Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 7


__ADS_3

Setelah pulang makan siang, kita kembali ke Kantor. Aku sengaja jalan duluan, biar orang-orang tak menggosipkan aku. walaupun gak ngaruh juga, karena Genta mengikutinya dari belakang.


"Selly," panggil Genta, sepertinya dia sengaja memanggil di saat banyak orang.


"Apa, Pak?"


"Tunggu, saya,"


Selly tak menghiraukan ucapan Genta, dia terus saja berjalan menuju lift. Sampai di lift Genta berlari agar bisa masuk ke dalam lift bersama Selly.


"Fuuuu..." Genta meniup di belakang leher Selly.


"Jangan iseng ya, Pak," sembari mengusap-usap lehernya.


"Sekali kamu di panggil gak berhenti, aku kasih lebih dari itu," ancam Genta.


"Terserah Pak Bos aja,"


'ting..t*on***g'


Suara lift terbuka, Selly langsung berjalan ke ruangannya.


"Selly, kamu lupa,"


"Lupa apa?" ucap Selly yang terus aja melangkah ke ruangannya.


Mau gak mau Genta ikut berjalan ke ruangan Selly dan ikut masuk ke dalam ruangan Selly. Selly tak menganggap Genta ada di ruangannya.


"Ya ampun Sell, capek banget aku sama kamu. Sebentar baik, sebentar marah,"


"Ya udah sana jangan dekat-dekat aku, aku juga males sama kamu. Udah di bilangin kalau ada orang jangan manggil-manggil nama aku, susah banget sih,"


"Maaf Sell," Genta menyandarkan kepalanya di tangan Selly.


Ceklek.


"Ya Tuhan.. maaf Pak maaf," Dendi tiba-tiba membuka pintu ruangannya Selly. Dia melihat adegan Pak Bos yang bermanja dengan Selly.


"Tadi aku gak salah lihat kan, Pak Bos nempel-nempel ke Selly," ucap Dendi yang masih kaget dengan apa yang dia lihat.


Akhirnya Dendi mengurungkan niat untuk masuk lagi ke dalam ruangan Selly. Dia memberikan waktu berdua antara Genta dan Selly.


"Ayok balik ke ruanganku, sudah ku bilang hari ini biar Dendi yang mengerjakan tugasmu,"


"Tapi aku gak usah ganti baju dan hanya hari ini aja,"


"Hmmm... oke,"


Lalu Selly menuruti keinginan Genta, dia pun berjalan keluar dari ruangan bersama Genta.


"Tuan, maaf tadi saya gak tau kalau Tuan dan Non Selly di dalam,"


"Gak papa, lanjut kerjakan tugasnya!!"


"Siap Tuan,"


Dendi berjalan masuk ke dalam ruangan Selly, lalu Genta dan Selly berjalan ke ruangan Genta.


Genta menyuruh Selly duduk di sofa yang tadi. Selly pun menuruti apa kata Genta, karena dia malas sekali ribut.


"Selly, kamu benar gak mau sama aku?"

__ADS_1


"Kerja dulu Pak, jangan tanya itu," jawab Selly membelakangi Genta.


Ceklek.


Selly langsung berdiri ketika tau kalau siapa yang datang ke ruangan Pak Bos. Nyonya Bagaskara tiba-tiba datang dan masuk ke ruangan Genta.


"Permisi Bu, permisi Pak," Selly buru-buru berpamitan dengan Nyonya Bagaskara dan Genta.


"Selly,"


"Eheeeemm.. usaha nih ceritanya,"


"Ah, Mamah ganggu aja sih. Ada apa sih Mah datang gak pernah kasih tau," kesal Genta pada Mamahnya.


"Mamah cuma mau kasih tau, kalau nanti malam ada makan malam di rumah. Papah mengundang relasi nya, dan Papah ingin kamu datang,"


"Iya, nanti aku datang. Ada perlu apa lagi?"


"Kamu ini kenapa? Mamah datang kayak mau ngusir aja,"


"Aku mau nyusul Selly, Mah. Udah susah-susah ngajak dia diam di ruanganku, eh Mamah malah datang,"


"Astaga, anak durhaka kamu ya. Mana Mamah mau ketemu si Selly-selly itu," Nyonya Bagaskara langsung berjalan keluar, untuk menemui Selly di ruangannya.


Genta sudah berusaha mencegah, tapi Nyonya Bagaskara tetap ingin ke ruangan Selly.


Ceklek.


Selly langsung berdiri dari kursinya dan mengangguk, tanda memberi penghormatan kepada Nyonya Bagaskara.


"Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Selly lembut.


"Kenapa kamu buat anak saya tergila-gila sama kamu?"


"Sampai segitunya dia di tinggal kamu pergi, tapi dia gak pernah menjenguk Mamahnya. Karena takut di tanya kapan nikah, sekarang saya mau tanya sama kamu. Tolong jawab jujur ya," tutur Nyonya Bagaskara yang mendekat ke Selly.


"Iya, Bu,"


"Kamu suka sama dia?" tanya nyonya Bagaskara.


"Maaf Bu, saya tak bisa jawab sekarang," jawab Selly.


"Kenapa?"


"Dia takut Mamah gak suka sama keluarganya, karena keluarganya sederhana. Tadi udah aku tanya ke dia Mah," yang menjawab justru Genta.


"Sayang, saya gak pernah memandang orang dari keadaan. Apa lagi menantu, kalau kalian sama-sama suka kita sebagai orang tua hanya bisa mendo'akan aja," Ucap Nyonya Bagaskara dengan mengusap pundak Selly.


"Nanti saya pikirkan lagi, Bu,"


"Apa karena dia tua, umur kalian yang terpaut cukup jauh,"


"Gak Bu, saya gak permasalahkan umur," ucap Selly sambil tersenyum.


"Ya sudah, tunggu apa lagi. Pokonya saya tunggu jawabannya minggu besok,"


"Sebulan lagi ya Bu," pinta Selly memundurkan waktu.


"Oke, sebulan lagi saya ke sini,"


"Baik, Bu," ucap Selly dengan menundukkan kepala.

__ADS_1


"Saya pulang dulu ya, tuh jaga pak tua yang bucin. Jangan sampai lepas,"


Lalu Nyonya Bagaskara keluar dari ruangan Selly, beliau pergi untuk pulang ke rumah nya. Sedangkan Genta masih berada di ruangan Selly.


"Kamu kok bilangnya sebulan lagi, lama banget,"


"Dari pada aku jawab setahun lagi, bisa tambah umur kamu,"


"Sana balik ke ruangan kamu!" imbuh Selly.


"Ayok!!" ajak Genta pada Selly.


"Gak mau, kamu aja sendiri. Aku mau melanjutkan tugasku,"


"Oke, Aku di sini. Kerjaan biarin aja besok aku kerjain,"


"Nyebelin, Ayok buruan!!"


"Jangan galak-galak ya kalau nanti jadi istriku," ucapkan minta sambil berjalan ke luar ruangan Selly.


"tergantung,"


ceklek.


"Dendi, maaf ya buat hari ini. Harap maklum sama kelakuan Bos kita,"


"Iya Non, ga papa. Pak Bos emang lagi pengen dimanja,"


Lalu Selly dan Genta berjalan masuk ke ruangan Bos. Selly merasa jenuh kalau tidak kerja, mata pun juga jadi ngantuk.


"Aku kerja, kamu di sofa aja ya,"


"Hmmm.."


Selly langsung mendaratkan bokongnya di sofa. Dia langsung menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata.


Ketika Selly tidur, Genta mendapat kabar kalau ada yang bakar gudang. Genta langsung menyuruh salah satu karyawan untuk menemani Selly yang masih tertidur pulas di ruangannya.


CUP


"Aku pergi dulu, semoga kamu gak marah,"


Setelah berbisik dan mencium keningnya, Genta keluar dari ruangannya.


"Dendi, kita ke sana sekarang," seru Genta pada Dendi.


"Baik, Tuan,"


"Biarkan Rian tetap di sini, nanti suruh Rian untuk mengantar pulang Selly,"


"Iya, Tuan,"


Dendi langsung menelpon Rian, sedangkan Genta sudah berada di dalam mobil dengan bodyguard yang lain.


"Sialan, siapa yang berani melakukan ini?"


"Kita juga belum dapat info, Tuan," jawab salah satu Bodyguard nya.


'Selly, maafkan aku. Aku jadi meninggalkan kamu,' ucap Genta dalam hati.


Kenapa Giliran dia mendekati wanita, malah masalah datang. Genta jadi takut kalau Selly akan terkena imbas dari pekerjaannya. Tapi Genta juga gak bisa jauh dari Selly.

__ADS_1


Jarak lokasi gudang dari Kantor lumayan jauh. Menghabiskan waktu 2 jam, jadi sudah di pastikan malam ini Genta tidak bisa bertemu dengan Selly.


__ADS_2