DIMENSION GUARD

DIMENSION GUARD
Episode 1 Pertarungan yang tak terelakkan


__ADS_3

Alaric berlari sambil menghindar dari tebasan mage anemos (tembakan sihir angin). “Ada apa kelian berdua , apakah kelian  takut melawan aku.“ Arion yang menyerang Alaric dan Daniel .


“Tidak akan. Kami tidak akan menyerah.“ Alaric yang sambil melempar  fire ball (bola api) kearah Arion. Namun Arion dapat menghindari serangannya dengan sangat cepat dan lincah.


“Hanya itu serangan yang dapat kau buat Alaric.” arion menatap ku sambil melemparkan sihirnya “Dasar tak guna, anemos fotias ( angin yang bercampur dengan api)”. Arion yang melancarkan serangannya pada Alaric. Namun serangga Arion masih dapat di helai Alaric.


Setelah Alaric dapat menghindar serangan Arion. Arion yang tadi ada di depan Alaric, kini dia sudah ada di belakangnya dan ingin menyerang Alaric dengan serangan jarak dekat.


"Rasakan ini Alaric, fire Ball (tembakan bola api)." Arion mengayunkan tangannya pada Alaric yang berisi fire ball.


 Sebelum Arion menyerang Alaric dari belakang, terlebih dahulu Daniel menyerang Arion dengan mage anemos dari samping kiri dengan cepat. Arion pun terhempas ke tanah oleh serangan Daniel.


Namun serangan mage anemos tersebut tidak berefek pada Arion.


“Cih…hebat juga kamu Blitz(kecepatan kilat)“ Alaric yang langsung berada di belakang Arion dengan jarak 5 meter dari dia. “Terimalah ini fire ball .” Alaric melancarkan serangannya dari belakang Arion.


Tak lama kemudian terjadi ledakan fire ball di tempat Arion. Namun usaha Alaric gagal. Sebelum Alaric melancarkan serangannya, terlebih dahulu Arion yang melihat Alaric ingin menyerangnya dari belakang, Arion pun dengan sangat cepat menghindari serangan Alaric.


“hebat juga kelian berdua“ Arion memuji Alaric dan Daniel dengan rasa kesal.


“Kamu baru tahu bahwa kami lebih hebat dari pada kau“ Daniel.


“Apa kau bilang” Arion yang begitu marah setelah mendengar perkataan Daniel.


“ kau tidak mendengarnya kami lebih hebat dari pada kau” Daniel yang menyinggung perasaan Arion dengan perkataannya.


“ Dasarrrr... Blizt (kecepatan cahaya).” Arion yang sangat marah dan ingin menyerang mereka berdua.


Seketika itu Arion yang berada di depan kami, kini dia sudah di belakang kami dan melancarkan serangannya dengan cepat.


"fire ball." Arion dengan serangan penuhnya.

__ADS_1


melihat hal tersebut Alaric dengan cepat mengeluarkan sihir aspida (tameng transparan) untuk melindungi kami. Namun sebelum aspida Alaric terpasang sempurna, mereka berdua sudah sudah tekena terkena terlebih dulu.


Buuuuuuuuummmmmmmmmm


 Setelah terjadi suara ledakan Alaric dan Daniel pun langsung terhempas ketanah. Tak lama kemudian suara Arion pun terdengar.


“Hanya segitu kemampuan kelian.” Arion


“Tidakkk, serangan mu itu tidak sakit.“ Daniel yang mencoba untuk kembali berdiri .


“Yah serangan mu masih lemah.” Alaric yang sudah berdiri.


“Cih…kelian bilang serangan ku lemah.” Arion Kembali marah setelah mendengar perkataan Mereka berdua.


“Yah serangan mu masih lemah.” Seketika Daniel langsung berada di belakang Arion dengan menggunakan blitz. “rasakan iniii…" sambil


melemparkan fire ball kearah Arion.


Bummmmmmmmm….


seketika tempat Arion berdiri dipenuhi oleh asap berwarna hitam hasil dari serangan sehir mereka berdua.


namun setelah beberapa detik sesudah Alaric dan Daniel melancarkan serangan mereka, tiba-tiba Daniel jatuh ke tanah tak sadarkan diri  karena sudah kehabisan mage (energi sihir).


Tak lama setelah Daniel terjatuh, terdengar suara Arion, dari dalam asap ledakan, “Dasar tak guna.“ Ucap Arion yang sudah kesal dan marah melihat melihat kami berdua.


Aku pun melihat kearah suara itu. Aku terheran


heran melihat Arion yang hanya terluka sedikit di bagian tangannya. Luka sedikit itupun bukan terkena dari serangan kami, melainkan karena benturan dengan tanah.Bahkan Arion pun Kembali berdiri dengan tegak tanpa merasakan rasa sakit dari serangan kami


“ Sudah, sudah cukup main mainnya.” Arion yang begitu marah dengan  fire ball aspida (tameng yang dikelilingi bola api) mengelilinginya. “rasakan ini.“ Arion mengarahkan Fire ball yang mengelilinginya kearah Daniel. Aku pun berlari kearah Daniel sambil mengeluarkan aspida

__ADS_1


Buummmmmmmm…..


Namun usaha Alaric untuk melindungi Daniel gagal, sebelum Alaric sampai ketempat Daniel fire ball sudah terlebih dahulu meledak, dan membuat meteka berdua terhempas jauh.


Tak lama setelah Alaric dan Daniel terhempas ketanah, Arion datang di depan Alaric dan langsung mengangkat tubuh Alaric yang sudah berlumuran darah  ke udara.


Pada saat tubuh Alaric di udara, dia melihat Daniel sudah terhempas di tanah dengan berlumuran darah. Dengan suaranya yang terpatah patah, Alaric mencoba memanggilnya "Da..niellll."


“Hebat juga kamu Alaric, masih bisa bertahan.“ Ucap Arion yang berbisik di telinga Alaric “Mari kita akhiri saja permainan kita ini.” Dengan tangan kirinya yang sudah ada fire ball. Arion langsung mengayunkan tangan kirinya kearah Alaric


“Apakah ini akhirnya hidupku ?" Ucap Alaric di dalam pikirannya.


“ Rasakan ini Alaricc………..”


***


Biodata


Nama : Alaric


Umur : 17 tahun


Pekerjaan : pelajar


Tinggi : 1,6 m


warna mata : cokelat


Warna kulit : putih


Warna rambut : hitam

__ADS_1


__ADS_2