah ingusan itu,"


"Jelas dong, ya udah yuk makan dulu. Gue yang traktir," ujar Sintia.


Teman-teman Sintia pun bersorak gembira, karena selalu dapat traktiran dari Sintia.


* * *


Selly, Bu Santi dan Nyonya Bagaskara sedang mengukur pakaian untuk acara hari Minggu. Nyonya mendatangkan desainer yang bisa di andalkan, karena waktu pernikahan kurang 5 hari lagi.


Dekorasi sudah di pesan, tinggal di pasang saja di rumah kediaman Bagaskara. Ya, pernikahan Genta dan Selly akan di laksanakan di rumah orangtua Genta.


"Anak Ibu, senang gak kamu sebentar lagi akan menikah?"


"Sangat senang, Bu. Tapi sedih Ayah tak bisa menjadi wali pernikahan Selly," ucap Selly dengan suara bergetar.


"Ayah pasti bahagia melihat kalian berdua menikah, sebelum acara nanti kamu dan Genta pergi ke makam ya,"


"Iya, Bu. Aku pasti akan ke sana," ucap Selly.


Ceklek.


"Sayang, gantian kamu Nak. Pasti cantik banget deh," ucap Nyonya Bagaskara yang baru keluar dari kamar Genta. Selly mengangguk dan tersenyum, lalu jalan masuk ke dalam kamar dan Selly fitting baju pengantin untuk hari minggu.


Ketika Selly sedang berada di kamar, Genta sudah pulang dari kantor. Setelah bersalaman dengan Nyonya Bagaskara dan calon ibu mertuanya, Genta langsung masuk ke dalam kamar karena ingin melihat kekasihnya sedang fitting baju pengantin.


Genta sedang memperhatikan kekasihnya dari dekat pintu.


"Mas, kamu kok sudah pulang?" tanya Selly yang melihat kekasih nya berdiri.


"Aku sudah janji pulang cepat, cantik sekali. Ada yang lebih tertutup pakaiannya?"


CUP, Genta mencium pucuk kepalaku Selly.


"Ini bagus, Mas,"


"Terlalu terbuka bagian depannya, Sayang. Pilihlah yang lain, jangan yang terbuka,"


"Baiklah. Kamu tunggu di luar dulu ya, nanti kalau sudah ganti baju. Aku panggil,"


"Oke, dear. Kamu jangan lama-lama, aku ingin memelukmu,", ucap Genta sambil berjalan keluar kamar.


"Maaf ya Kak, dia memang begitu kalau bicara,"


"Tidak apa-apa, Non,"


Selly langsung berganti pakaian selanjutnya, dia pikir Genta akan suka dengan model baju yang dia pakai pertama. Ternyata dia malah tak suka melihatnya berpakaian terbuka.


Selesai berganti pakaian yang kedua, Selly memanggil Genta. Dan, tak lama Genta masuk ke dalam kamar.


"Cantik, yang ini saja. Jadi gak sabaran," ucap Genta seraya memeluk kekasihnya.


"Sudah Mas, kamu keluar dulu. Nanti giliran kamu,"


"Kamu tunggu sini ya," Selly pun mengiyakan.


Setelah melakukan fitting baju pengantin, Selly dan Genta ingin mengajak makan Nyonya Bagaskara, Bun Santi, dan para Bodyguard. Tak lupa juga Axel, dia ikut menyusul ke Resto yang sudah di book oleh Dendi.

__ADS_1


__ADS_2