Dimadu Tak Semanis Madu

Dimadu Tak Semanis Madu
BAB 32


__ADS_3

"Tidak! maka tidak akan menyetujui permintaan konyol kamu!"


Dengan muka merah padam, kedua tangan berada di pinggang. Membentak Siti, yang baru pertama kali dia lakukan selama hampir 18 bulan Siti menjadi menantunya


"Tapi, Mam ...."


"Stop! jangan bicara jika yang keluar dari mulut kamu adalah pernikahan Lee dan ... ah! bahkan aku tidak sudi menyebutkan nama wanita itu."


"Lee ...."


"Iya, Eyang."


"Apa kamu yang menyarankan ini pada Siti?"


"Bukan eyang, aku saja tidak setuju atas ide Siti, hanya saja ...."


"Ini semua Siti yang mau." sela Siti, memotong ucapan Lee.


"Siti tidak pernah meminta apapun pada kalian, hanya ini permintaan Siti."


"Kamu bahkan minta apapun, akan kami berikan Nak! Apapun!" tambah Bu. Han


"Tapi, Mam ...."


"Tidak! sekali mama bilang tidak! tetap tidak!"


"Baiklah. Jika kalian tidak merestui pernikahan Lee dan Naura, maka Siti minta kalian merestui perceraian Siti dan Lee."

__ADS_1


Tidak ada suara. Wajah Bu. Han semakin memerah, terlihat jelas di wajahnya yang putih bersih. Guratan kekecewaan, dan kemarahan nampak tersirat.


Dengan hati yang kecewa, Bu. Han pergi meninggalkan ruang keluarga. Bahkan Bu. Han yang sangat lembut, terdengar membanting pintu kamarnya dengan sangat keras.


Pun Bu. Amira, meski tidak semarah menantunya, dia pergi dengan hati yang terluka. Tidak pernah dia kira, wanita yang sedari dulu dia larang untuk datang ke dalam keluarganya. Kini, di tarik oleh cucu menantu kesayangannya.


Wanita sepuh itu berjalan sangat lemah. Hatinya bagai tersayat sembilu. Mendengar nama Naura, dia teringat kembali kisah yang selama ini dia kubur dalam-dalam.


Respon apa yang akan anaknya berikan nanti, jika mengetahui Naura masuk ke dalam keluarganya.


"Lee ...."


"Sudah aku bilang, semua akan tersakiti. Bahkan aku yakin, kamu sendiri merasa lebih sakit dari mereka bukan? atau ...."


"Atau apa?"


"Demi Allah! aku meminta kamu menikah dengan Naura, bukan karena aku ingin berpisah. Justru sebaliknya. Aku ingin kamu menikah dengannya karena aku ingin kita selalu bersama."


"Gak masuk akal!"


"Tapi, Lee!"


"Jujur, hatiku sedikit bahagia. Kamu mengizinkan aku menikah dengan Naura. Tapi itu dulu! tidak sekarang sayang ...."


"Aku mohon! aku mohon sama kamu Lee ...."


Lee semakin heran. Saat Siti bersimpuh di kakinya, memohon agar suaminya menikahi wanita lain.

__ADS_1


"Gila! kamu sudah gila Siti!" bentak Lee.


"Ya! aku memang sudah gila. Aku sendiri sangat gila memikirkannya. Satu sisi aku sakit, bahkan amat sakit meminta kamu menikahi wanita lain. Tapi ... di lain sisi aku justru takut kehilangan kamu!"


"Sungguh, ya Siti! aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu."


Lee meninggalkan Siti yang sedang menangis meraung-raung.


"Bagaimana ini Ya Allah ...."


Sementara di dua kamar berbeda. Bu. Han dan Bu. Amira mendengarkan pertengkaran Siti dan Lee. Mereka sendiri menangis, merasakan sakit atas apa yang sekarang terjadi.


Kedua wanita itu sama-sama menangis. Terutama Bu. Han. Sedari tadi, dia memukul-mukul dadanya perlahan, yang terasa menyesakkan. Kini air matanya tumpah ruah.


Wanita cantik itu, terduduk lemas di balik pintu. Membayangkan apa yang dulu pernah terjadi. Dimana dirinya hampir mengakhiri hidupnya karena wanita yang kini sedang Siti perjuangan untuk masuk ke dalam rumah ini, Naura.


"Kenapa harus dia? Siti ... hentikan sayang. Jangan bawa ******* itu masuk ke dalam rumah kita Nak! Mama mohon ...."


BERSAMBUNG ....


*wah! kenapa ya readers? ibu dan neneknya Lee. Ada apa di masa lalu mereka dan Naura?kenapa Naura begitu di benci oleh keluarga besar Lee?


Tunggu kisah selanjutnya ya readers. selalu ada kejutan di setiap part nya. semoga suka yaaaa ....


di tunggu Like n VOTE nya. Lopee all*


😍

__ADS_1


__ADS_2