
Hari demi hari berlalu dengan keceriaan yang mengelilingi Lili. Ada Kiki sebagai TTM (Teman Tapi Mesra), juga ada Victor yang berperilaku baik kepada Lili.
Tiba saatnya waktu sidang pengadilan Celine. Lili ditemani Kiki menghadiri sidang tersebut. Sidang pun dimulai.
Acara pertama di dalam sidang pengadilan adalah pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum kepada Celine.
"Surat dakwaan nomor reg perkara-perkara PDM garis miring JGY garis miring dua belas garis miring dua dua. Terdakwa dengan nama Rosalina Celine, tempat tanggal lahir Bandungan, umur garis miring tanggal lahir , dua puluh enam tahun, sebelas Januari seribu sembilan ratus sembilan puluh enam, dan seterusnya."
"Ditahan oleh Penyidik Polres Jogoya dan seterusnya. Dakwaan, bahwa terdakwa Celine pada tanggal sepuluh Desember dua ribu dua puluh dua dan seterusnya, telah membunuh korban atas nama Arjuna dengan pembunuhan berencana dan seterusnya."
"Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara berikut. Saudari merencanakan dan mengeksekusi penculikan Saudara Arjuna almarhum dan adik almarhum bernama Ratna Nirmala. Pengancaman penembakan dilakukan pada tempat yang berbeda bersama tim kepada Saudari Ratna apabila tidak dapat memenuhi keinginan Saudari Celine dan atau pertimbangan atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan terdakwa."
"Almarhum Arjuna berhasil menghindari ancaman dan Saudari Ratna terbebas dari penembakan. Saudara Arjuna almarhum berhasil melepaskan diri dari penyekapan atas bantuan dari saksi atas nama Weyli Hanggraini pada pukul tujuh belas waktu setempat."
"Almarhum dan saksi melarikan diri ke lokasi wisata penginapan Gunung Agungra dan almarhum bersama mobil travel sewaan keluar pada pukul dua puluh dua waktu setempat. Almarhum kembali dilakukan penyekapan oleh tim Terdakwa."
"Terdakwa menyusul pada pukul satu dini hari waktu setempat dan melakukan penikaman sebanyak tujuh tusukan dengan alat bukti pisau buah milik terdakwa yang telah dipersiapkan sejak sehari sebelumnya yang dibawa dari kediaman di Kota Jogoya."
"Korban yang sudah tidak bernyawa dibuang di Sungai Calonarang Hulu. Barang bukti dihilangkan di daerah bekas Gudang Padi Cileray, dan seterusnya."
"Selanjutnya pembacaan eksepsi terdakwa oleh penasihat hukum, dipersilakan."
"Saya, Rosalina Celine tidak membenarkan kronologis yang dimaksud di atas. Saya mengenal Arjuna tepatnya secara tatap muka baru ketika pelarian almarhum bersama Saksi, Weyli Hanggraini pada waktu dan tempat yang benar telah disebutkan di atas. Sehingga tidak benar apabila Saya dinyatakan telah melakukan perencanaan pembunuhan atas kematian almarhum Arjuna. Dan seterusnya."
"Selanjutnya tanggapan penuntut umum atas eksepsi terdakwa."
Jaksa penuntut umum pun menanggapi pernyataan dari Celine. Kemudian, ia menanyakan pertanyaan-pertanyaan untuk kemudian dijawab oleh terdakwa untuk memperjelas kronologis yang ditulis sebelumnya.
Celine menangis, ia lebih banyak diam daripada menjawab. Lalu, penasihat hukum Celine yang membantu menjawab. Celine diketahui menderita gangguan kejiwaan dengan kasus khusus pada personaliti disorder. Hal itu menjadi alasan Celine lepas tangan terhadap pertanyaan-pertanyaan jaksa, dan ia limpahkan kepada penasihat hukumnya.
__ADS_1
"Mbak Li, kamu ga menyesal sudah menyewakan jasa pengacara untuk Mbak Celine?" bisik Kiki.
"Enggak, Ki. Kenapa? Memangnya aku sejahat itu kah kepada Celine, sampai pas dia butuh orang buat bicara pun ga gue bantu?" jawab Lili.
"Dia berkilah aja itu Mbak. Saya lihat sih ga ada penyesalan sama sekali di mukanya dia. Harusnya dia yang turun sendiri untuk bersuara," ucap Kiki geram.
"Udahlah, biarin aja," jawab Lili.
"Oiya, by the way, lu tahu kan siapa Arjuna?" tanya Lili.
"Tahu. Tahu. Penyiar audio live streaming itu kan?" jawab Kiki.
"Bukan itu maksud gue. Maksudnya hubungan gue sama Arjuna. Lu tahu kan doi itu siapanya gue?" ucap Lili.
"Oh itu. Iya. Itu mantan pacar Mbak waktu jaman dulu kan ya? Saya tahu kok," jawab Kiki.
"Lu ga ngerasa lega gitu dengan meninggalnya Arjuna? Lu kan naksir berat sama gue, tergila-gila sama gue. Bisa aja kan Arjuna kalau dia masih hidup bakal jadi saingan berat lu? Bisa aja kami CLBK, ya kan?" tanya Lili.
"Kenapa? Gue lagi kospley jadi jaksa penuntut umum, Ki. Udah cocok belum gue?" ucap Lili.
"Astaga. Argh... Untung saya sayang sama kamu, Mbak. Kalau enggak..." ucap Kiki geram.
"Kalau enggak apa? Makanya lu kalau lagi ada sidang di depan, lu jangan ngebacot melulu. Gue lagi pingin ngikutin semuanya, gue pingin fokus," ucap Lili tegas.
"Iya, Mbak. Iya. Maaf," ucap Kiki.
Setelah melalui tanya jawab antara pihak Celine dan penuntut umum, maka keputusan yang keluar adalah ditolaknya argumen-argumen eksepsi. Maka, saatnya pemeriksaan bukti dan saksi.
"Mbak, saya ada di sini. Saya selalu menemani kamu. Kamu bisa! Semangat ya. Jangan gugup, tarik napas dan santai, oke?" ucap Kiki menyemangati Lili saat Lili dipanggil untuk bersuara sebagai saksi.
__ADS_1
"Panggil gue 'sayang'!" ucap Lili.
Tumben, Lili ingin dipanggil 'sayang' oleh Kiki. Rupanya Lili sedang merasa kurang baik, gugup, emosional, dan menaruh kesal kepada Celine. Panggilan 'sayang' dari Kiki sudah seperti mantra yang menenangkan perasaan Lili saat ini.
"Semangat ya Sayang. Aku sayang kamu," balas Kiki.
Lili pun menceritakan kronologi yang diminta dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan begitu lancar dan jujur.
Sesuatu yang menjadi pembicaraan para penonton sidang adalah pernyataan Lili yang terakhir.
"Sebenarnya, Yang Mulia, Celine sudah mengakui kesalahannya kepada saya dengan jujur dan dalam keadaan sadar. Saya bisa menunjukkan saksi lain saat hal itu terjadi," ucap Lili.
Lili pun menceritakan perihal obrolannya dengan Celine saat jam besuk di tahanan. Sipir penjaga yang sedang bertugas ketika itu menjadi saksi atas apa yang diungkapkan Lili.
Lili mengatakan bahwa kondisi kejiwaan Celine sedang guncang saat itu sehingga Celine berbicara sampai berteriak-teriak. Hal itu dibenarkan oleh sipir penjaga sebagai saksi.
Kemudian, Kiki mendatangi jaksa dan membisikinya kemudian memberikan sebuah rekaman telepon kepadanya.
Semua orang di ruangan itu pun mendengarkan rekaman percakapan Lili dan Celine.
"Waktu itu saya mau memberitahu Lili kalau saya mau ke toilet. Saya kan menunggu mereka di luar, takutnya saat saya belum kembali Lili malah mencari-cari saya yang disangkanya menghilang," ucap Kiki setelah diberi kesempatan untuk bicara di persidangan.
"Entah kenapa telepon saya diangkat tapi Lili ga merespon ucapan-ucapan saya. Mungkin waktu itu ponselnya kepencet tanpa Lili sadar," ucap Kiki.
"Waktu saya mendengar obrolan mulai serius, maka saya rekam percakapan itu," lanjut Kiki.
"DASAR BOCAH GA TAHU TERIMA KASIH! MENYESAL GUE NGENALIN ELU KE LILI. LI, JANGAN PERCAYA SAMA KIKI. DIA DEKAT SAMA LU ITU KARENA SURUHAN GUE!" teriak Celine kesal.
"Mbak Li? Yang tenang ya. Ucapan orang yang terganggu kejiwaannya kaya gini ga perlu dipikirin," ucap Kiki.
__ADS_1
Lili pun mengangguk-angguk kepada Kiki. Di tengah ketegangannya, Kiki merasa sedikit lega karena Lili mau lebih mempercayai dirinya daripada sahabatnya yang sudah dikenal Lili jauh lebih lama itu.