Dimadu Tak Semanis Madu

Dimadu Tak Semanis Madu
Bonus #5


__ADS_3

Seperti biasa, aku bangun pagi untuk menyiapkan sarapan, tentunya setelah melaksanakan salat subuh terlebih dahulu. Setelah selesai, aku berjalan menuju kamar Aksa. Membangunkannya kemudian membantu dia mandi, menyiapkan seragam yang akan dia pakai, mendampingi dia menyiapkan buku yang akan dia bawa ke sekolah.


Zidan sudah menunggu di meja makan saat kami turun.


"Selamat pagi jagoan. Kenapa bangunnya siang? nanti keburu di patok ayam loh ...."


"Aku ngantuk banget, Om."


"Kenapa? semalam bobo nya jam berapa?"


"Malem, Om." Dia tampak takut. Aku sendiri merasa heran, kenapa dia tidur malam? tidak seperti biasanya. Sepertinya kebingunganku terbaca jelas olehnya. "Habis mainan robot."


"Robot?" tanyaku penasaran. Aku belum membelikan robot pengganti untuk robot dia yang rusak kemarin.


"Dari papi."


"Papi?" aku dan Zidan kompak.


"Iya." Aksa menunduk, seperti dia takut untuk aku marahi.


"Papi siapa, sayang? Bunda kan sering bilang, jangan menerima sesuatu apapun dari orang yang enggak kamu kenal."


"Iya, Bunda. Aksa minta maaf. Nanti, Aksa mau bilang sama papi, Bunda enggak bolehin Aksa Nerima mainan sama es krim lagi."


"Es krim?" lagi, aku dan Zidan kompak. Kali ini kami saling menatap.


"Sayang, kamu sudah lama kenal sama papi?"


"Maaf , Bunda." Dia merasa bersalah dan hamparan menangis, tanpa menjawab pertanyaan dariku. Tidak ingin merusak moodnya pagi ini, maka aku berhenti melakukan interogasi. Biarlah aku yang akan mencari tahu sendiri.


Setelah selesai sarapan, aku mengantar Zidan terlebih dahulu karena jam masuk kelas dia lebih awal dari Aksa.


"Sayang, belaka yang benar ya. Harus jadi anak hebat dan Soleh, denger apa yang Mrs ucapkan, ok."


"Okeh, bunda," ucapnya. Sembari jarinya membentuk lingkaran kecil antara ibu jari dan telunjuk.


Hari ini Aksa pulang lebih awal. Karena para guru dan pihak sekolah Aksa harus mengadakan meeting, katanya untuk merundingkan acara festival tahunan sekolah. Acara yang harus di hadiri oleh para Ayah. Ah, apa yang akan aku lakukan nanti?

__ADS_1


Festival perayaan dan penghargaan untuk para Ayah yang di beri nama Day of Hero. Mungkin, aku akan meminta Zidan yang datang. Toh, Aksa memang menganggap Zidan adalah Hero untuknya.


"Pak, kita jangan pulang dulu, Aksa sekolahnya hanya sebentar. Kita ke fresh market sebentar."


"Iya, Bu."


Sesampainya di fresh mart, aku memilih beberapa sayuran dan buah-buahan. Aku berniat ingin membuat salad buah untuk cemilan siang nanti.


Memilih barang dengan kualitas terbaik membutuhkan ketelitian hingga membuang waktu cukup lama. Selesai.


Masih ada waktu untuk menunggu Aksa selesai kelas. Mataku tertuju pada sebuah butik. Aku ingin membeli beberapa hijab, rasanya sudah begitu lama aku tidak membeli hijab baru.


Langkah kaki ini terhenti saat hendak membuat pintu butik. Aku merasa ada yang mengikuti sedari tadi. Rasanya tidak nyaman, dan membuat aku gelisah tanpa sebab.


Aku melihat sekeliling. Tidak ada hal yang mencurigakan. Ah, itu hanya perasaanku, mungkin.


Tidak ingin membuang waktu lagi. Kutepis rasa itu, masuk ke dalam butik lalu memilih beberapa hijab yang sesuai dengan keinginanku.


Waktu masih tersisa cukup banyak. Hanya saja, aku harus segera pergi ke sekolah Aksa. aku sangat penasaran dengan orang yang Aksa panggil Papi. Siapa tau aku bisa melihatnya mendekati Aksa hari ini.


Mobil melaju. Terpakir sedikit jauh dari tempat penjemput biasanya. Aku sungguh penasaran dengan laki-laki itu. Siapa dia? kenapa anakku memanggil dia Papi?


Bel tanda pulang berbunyi. Parkiran tepat penjemputan sudah mulai penuh terisi. Mataku fokus pada pintu keluar, aku menunggu pangeran kecilku muncul dari sana.


Dan, ya ... itu Aksa.


Kenapa dia berlari menuju tempat lain? kenapa dia mengabaikan lambaian tanganku? apa dia tidak melihat keberadaanku. Banyak pertanyaan yang melintas di kepalaku. Hingga aku melihat Aksa mendekati seorang laki-laki yang menggunakan mobil hitam tadi.


Langkah kakiku berjalan sangat cepat, namun lebih lambat dari berlari.


"Aksa ...." dia menengok, berbarengan dengan laki-laki yang bersamanya. Dia membawa sebuah paper bag yang hendak di berikan pada Aksa. Aku melihatnya karena tangan Aksa berada diposisi siap menerima.


"Sayang, kenapa enggak nyamperin bunda? kenapa malah kesini?"


"Papi ...." seorang anak kecil muncul dari pintu keluar sekolah.


"Hai sayang ..." mereka berpelukan. "Bagaimana sekolah hari ini?"

__ADS_1


"Seneng. Papi bawa apa lagi? ini untuk Aksa, ya?" gadis kecil itu menunjuk paper bag yang laki-laki itu pegang.


"Iya, ini untuk Aksa."


"Bun, ini Gisel. Dan ini Papinya." ucap Aksa.


"Oh, iya. Halo Gisel." aku melambaikan tangan. Gadis itu tersenyum manis sekali.


"Maaf, sebelumnya kalau saya lancang sering membelikan Aksa mainan tanpa izin. Kenalkan, saya Johan, ayah Gisel." dia mengulurkan tangan. Sudah jelas aku tidak menyambutnya. Hanya senyuman yang aku berikan.


Dia mengerti. Menarik tangannya kembali dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


"Iya, tidak apa-apa. Hanya saja, saya merasa tidak enak. Takut merepotkan."


"Enggak apa-apa kok, Tante. Gisel suka sama Aksa. Jadi, Gisel sering meminta papi membeli mainan untuk Aksa," ujar gadis kecil itu.


"Terima kasih, sayang. Aksa pasti seneng punya teman sebaik Gisel."


"Iya, Tante. Jangan marahin Aksa, ya."


"Enggak dong, sayang. Kalau tau ini dari Gisel, Tante tidak akan marah. Masa di kasih.mainam dari princess secantik ini di tolak, sih." aku menundukkan kepala, sedikit mendekatkan wajah pada Gisel. Mencubit halus pipinya.


"Hai, Pak Han." suara itu membuat aku bangkit dan menoleh. "Eh, ada jeng Siti juga," lanjutnya. "Duh. Ada apa ini? duda keren sedang bercengkrama dengan janda Solehah. Apa kami akan segera mendapat surat undangan." Goda jeng Ami, Ibu dari Kafael, teman satu kelas Aksa.


Apa? duda? jadi, ayah Gisel duda?


Bersambung ....


selamat malam semuanya. Saat para abegeh sedang bermalam mingguan. Apalah daya, emak-emak mah cuma rebahan nonton sinetron 😅 meski tidak semuanya.


Untuk mengisi waktu sambil rebahan, lebih baik up untuk cerita ini.


Ok, Readers. Jika kalian suka, tolong berikan like dan komen terbaik kalian yaaa. Biar aku nulisnya semangattttt.


Vote juga yaaa hihihi.


Love u all

__ADS_1



Johan & Gisel


__ADS_2