Di Cintai Bosku Yang Bucin

Di Cintai Bosku Yang Bucin
BAB 22


__ADS_3

"Tuan, barang-barang semua sudah di dalam mobil," ucap Dendi.


"Iya Den, saya nitip anak kecil ini ya. Jangan biarin dia ngobrol sama cowo, apa lagi karyawan di Kantor,"


"Posesif banget, cuma ngobrol aja gak boleh,"


"Ada Dendi, gak usah ngobrol sama yang lain,"


"Siap Mas ganteng, yuk aku antar ke bawah," Genta pun mengiyakan.


Lalu kita semua berjalan turun ke Lobby apartemen. Di sepanjang jalan, tangan Genta dan Selly tidak pernah lepas. Malah mereka saling mengeratkan.


"Mas berangkat ya Sayang?"


Selly memeluk dan menangis di pelukan Genta. Genta pun mengusap-usap rambut dan punggung kekasih hatinya itu. Dia biarkan kekasihnya menangis.


"Sayang, masih ada waktu kalau kamu mau ikut," ujar Genta, tetapi Selly menggelengkan kepala.


"Aku gak mau ikut, sana berangkat!! Sehat-sehat di sana, jangan lupa makan dan istirahat ya Mas,"


"Kamu juga ya sayang, kalau butuh apa-apa ajak Dendi. Jangan lupa sama aku,"


"Mana bisa aku lupa, jangan lirik-lirik cewek lain. Aku gak suka,"


"Siap calon istriku, CUP," ucap Genta lalu mencium kening kekasihnya.


Selly mencium tangan Genta, yang dicium tangannya melongo. Baru ini ada yang cium tangannya, apa lagi sang kekasih yang nanti jadi istrinya.


"Terima kasih, terima kasih selalu ada untukku. CUP CUP CUP," Selly pun mengangguk.


Genta pun berjalan ke dalam mobil, baru ini langkah kakinya begitu berat melangkah. Genta melambaikan tangan, begitupun Selly melambaikan tangan sambil menangis.


"I Love You, anak kecil,"


"I Love You Too, Pak tua,"


Mobil yang membawa Genta sudah meninggalkannya Lobby apartemen, namun Selly masih enggan untuk masuk ke dalam apartemen.


"Non, ayok masuk,"


"Eh.. Iya Den,"


Akhirnya Selly masuk dengan di kawal Dendi.


"Non, besok pagi mau sarapan apa?"


"Apa saja, Den,"


"Kata Tuan, Non kalau gak masuk kerja tak apa. Nanti pekerjaannya biar saya yang handle,"


"Saya masih bisa, Den. Ya sudah, saya masuk kamar dulu ya,"


"Baik, Non,"


Ceklek.


Sampai di kamar Selly langsung mengambil handphone dan melakukan panggilan telpon ke sang kekasih.


"Hallo, Sayang,"


"Mas, cepat pulang ya,"


"Mas belum sampai Sayang, masa di suruh cepat pulang,"


"Hihihi... ya sudahlah aku mau tidur. Kamu hati-hati ya Mas, jangan rindu aku,"


"Ya pasti rindu dong, ya udah mimpikan aku ya,

__ADS_1


"Iya Mas Ganteng, Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam,"


Selly belum bisa tidur, biasanya ada yang usilin dia. Tapi hari ini dia kesepian, tanpa ada kekasih yang menemani.


"Si Dendi udah tidur belum ya, aku coba kirim pesan deh,"


Selly : "Den, udah tidur belum? boleh pesankan saya cemilan? saya mau nonton drakor,"


'Criiiinnnggg'


Dendi : "Non mau apa?"


Selly : "Pesankan kentang sama kebab yang pedas ya,"


Dendi : "Maaf Non, pesan Pak Bos gak boleh makan pedas,"


Selly : "Pak Bos gak ada Dendi, beliin aja,"


Dendi : "Maaf Non saya gak bisa,"


Selly : "Ya sudahlah, terserah kamu aja,"


Dendi : "Baik, Non. Nanti saya antar ke apartemen Pak Bos,"


Selly tak membalas pesan terakhir Dendi, dia kesal banget kenapa gak boleh makan pedas. Tapi tak apa, dia juga takut paginya sakit perut.


Sambil menunggu Dendi, Selly menonton drakor dulu di laptop milik Genta. Ternyata Genta banyak mendownload drama Korea.


'Ting..Tong..'


Selly langsung berjalan membuka pintu untuk Dendi.


Ceklek.


"Ini Non," ucap Dendi seraya memberikan 2 bungkus makanan.


"Pakai uang Pak Bos, Non,"


"Ya udah, terima kasih ya Den,"


"Sama-sama, Non. Saya kembali ke kamar dulu ya Non,"


"Iya Den,"


Selly langsung buru-buru menutup pintu, lalu berlari ke kamar dan menguncinya. Selly segera menyalahkan laptop, karena dia ingin melanjutkan drama Korea yang tadi.


Sembari nonton drama Korea, dia sembari mengemil makanan yang sudah di belikan oleh Dendi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 23:50 tapi dia belum bisa tidur. Dia menunggu Genta mengirim kabar kalau sudah sampai..


Karena Genta tak kunjung memberikan kabar, akhirnya Selly berinisiatif untuk menelpon Mas Gantengnya itu.


"Hallo Sayang, kenapa kamu belum tidur?"


"Aku tunggu telpon dari kamu, kenapa kamu sudah sampai sana tapi gak telpon aku?"


"Maaf sayang, aku langsung ngecek ruangan kerjaku,"


"Sudah tau aku nungguin kamu, jahat banget sih,"


"Maaf ya sayang, ya sudah tidur. Aku udah sampai, besok kita video call ya,"


"Hmmm.. Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam, Sayang,"

__ADS_1


Selly pun memutuskan sambungan telepon, dia juga merapikan cemilan yang ada di atas tempat tidur. Lanjut mematikan Laptop, dan merebahkan tubuhnya.


...****************...


Pagi Hari


Hari ini Selly bangun kesiangan, gara-gara dia menonton drama Korea sampai malam. Dan dia juga menunggu telpon dari kekasihnya.


Selesai mandi dan berpakaian serta dandan, Selly langsung keluar kamar dan membuka pintu. Entah sudah berapa lama Dendi memencet Bel apartemen milik Genta.


"Non kesiangan,"


"Iya Den, saya kesiangan. Maaf ya, kamu jadi nunggu aku deh,"


"Gak papa Non, sarapan dulu Non,"


"Saya sarapan di mobil aja, ini udah mau telat,"


"Non, Non lupa Kantor itu punya siapa. Gak papa kalau Non telat,"


"Gak enak sama karyawan lain, bawain sarapannya ya,"


"Siap, Non,"


Selly berjalan masuk ke dalam kamar, untuk mengambil tas kerja dan handphonenya. setelah mengecek handphone, ternyata ada panggilan tak terjawab dari Genta.


"Dendi, tadi Mas Genta telpon kamu?"


"Iya Non, katanya telpon ke Non gak di angkat,"


Sampai di mobil, Selly langsung membuka bekal sarapan. Selly duduk di sebelah Dendi, walaupun sudah di larang Dendi tapi tetap aja Selly duduk di depan.


Drrttt


Drrttt


Drrttt


"Assalamu'alaikum Mas,"


"Wa'alaikumsalam anak kecil, kemana aja telpon suamimu gak di angkat?"


"Aku kesiangan gara-gara semalam tunggu telpon dari kamu,"


"Ya ampun aku yang di salahin, sekarang lagi apa?"


"Lagi sarapan di mobil, kamu sudah sarapan?"


"Sudah Sayang, makan yang banyak ya. Biar nanti aku pulang kamu tambah montok,"


"Siap Mas ganteng, asal jangan gendut ya,"


"Iya jangan gendut, ya sudah terusin makannya. Kalau kamu capek, minta bantuan Dendi ya Sayang,"


"Siap Mas, Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikumsalam, Istriku,"


Selly langsung berbunga-bunga dipanggil istri oleh Genta. Dia masih gak menyangka, ada orang yang sesayang itu padanya.


Selesai sarapan, Selly pun tiba di Kantor. Dia langsung masuk ke dalam Kantor, di antar oleh Dendi.


"Non, kalau butuh bantuan calling saya,"


"Iya, Den,"


Ceklek

__ADS_1


"Bismillah,"


Selly langsung duduk di bangku kerjanya, dan mulai menyalahkan PC. Kerja hari ini terasa sepi, biasanya ada yang menganggu. Tapi ini tidak, karena yang menganggu sedang tugas jauh.


__ADS_2